DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Saling melengkapi


__ADS_3

Pagi yang cerah ini, Geya memilih duduk di balkon bersama dengan putra ketiganya, Alrescha Kira Smith Harley. Baby Alrescha sekarang sudah berusia empat bulan lebih, tubuhnya sangat gembul dengan kedua pipinya yang chubby, tingginya juga cukup untuk seusia bayi gembul itu, kulit berwarna sedikit gelap seperti daddynya, rambut juga berwarna gelap seperti daddynya, tapi dia memiliki garis wajah seperti mommynya. Membuat Geya selalu merasakan bahwa Alrescha adalah perpaduan dirinya dengan suami.


Geya paling senang berlama-lama menatap wajah putra kecilnya ini. Membuat hatinya senang dan damai secara bersamaan. Geya jadi penasaran, seperti apa anak keempatnya nanti. Apakah akan mirip daddynya atau lebih mirip dengannya. Memikirkannya saja membuat Geya tidak sabar untuk segera menantikan delapan bulan lagi.


" Seperti apa ya nanti adik mu ini Alres.. Apakah mirip dengan mu atau jangan-jangan adik mu ini adalah baby girl.. Coba tebak nak.. " Geya terkekeh melihat Alrescha yang terlihat bingung mendengar ucapannya


" Tapi sepertinya akan cowok lagi deh, mommy merasa begitu sayang. Soalnya kakak mu Quella ngotot sekali pengen adik cowok. Katanya nggak mau kalah saing cantiknya... Hahhahaah..." Geya tertawa renyah sekali.


Seseorang yang masuk ke kamar Geya dibuat ikut tersenyum ketika mendengar suara Geya tertawa begitu renyah di balkon kamar mereka. Orang yang baru masuk kamar ini adalah Claude, suami Geya. Setelah menerima telepon dari asistennya di LA sana, Claude mencari-cari keberadaan istrinya ini, ternyata dia justru di balkon kamar bersama dengan putra mereka.


Claude begitu bahagia karena kehadiran Alrescha dalam rumah tangganya. Keluarganya menjadi lengkap dengan adanya twins, Alrescha dan sekarang baby yang ada di kandungan istrinya. Claude sangat bahagia, rasanya tidak ada kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaan yang dia rasakan karena memperistri wanita sehebat Geya. Hingga memberikan empat anak dimasa-masanya mendekati hari tua.


" Baby... Aku mencari mu.. Hoho,,, my prince juga ada disini ya.. " Claude mengusap pipi gembul milik anak ketiganya itu.

__ADS_1


" Yes daddy... Aku berjemur disini sama mommy.. " sahut Geya menirukan suara anak kecil. Keduanya pun tertawa tapi mereka lebih tertawa senang lagi saat Alrescha ikut untuk tertawa juga.


" Lihatlah baby kita ikut tertawa lho... Dia tampan seperti ku dan aku harap dia akan sebaik dan sehebat mommy nya.. " harap Claude menatap teduh putra nya.


" Dia akan menjadi orang besar seperti mu, dad.. Dan bisakah aku meminta daddy melakukan sesuatu untuk ku? Ini tentang anak-anak kita dan seluruh kepemilikan kita.. "


" Apa maksud mu baby? " tanya Claude heran.


Geya pun mengutarakan semua yang dia inginkan terjadi pada keempat anaknya nanti. Tentang kepemilikan Geya dan Claude yang nantinya akan diserahkan pada keempat anak mereka. Awalnya Claude tidak suka dengan keputusan yang Geya ucapkan. Tapi Geya hanya tidak ingin jika ada masalah pada masa depan anak mereka nanti. Terlebih Geya tidak ingin anak-anak nya berebut harta. Meski tidak diajarkan untuk seperti itu, namanya sifat orang tidak akan ada yang tahu.


" Tapi ingat baby, mereka semua adalah anak ku. Twins juga anak ku, sampai kapan pun.. Aku tidak akan pernah mengn?las mengatakan itu bukan anak ku. Termasuk jika krj kau yang membeda-bedakan mereka.. " Claude memperingati dengan tegas.


Geya sempat tertegun sejenak ketika mendengar suaminya juga memperingati dirinya. Tapi Geya tidak marah ataupun kecewa, dia malah begitu bahagia karena dia tahu bahwa maksud suaminya ini adalah baik. Suaminya tidak ingin keempat anaknya dibedakan siapapun, yang berarti Claude mencintai anak-anak mereka tidak berat sebelah.

__ADS_1


Geya benar-benar merasa beruntung karena mendapatkan jodoh yang tepat, tanpa ada masalah di depan dan semoga di belakangnya nanti. Kini yang dia inginkan hanya hidup tenang, bahagia dan sejahtera bersama suami dan anak-anak mereka.


" Baby... Kurangi kebiasaan melamun ya.. Itu tidak baik.. " tegur Claude yang tahu istrinya tengah melamun.


" Ish daddy.. Aku nggak melamun, tapi aku memikirkan betapa beruntung nya aku karena memiliki daddy di dalam hidup. " ujar Geya langsung menempel manja pada sang suami.


" Hm.. Tentu saja baby, karena aku ini termasuk orang langka.. Maksudnya yang memiliki sifat seperti ku itu tidak lagi banyak yang hidup di dunia ini.. " Claude langsung membusungkan dadanya membanggakan dirinya sendiri.


" Hahahahahaha... Aku kira daddy itu termasuk mahkluk langka, ternyata sifatnya yang langka.. "


" Hahahahaha.. Kau pandai memutar balikkan kata sekarang... "


Jika manusia memiliki satu saja keinginan paling egois di dalam hidupnya, maka Geya dan Claude akan memilih untuk hidup dan mati bersama. Tidak akan yang ditinggalkan dan meninggalkan. Keduanya bersama di dalam hidup mereka dan mati mereka.

__ADS_1


Hal yang sangat jarang ditemui, seribu satu kisah dimana bisa mati secara bersamaan dengan orang terkasih kita. Lagi pula jika itu Claude, maka dia akan lebih memilih agar sang istri mendapatkan lebih banyak waktu hidup di dunia yang indah ini. Pernah tersakiti dan dikhianati oleh dunianya, membuat Geya menjadi pribadi yang rapuh di dalamnya. Andai tidak ada Claude, maka Geya yang penuh canda dan tawa itu tidak akan ada.


Sama halnya dengan Claude, jika dia tidak pernah bertemu dengan Geya. Maka hidupnya hanya akan monoton dan stuck di satu tempat saja. Dia pernah terkhianati cinta dan sahabatnya, jelas pasti dia akan menarik diri dari kehidupan bersosialisasi. Tapi lihat karena ada Geya, bahkan Claude tidak pernah sekali pun menyesal pernah dikhianati oleh orang lain, karena pengkhianatan itu membawanya pada wanita yang menjadi dunia Baru untuknya.


__ADS_2