DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Kenangan


__ADS_3

Sejak hari dimana Rouge membentaknya, Marisha memang lebih sering melamun. Dia merasa bahwa apa yang terjadi padanya ini mungkin adalah karmanya karena telah merampas pria yang dicintai oleh sahabatnya sendiri. Sungguh saat itu Marisha sama sekali tidak ada maksud berbuat seperti itu. Marisha berusaha untuk memendam rasanya yang dia pikir itu terlarang, sampai hari dimana Rouge merenggut apa yang menurutnya adalah harta paling berharga baginya.


" Maafkan aku Ge.... Mungkin ini adalah karma yang harus aku Terima. Menikah dengan pria yang tidak mencintai ku... " gumam Marisha terus menangis.


Langit Los Angeles pagi ini sangatlah mendung. Semendung hatinya, semendung takdirnya dan akan semendung cintanya. Marisha telah masuk ke kubangan lumpur, dan sudah terlalu dalam. Percuma jika dia berusaha untuk lepas dari kubangan itu, karena justru akan menyakitinya.


Flashback


" Oge..... Kenalkan dia Marisha, dan dia akan jadi sekretaris mulai hari ini... " ucap Geya dihari pertama Marisha berjumpa dengan Geya.


" Siapa yang memintamu mencari sekretaris untuk ku? " tanya Rouge begitu dingin dari nada bicaranya.


" Ck... Sudahlah Terima saja. Galen juga sudah setuju. Marisha ini lulusan terbaik di universitasnya dalam jurusan managemen. Jadi dia akan menjadi sekretaris yang kompeten... " Geya acuh...


" Sha... Kalau dia berani membentak mu, katakan pada ku... Aku akan menjewer telinganya.. " bisik Geya di telinga Marisha.


" Memangnya kamu berani? "


" Tentu saja tidak Sha... hahhaahhaah.... " Geya terbahak sendiri.


" Kalau begitu, mulailah bekerja!! " titah Rouge kemudian langsung meninggalkan dua gadis cantik itu di depan kantornya.


" Sabar ya Sha... Dia itu lemari es enam belas pintu. Kami satu keluarga saja kadang jengkel dengan sifatnya... " Geya berusaha membesarkan hati Marisha.


" Tenang saja. Aku akan bekerja dengan baik agar tuan Rouge tidak lagi berwajah dingin begitu... " Geya mengangguk.


Dua bulan berikutnya,,

__ADS_1


" Tuan... Saya antar anda ke apartemen anda ya... " bujuk Marisha saat Rouge sudah sangat mabuk.


" Gege.... Kenapa kau itu bodoh sekali.... sampai tidak bisa membaca hati ku.... Eh... Hati kok dibaca ya... Oge... Oge... kau bodoh juga.... " Rouge memukul-mukul kepalanya sendiri. Marisha berusaha untuk menghentikan itu semua.


Marisha mengantarkan bosnya ini ke apartemen pribadi milik Rouge yang tidak diketahui oleh keluarganya. Rouge biasa berada di apartemen ini ketika hatinya sedang tidak baik-baik saja. Seperti hari ini, dimana matanya kembali dibuka atas cintanya yang tidak akan tersampaikan...


" Ge... Maaf.... aku tidak seharusnya mencintai mu... Maafkan aku Gege... " Rouge bergumam sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.


Dengan dibantu security yang menjaga apartemen ini, Marisha membawa Rouge ke apartemennya sampai ke dalam kamar Rouge dan menidurkan Rouge di ranjangnya. Marisha memberikan tips kepada security itu dan memintanya untuk meninggalkannya berdua dengan Rouge. Niat hati sederhana, namun menjadi petaka baginya malam itu.


Hiks.... Hiks... Hiks...


Marisha menangis ketika pagi sudah datang. Semalam dia telah diperkosa oleh Rouge dan tidak mampu menolak. Selain karena tenaganya kalah kuat Marisha juga terkesan seperti menyerahkan tubuhnya karena dia dalam diam telah mencintai Rouge.


Eughhhh...


Lenguhan Rouge menandakan pria itu telah terbangun dari tidurnya. Saat dia akan bangkit dari ranjang, Rouge terkejut karena dia tidak mengenakan sehelai pakaian pun menutupi tubuhnya.


" Apa yang kau lakukan disini,, HAHHH.. " sentak Rouge marah.


" Hikss... Hikss.... ini semua karena anda tuan... " Marisha semakin menangis. Dia tahu semalam saat Rouge memperkosa nya, yang diucapkan Rouge adalah nama Geya.


" Karena ku kau bilang... Dasar Jalan** kau sengaja naik ke ranjang ku agar aku mau menikahi mu sehingga hidup mu yang miskin itu bisa naik... Dasar murahan... " bentak Rouge langsung bangkit dari ranjang. Namun matanya menyorot tajam pada tanda merah di ranjang. " ****... dia masih virgin... " batin Rouge mengumpat.


" Berapa uang yang kau mau? " tanya Rouge... Jika dipaksa bertanggung jawab tentu saja dia tidak mau.


" Apa maksud... maksud anda tuan? " Marisha terkejut mendengar ucapan Rouge.

__ADS_1


" Cih.... Jangan sok polos dan munafik kau... "


" Tapi aku tidak menginginkan itu tuan. Aku hanya ingin anda bertanggung jawab. Jika pun anda tidak mau melakukannya, tapi jangan menghina saya seolah saya adalah pelacur. Anda yang menarik saya ke ranjang anda, anda yang memperkosa saya, lalu sekarang anda menghina saya. Bunuh saja saya jika itu bisa membuat Anda lepas dari tanggung jawab... " Marisha berteriak di depan wajah Rouge.


Marisha yang frustasi, Marisha yang merasa terhina dan kotor, memilih berjalan ke balkon dan hendak menerjunkan tubuhnya. Rouge yang melihat hal itu langsung berlari menggapai tubuh Marisha..


" Kau gila.... Kau bisa mati... " sentak Rouge.


" Itu lebih baik daripada anda menghina saya... Huhuhu.... " Marisha menangis sangat keras di dalam pelukan Rouge. Hal itu membuat hati Rouge tergerak.


Rouge berusaha menerima kejadian yang dia dan Marisha alami semalam. Mungkin ini adalah jawaban dari semua pertanyaannya tentang cintanya pada Geya. Dengan bertanggung jawab pada Marisha, maka Rouge yakin bahwa Geya akan berhenti mencintainya dan meninggalkannya.


" Maafkan aku Ge... Ini terbaik untuk kita berdua... " batin Rouge.


" Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahi mu, tapi kau pasti tahu apa yang sedang aku alami... " ucap Rouge saat Marisha sudah tenang.


" Saya tahu anda mencintai Geya, tapi cinta anda tidak bisa membawa kalian bersama. " Marisha menunduk dan memainkan jemarinya karena gugup dan takut. Tadi saat dia mencoba bunuh diri, dia merasa ada sebuah keberanian yang mendatanginya. Sekarang jangan ditanya, dia begitu ketakutan menatap Rouge.


" Aku akan menikahi mu, tapi pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian semata. Jika kau hamil maka aku akan melanjutkan rumah tangga kita jika tidak hamil maka setahun setelah menikah kita akan bercerai... "


Ddduaaarrr.....


Ucapan Rouge bagaikan petir yang menghempaskan tubuh Marisha pada kenyataan. Siapa dia berharap pria seperti Rouge mau menerimanya, siapa dia jika dibandingkan dengan Geya yang adalah putri dari penguasa bisnis di Eropa. Tapi bagi Marisha penawaran ini tidak buruk meski jika dia mengiyakan, maka harga dirinya sama saja dibeli oleh Rouge. Tapi sekali lagi, manusia itu egois dan Marisha ingin sekali ini dia egois..


" Bagaimana? Pikirkan saja jika kau butuh waktu... " tanya Rouge.


" Aku setuju... Jika aku hamil setidaknya anak itu tidak akan menjadi anak haram. Tapi jika aku tidak hamil, maka meski aku tidak lagi virgin, tapi orang akan paham karena aku adalah janda. " Marisha menerima semua persyaratan itu.

__ADS_1


Flashback off...


Marisha masih menangis ketika semua ingatannya tertuju pada hari itu. Namun dia tidak lagi bisa mengatakan tidak atau pun pergi dari kehidupan Rouge karena dia kini hamil. Hanya saja, satu ketakutan dari Marisha.. Sebuah rahasia besar yang sengaja dia sembunyikan agar dia tetap. bisa menikah dengan Rouge. Rahasia yang telah dia aja sejak sebelum dia menikahi Rouge. Dan rahasia yang akan menghancurkan hidupnya jika sampai Rouge dan semuanya tahu akan hal itu...


__ADS_2