DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Tidak bisa melindungi mereka


__ADS_3

Akhir-akhir ini, putra dan putri Claude dan Geya sering sekali melihat Claude termenung menatap perapian. Ketika ditanya apa ada beban yang dia pikirkan, jawabannya selalu saja dia tidak sedang memikirkan apapun, hanya menikmati waktu sebagai pengangguran. Meski berkata seperti itu, semua anak Claude tahu bahwa daddy mereka bukan memikirkan masalah itu.


Sejak vakum dari dunia bisnis dua tahun yang lalu, Claude memang sering sekali melamun hal yang entah apa itu. Kesehatannya juga menurun, Quon bahkan sampai pernah mengancam Claude jika tidak minum obat maka Quon akan membawa Geya pergi. Tentu saja Claude akan langsung menurut kalau sudah sang istri yang dijadikan senjata oleh anak-anak nya.


Hari ini, kembali terulang, ketika Quon pulang dari rumah sakit, dia melihat sang daddy duduk termenung di depan perapian. Quon hanya bisa menghela nafas kemudian menghampiri sang daddy. Rasanya tidak tega melihat daddy nya seperti ini, karena itu mereka harus berbicara serius kali ini.


" Daddy.. Kenapa belum tidur? " tanya Quon.


" Kau sudah pulang? Daddy menunggu kalian semua pulang.. Kau tahu Alrescha belum pulang, padahal sudah jam sembilan lebih.. " keluh daddy Claude.


" Pandai mencari-cari alasan adalah kebiasaan baru daddy rupanya.. Sampai kapan daddy akan memendam semuanya sendiri? " Quon berbicara terdengar sedikit tegas.


" Quon... " Claude langsung mengalihkan pandangannya menatap putranya. Putra yang selalu menjadi kebanggaannya sejak dulu.

__ADS_1


" Penyesalan tidak akan membawa dia kembali dad.. Never.. Lalu daddy akan membuat sia-sia semuanya dengan bertindak seperti ini.. Dua puluh tiga tahun dad,, itu sudah sangat lama jika daddy ingin menyesali keadaan.. " tegur Quon yang sebenarnya tahu yang daddy nya rasakan.


Sejak Quon mulai mengerti kata meninggal dunia, saat itu juga dia tahu bahwa daddy nya terus menyesali kematian adik kecilnya. Tidak sempat melihat indahnya dunia, tapi adik kecilnya telah kembali pada sang Pencipta. Membuat Claude memiliki penyesalan yang tidak kunjung selesai selama puluhan tahun. Terus menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada anak dan istrinya, dan memilih memendam semuanya sendiri dan memilih menangis di dalam sebuah kamar yang dulunya akan digunakan untuk adik kecil mereka.


Quon selama ini diam, karena mungkin dua hari sekali atau seminggu sekali Claude akan bertindak seperti itu. Tapi kini rasanya sudah tidak bisa dibiarkan. Dua puluh tiga tahun berlalu dan daddy nya masih menyalahkan dirinya sendiri karena hal yang bukan salahnya. Quon tidak akan membiarkan terus-terusan seperti ini.


" Seandainya daddy berada di dalam mobil itu saat kecelakaan terjadi, jika takdir dia tidak bisa melihat indahnya dunia maka itu tidak akan berubah meski daddy di sana.. Kenapa? Karena ini bukan kuasa daddy untuk menentukan nasib dan takdir seseorang... Jadi hentikan menyalahkan diri sendiri karena itu artinya daddy tidak percaya Tuhan.. " Quon berucap dengan sangat lembut tapi tegas.


Degh...


" Kalian tidak tahu.. Semalam sebelum mommy kalian kecelakaan, daddy mendapatkan pesan dari seseorang yang daddy kenal tapi tidak tahu bagaimana rupanya. Pria itu mengatakan pada daddy bahwa ada orang yang mengincar mommy kalian karena ketidakpuasan mereka pada ku... Dan aku tidak tahu apapun tentang itu semua kemudian mommy kalian kecelakaan.. " ucap Claude di sela tangisannya


Quon jujur saja kaget mendengar itu semua. Ternyata ada cerita seperti ini yang selama ini dipendam daddy nya. Wajar jika daddy nya memendam kekecewaan yang dalam pada dirinya sendiri karena masalah itu. Tapi, semua sudah berlalu dan tidak akan mengubah apapun andai daddy Claude bersikeras mengubah takdir sekalipun.

__ADS_1


Quon memeluk daddy nya, dan tanpa keduanya ketahui Quella dan Alrescha juga bergabung hingga mereka berempat saling memeluk. Tidak ada yang bicara apapun, hanya saling memeluk dan Quella yang sudah menangis karena merasakan kesedihan yang mendalam yang dirasakan oleh daddy nya.


" Daddy,, kami selalu bersama daddy.. Jangan seperti ini dad, karena melihat daddy sedih kami lun juga sedih.. Asal daddy tahu, kalau bagi kami bertiga juga mommy, daddy adalah segalanya.. Kami tidak akan bisa kehilangan daddy.. " ujar Quella memeluk erat tubuh Claude.


" Maafkan daddy ya... Maafkan daddy karena tidak memahami perasaan kalian.. " ucap Claude merasa dirinya tidak berguna sampai membuat ketiga anaknya bersedih.


Di tangga, Geya menyaksikan semuanya, mendengar semuanya, tapi dia iba pada suaminya. Bagi Geya kehilangan bayinya saat itu memang adalah kesedihan yang mendalam, tapi dia dalam kondisi koma dan ketika terbangun sudah lima tahun kemudian. Dia tidak merasakan seperti yang Claude rasakan, dan tidak menyangka bahwa suaminya memendam semuanya itu sendiri tampa berbagi dengannya.


Geya berjalan menuruni tangga dengan maksud ingin menghampiri suaminya dan ikut memberikan pelukan. Namun Geya langsung berlari ketika melihat tubuh suaminya jatuh ke lantai dengan kondisi yang memprihatinkan. Tangannya memegang erat dadanya, seperti merasakan kesakitan.


" Daddy.... " Geya berlari menghampiri Claude.


" Daddy... Bangun dad.. " Quon lekas memeriksa kondisi daddy nya. Quon terkejut karena kini jantung daddy nya terasa sangat lemah sekali.

__ADS_1


" Al... Siapkan mobil sekarang, kita bawa daddy ke rumah sakit... " sentak Quon karena melihat adiknya hanya diam terpaku di tempat.


__ADS_2