
Beberapa tahun terlewati dengan begitu cepat. Kini Quon dan Quella sudah menginjak umur dua puluh tujuh tahun, sedangkan Alrescha dua puluh empat tahun. Mereka tumbuh menjadi anak yang sangat membanggakan. Quon meraih gelas dokter spesialis bedah kardiotoraks.
Ahli bedah kardiotoraks adalah dokter bedah yang mengkhususkan diri dalam proses bedah jantung, paru-paru, kerongkongan dan organ lain di dada. Dan Quon memilih sebagai dokter spesialis bedah jantung. Tidak sampai empat tahun, Quon lulus gelas spesialis dengan nilai yang sangat memuaskan. Kini dia bekerja di salah satu rumah sakit di LA. Kesehariannya selain menjadi dokter adalah bermain piano. Quon sangat pandai memainkan piano, bahkan jika saja dia tidak menjadi dokter, dia bisa menjadi pianis hebat.
Jika Quon sukses sebagai dokter ahli bedah jantung, maka Quella sukses sebagai seorang desainer. Bukan pakaian, melainkan desain perhiasan dimana perusahaan milik Quella sudah bekerja sama dengan pertambangan batu mulia yang bisa dijadikan perhiasan. Merk perhiasan Quella adalah Qmine, perusahaan milik Quella juga bernama Qmine corp. Meski itu perusahaan miliknya, tapi Quella memilih untuk menjadi desainer dan mempercayakan kepemimpinan perusahaan itu pada seorang pria yang merupakan calon suaminya.
Kedua kakaknya sukses dengan kehidupan masing-masing, lain dengan Alrecha yang mewarisi H. E. Dia menjadi CEO di H. E menggantikan Claude ketika usianya baru dua puluh dua tahun. Claude saat itu sudah terlalu tua untuk memimpin perusahaan, usianya sudah enam puluh dua tahun sekarang. Sudah waktunya dia pensiun dan menikmati banyak waktunya bersama dengan Geya.
Alrescha digadang-gadang sebagai CEO muda dengan kemampuan yang tinggi sehingga namanya melejit ketika dia membuat kebijaksanaan baru di H. E sehingga perusahaan ekspedisi milik Claude ini sudah mendunia sekarang. H. E juga merambah ke desa-desa kecil yang tidak dijangkau oleh perusahaan ekspedisi lainnya. Nilai H. E saat ini dimata masyarakat adalah memuaskan.
Mengenai jati diri Quon dan Quella yang bukan anak kandung Claude, kedua anak ini sudah tahu tapi menolak untuk tahu siapa ayah kandung mereka. Sejak kecil bersama Claude dan dialah sosok daddy yang membesarkan mereka, membuat Twins Q ini tidak menganggap Claude ayah sambung mereka.
__ADS_1
" Maafkan daddy... Tidak seharusnya kami menyembunyikan hal ini dari kalian.. Tapi aku tidak ingin menganggap kalian bukan anak-anak ku. Sejak kalian di dalam kandungan, akulah yang ada di sana menemani mommy kalian. Sampai kalian sedewasa ini pun, aku masih tetap menemani kalian.. Jadi tolong jangan anggap daddy orang asing nak.. " ucap Claude waktu itu yang sukses membuat Quon dan Quella menangis.
" Daddy adalah daddy kami, then, now, and forever.. Jangan bicara seolah kami mencampakan daddy.. Kami menyayangi daddy, dan kami akan selamanya menjadi putra dan putri mu dad.. We love you dad,, always love you.. " ucapan Quella ketika dia mengetahui kenyataan tentang jatidirinya. Saat itu dia berusia delapan belas tahun.
" Kami tidak peduli siapa dia, bagi kamu daddy kami, always be you. Not once else. Jangan bicara seolah daddy bersalah karena menganggap kami anak daddy, karena seharusnya daddy bahagia karena kami anak daddy.. " Quon yang saat itu bicara. Anak yang tidak pernah menangis itu sampai terisak dalam pelukan Claude saat semuanya terungkap.
Namun sejak saat itu hubungan twins Q dan Claude semakin dekat bahkan sampai membuat Alreacha iri melihatnya. Si bungsu ini akan mengatakan bahwa dirinya adalah anak punggut, jadi wajar tidak disayang. Dan Claude akan langsung menggeplak kepala Alrescha karena bicara yang tidak-tidak.
Pagi ini adalah peringatan hari meninggalnya adik mereka. Claude tidak memberi nama anak itu karena takut dia semakin terluka, jadi di bagian nisan hanya bertuliskan my baby boy. Claude dan keluarga kecilnya pergi bersama untuk berkunjung ke pemakaman si bungsu.
Masing-masing dari mereka meletakan karangan bunga di makam itu. Dulunya disini masih tidak terlalu banyak makam, namun sekarang sangat banyak sekali. Karena alasan itu Claude selalu membayar lebih pada pengurus makam untuk membersihkan makan bayinya agar tidak lekang dimakan waktu.
__ADS_1
" Hai boy... kami datang menjenguk mu.. Kami semua disini baik-baik saja. Jadi daddy harap disana kau bahagia.. " ucap Claude.
Semua bergantian satu per satu mengucapkan salam pada si bungsu. Meski si bungsu tiada disaat belum sama sekali melihat indahnya dunia, tapi semuanya percaya kini di surga sana, si bungsu telah melihat jauh lebih banyak dibandingkan mereka semua.
Ketika acara sudah selesai, mereka langsung kembali ke mobil. Di dalam perjalanan dari makam ke mobil, mereka tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria muda yang memiliki aura yang begitu kuat. Pria itu menundukkan kepalanya menyapa keluarga Claude.
Anehnya Claude merasa seperti mengenal pria muda itu. Badan tinggi dengan warna kulit yang sama dengannya, tapi warna rambut yang sama dengan warna rambut Geya, pria muda itu memakai kacamata hitam dan setelan jas warna senada. Mungkin dia ingin mengunjungi makam saudaranya.
Claude pun melanjutkan perjalanannya, tapi ketika Claude telah meninggalkan tempat itu, pria muda tadi berbalik ganti melihat ke arah Claude dan keluarganya.
" Aku senang mereka baik-baik saja.. Ayo kita kunjungi anak malang yang telah menggantikan ku itu.. "
__ADS_1
" Baik Sir.. "