DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Menghadapinya


__ADS_3

Tiga tahun kemudian,


Los Angeles.


Geya dan Claude termenung di ranjang, keduanya tengah disibukkan dengan segala macam pemikiran yang menganggu mereka saat ini. Beberapa waktu yang lalu Claude datang dengan membawa beberapa kabar, dan di antara kabar itu, ada satu kabar yang membuat Geya termenung. Sungguh kan dia sudah siap dengan setiap masalah yang nantinya akan dia hadapi..


" Baby... " panggil Claude ketika memasuki ruang tengah dimana ada perapian disana.


" Hm... Daddy sudah pulang... " Geya langsung memeluk, menyambut suaminya. Pria yang sudah selama tiga tahun ini menjadi dunia baginya.


" Mana Twins Q? " Claude mengedarkan pandangannya berkeliling, tapi tidak menemukan keberadaan putra dan putrinya.


" Mereka kebetulan sekali malam ini tidur lebih awal. Sepertinya di playgroup tadi, mereka aktif sekali dan kelelahan.. " terang Geya.


Geya dan Claude langsung menuju ke kamar mereka di lantai dua. Bersebelahan dengan kamar twins Q, dimana di dalam kamar mereka terdapat pintu penghubung ke kamar twins. Memudahkan Geya jika ketika malam harinya twins Q menangis.


Geya menyiapkan pakaian santai suaminya, ritual yang selalu dia lakukan setiap malam suaminya pulang kerja. Dulu,, dulu sekali Geya selalu bermimpi melakukan ini semua untuk Rouge. Namun kini, Tuhan telah mengatur jodoh untuknya, yang lebih segalanya dari pria yang pernah dia impikan menjadi jodohnya.


Kini sepasang suami istri ini tengah berbaring di ranjang, berbincang sebelum masuk ke alam mimpi. Pillow talk, sudah menjadi kebiasaan keduanya demi bisa menjaga hubungan mereka karena keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.


" Baby... Aku ada sedikit hal yang perlu diberitahukan pada mu. Dan aku harap kamu bisa mengerti dengan keputusan ku nantinya... " ucap Claude membuka pembicaraan.


" Hm... Ada apa dad? Kau membuatku khawatir sekarang... " Geya langsung merubah posisinya menghadap sang suami.


" Pertama, H. E dan JN cosmetic yang dipimpin sepupu mu itu akan melakukan kerjasama dalam jangka waktu panjang. Dimana daddy Joaquin yang merancang ini semua dan disetujui oleh pemegang saham... " Claude menjeda sebentar.


" Dan,, besok malam kita harus kembali ke Milan.. Daddy Joaquin sedang dirawat di rumah sakit karena serangan jantung... "

__ADS_1


Degh...


Tubuh Geya menegang,, daddy nya,, pria yang menjadi cinta pertamanya kini terbaring lemah di rumah sakit. Tapi bagaimana bisa karena setahu Geya daddy Joaquin adalah orang yang paling cerewet jika soal kesehatan. Lalu sekarang, daddy Joaquin justru terbaring lemah karena penyakit.


" Tenang baby,,, Galen tadi mengatakan kalau daddy sudah dalam kondisi yang lebih baik. Hanya saja,,, sepertinya kita harus membuat keputusan untuk kamu melahirkan anak kita di Milan.. " Geya langsung melotot menatap suaminya. Pembicaraan ini sungguh membuat Geya berkali-kali terkejut. Melahirkan di Milan??


" Tapi dad... Milan.... Aku belum.... "


" Siap?? "


" Baby, tidak selamanya kamu bisa menghindari masa lalu mu. Jika kamu seperti itu hanya akan membuat mu terjebak ditempat tanpa bisa berkembang. Lihatlah aku,, bahkan jauh sebelum aku bertemu dengan mu, aku sudah berdamai dengan masa lalu ku... " ujar Claude tersenyum teduh.


Geya mengubah posisinya setelah mendengarkan dengkuran halus dari suaminya, pertanda jika Claude sudah masuk ke alam mimpi terlebih dahulu. Geya menatap langit-langit kamarnya, meresapi kembali setiap kata yang Claude ucapkan. Tentang melahirkan di Milan dan menghadapi masa lalu. Tapi, bagaimana dengan Twins Q. Apakah identitas mereka akan aman sampai kapan pun? Geya sungguh mencemaskan hal itu.


Seperti biasa, suasana di pagi hari ketika sarapan, pastinya kakan riuh oleh celotehan Princess's Claude. Putri kecil Claude dan Geya ini memang begitu lincah dan sangat cerewet. Quella, memiliki kebiasaan yang unik, dimana jika kedua matanya sudah terbuka maka dia akan bernyanyi, bercerita, dan lain sebagainya yang jelas begitu berisik.


Yang satu hangat sehangat matahari pagi, dan satu lagi dingin sedingin kutub utara. Perbandingan sifat dan sikap yang sangat bertolak belakang, tapi Quon sebagai kakak, selalu menjadi pelindung bagi Quella sang adik.


" Princess nya daddy hari ini mau melakukan kegiatan apa? " tanya Claude memangku Quella agar mau diam ketika disuapi oleh pengasuhnya.


" Quella ingin jalan-jalan melihat salju yang turun daddy... " ujar princess kecil ini sedikit cadel.


" Oooo... Lalu apa Quon akan diajak? " Claude masih terus bertanya.


" No.. Dia tidak mau karena harus membaca buka baru yang dibelikan uncle Sand padanya kemarin.. " Claude tersenyum, begitu juga Geya yang berada di hadapan mereka tengah menyuapi Quon.


" Memangnya buku apa yang uncle belikan, Quon? " Geya ganti mengajak bicara putranya yang irit itu.

__ADS_1


" Planet... " jawab Quon singkat, padat dan jelas. Geya meringis mendengar jawaban irit dari prince nya.


" Do you like it...? " Geya mencoba memancing putranya untuk bicara lebih banyak.


" Yes.... " Geya menghela nafas frustasi, beginilah jika memiliki anak yang super duper dingin. Pada mommy dan daddynya saja irit bicara,, apa lagi dengan orang lain.


Keluarga kecil bahagia ini kembali melanjutkan sarapan mereka. Claude setelah selesai memangku Quella pun langsung menyuapi Geya yang sekarang ini kembali mengandung. Usia kandungan Geya sudah tujuh bulan, dan Geya tidak hamil anak! kembar. Calon bayi mereka hanya satu, tapi jenis kelaminnya sengaja Claude dan Geya tidak mau untuk mengetahuinya lebih dulu.


Ketika makan sudah selesai, dan twins Q sudah dibawa oleh pengasuh mereka dan beberapa pengawal, Claude pun kembali mengajak Geya berbincang mengenai semalam. Claude tahu dan paham bagaimana ketakutan Geya saat ini, terutama jika itu menyangkut twins Q. Tapi bagaimana pun saat ini daddy Joaquin membutuhkan kehadiran Geya untuk memberinya semangat agar tetap berumur panjang.


Geya menangis dalam pelukan Claude karena bimbang yang menderanya. Di satu sisi Geya ingin sekali bertemu dan merawat daddy Joaquin namun di sisi lainnya Geya takut jika kedamaian yang dia peroleh selama tiga tahun ini akan menghilang berganti dengan ribuan masalah yang akan muncul jika dirinya bertemu dengan Rouge.


" Baby... Aku tidak ingin kau menyesal jika pada akhirnya kau memilih tetap berada di dalam cangkang yang aku buat untuk mu ini. Dan akhirnya membuat mu kehilangan orang-orang yang berharga untuk mu... Lagipula kenapa kau takut, ada aku dan keempat saudara mu yang pasti tidak akan membiarkan semua tabir terbuka dengan jelas. " ujar Claude menenangkan.


" Apa kau tidak takut jika dia tahu tentang twins Q, dad? " Geya mencoba ingin mendengar apa yang dirasakan oleh Claude.


" Bohong jika aku tidak takut. Tapi dari pada takut aku lebih yakin pada keyakinan ku bahwa twins Q adalah anak-anak ku. Tidak akan ada yang meragukan itu semua, dan alasan yang pernah kau ungkapkan saat sebelum kita memutuskan untuk menikah. Akan tetap tidak akan terkuak.... " ucap Claude misterius.


...*********...


...Hola.... Hola..... ...


...Penasaran??? Pasti deh penasaran... Karena kita sudah akan memasuki inti dari permasalahan nya ya.. ...


...Kemarin ada yang komen buat Marisha keguguran, cuma aku punya alasan sendiri kenapa nggak kek gitu. Nanti di beberapa bab berikutnya bakalan aku jelasin ya... ...


...Tapi Terima kasih ya yang sudah mau komen dan like... Aku tunggu komen2 berikutnya dan like2 lainnya ya.... ...

__ADS_1


...🥰🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2