
Wartawan terus memenuhi depan gerbang mansion utama de Niels. Bahkan di depan JN Group dan semua anak perusahaan milik JN. Galen dibuat pusing dengan kinerja para pemburu berita itu karena sungguh tidak kenal lelah dan banyak sekali. Seolah semua stasiun televisi mengeluarkan semua karyawannya hanya untuk mengurus berita mengenai JN Group.
Meski awalnya saham JN Group dan anak perusahaannya sempat menurun, tapi karena Galen sudah kembali ke posisinya sebagai CEO setelah kembali dari Roma mengurus masalah pribadinya, semuanya kini sudah kembali normal meski harus mengurusi para pemegang saham luar dan klien yang menuntut penjelasan.
Galen bahkan sudah tidak tidur selama empat hari sejak berita itu disiarkan di semua berita kota di negara Italia. Galen dibantu semua anggota keluarga de Niels memantau berita ini jangan sampai keluar Italia karena justru akan semakin mempersulit posisi mereka dan pemerintahan.
Beruntung karena JN Group memiliki banyak kolega di bidang pertelevisian membuat berita tentang keluarga de Niels hanya sampai menyebar di Italia saja. Ada sangsi tersendiri dari pemerintah jika sampai berita ini bocor ke luar Italia.
" Tuan... Tuan muda Claude ingin bertemu dengan Anda.. " ujar Sekretaris dari Galen melalui sambungan intercom.
" Persilahkan masuk saja.. " sahut Galen dari dalam ruangannya.
Ceklek...
Pintu terbuka dan menampilkan wajah saudara ipar dari Galen itu. Claude tersenyum karena saat ini situasi telah berpihak pada mereka. Informasi yang secara tidak sengaja Geya ucapkan kemarin membuat mereka bisa menyusun strategi guna menangkap musuh dengan cara menjerat ekornya terlebih dahulu.
" H. E akan ikut turun tangan membantu JN agar lepas dari masalah ini.. Jadi jangan sampai kau tidak istirahat dan berakhir terbaring di rumah sakit bersama daddy. Akan ada beberapa wanita yang menangisi kondisi mu nantinya, termasuk istriku... " canda Claude tapi tersirat sebuah kekhawatiran.
__ADS_1
" Beberapa wanita, memangnya aku ini playboy.. " tanggapan Galen.
" Kau itu lebih parah dari playboy Len... " Claude tergelak sendiri karena berhasil menggoda iparnya itu.
Galen malas menanggapi karena memang posisinya saat ini pantas untuk digoda oleh iparnya yang juga rese seperti saudaranya yang lain itu. Galen menuju ke sebuah lemari penyimpanan dan mengeluarkan wine kualitas terbaik dan dua gelas untuk menyambut tamu tidak diundang ini.
Galen menuangkan wine itu ke gelas Claude dan gelasnya sendiri sebagai bentuk kesopanan dalam menjamu tamu. Claude langsung mengambil gelasnya dan mencium aroma wine yang Galen tuangkan tadi.
" Jeroboam of chateau mouton rotchild 1945...Aki tidak menyangka kau memiliki jenis wine ini.. Rasanya bagi ku selalu menarik jika dibandingkan dengan lainnya.
" Hoho... Koleksi yang cukup menarik, tidak heran jika karena pemilik bar dan club terbesar di Eropa jelas pasti paham tentang rasa yang nikmat.. " Claude mengangkat gelasnya bersulang dengan Galen.
Untuk sejenak keduanya larut dalam pikiran mereka masing-masing sambil menikmati wine yang nikmat ini. Claude sendiri juga termasuk penggemar minuman keras. Bukan untuk mabuk-mabukan, tapi untuk menemani ketika dia sedang bekerja juga untuk menghangatkan tubuhnya. Di bawah mansion mewah miliknya di Bel Air, terdapat gudang wine yang sangat luas, dan disana semua koleksi wine Claude berada.
Berhenti membahas tentang wine, Claude menyerahkan sebuah flashdisk berisikan beberapa bukti dan juga rekaman CCTV yang dia dapatkan dari meretas sistem keamanan kediaman Lucas meski hanya satu menit. Tapi sungguh dewi Fortuna berpihak padanya, dia mendapatkan rekaman CCTV yang paling penting dan paling bisa membantu semua rencana yang mereka buat sejauh ini.
" Jadi dia... " Galen sedikit terkejut melihat beberapa foto dan juga rekaman CCTV di layar laptopnya itu.
__ADS_1
" Hm... Jangan berpikir yang tidak-tidak.. Dia masih normal hanya saja orang itu adalah seseorang yang penting bagi hidupnya. Semacam memiliki nasib yang sama jadi merasa perlu untuk saling melindungi. " Claude buru-buru menjelaskan karena melihat dengan mata kepalanya sendiri tatapan Galen terlihat sedikit jijik atau apalah yang jelas tidak enak dipandang.
" Oooohhhh... Aku pikir dia belok.. " Galen nyengir kuda. Lucu juga melihat Galen menampilkan raut wajah seperti baru saja ketahuan tidak memakai ****** ***** 🤣🤣🤣🤣🤣
" Orang ku sudah mendapatkannya, dan setahuku dia hendak melarikan diri.. Mungkin disuruh kabur karena takut kita menargetkan nya.. " cerita Claude yang sudah mendapatkan kemajuan yang sangat baik dalam pekerjaannya.
" Jangan diapa-apakan.. Setidaknya orang itu tidak memiliki niat jahat pada kita.. "
" Hm... Tapi aku tidak menyangka pria berjuluk oblis berwajah malaikat bisa mengampuni musuhnya.. " cibir Claude.
" Kau sendiri tahu, bahwa disini keluarga kita juga sudah bersalah. Kita yang memulai jadi wajar saja kita mendapatkan pelajaran seperti ini... Manusia yang baik adalah yang sadar diri telah berlaku salah... " Galen memutar gelas wine di tangannya, kemudian menyesap nya sedikit.
" Hidup itu seperti wine, ada rasa manis, juga pahit.. Mungkin Lucas lebih banyak merasakan pahitnya karena itu dia menjadi seperti sekarang.. " lanjut Galen.
Claude mengangguk setuju, doa juga termasuk orang yang mengalami pahit dan manisnya kehidupan jadi dia paham betul apa maksud Galen. Sejatinya Lucas tidak benar-benar bersalah karena dia bergerak dibalik layar. Yang menjalankan memang orang-orang yang memiliki dendam dengan keluarga de Niels. Hanya saja, Lucas ikut menanamkan kebenciannya pada orang-orang yang mengincar de Niels itu.
Malam ini sepertinya akan menjadi malam penentuan bagi mereka semua. Bisakah mereka mendengar dengan jelas apa yang terjadi pada hidup seorang Lucas. Ataukah mereka akan bertarung dengan kelompok Lucas. Malam yang panjang akan segera tiba.
__ADS_1