
Mata Geya melotot saat melihat sesuatu yang dia kenal namun tidak menyangka sama sekali bahwa apa yang dia kenal itu berada di dalam walk in closet milik Claude. Geya yang tengah menajamkan penglihatannya karena takut salah, justru dikagetkan dengan seekor cicak yang terjatuh dari dinding dan hampir saja mengenai dirinya..
" Aaarggghrhhhhh.... " teriak Geya terkejut.
BRAKKK
" Baby, are you okay? " Claude langsung menerjang masuk ke walk in closet ketika mendengar teriakan Geya.
" Aaarggghhhhhh.... " Geya kembali berteriak saat melihat apa yang sedang dikenakan oleh Claude. Atau lebih tepatnya Claude tidak mengenakan apapun sehingga terlihat sesuatu yang mirip belalai gajah, namun terlihat sangat keras dan kaku.
" Mata cantik ku ternoda... " gumam Geya shock.
Claude baru menyadari bahwa Geya berteriak karena dan lekas berlalu ke kamar mandi mengambil handuk atau apa saja yang bisa menutupi harta karun berharganya. Tempat sumber kehidupan calon keturunannya nanti.
" Oh God... I'm gonna be crazy.... " Malu sekali rasanya Claude sekarang ini. Untuk bertemu dengan Geya saja Claude terasa sudah tidak mampu...
" Daddy... are you okay? daddy.... " Geya memanggil dari luar karena merasa bahwa suaminya ini tengah berada di dalam kamar mandi dalam kurun waktu yang cukup lama jika hanya untuk mandi dan berpakaian. Tapi mengingat pakaian mereka ada di walk in closet yang menyatu dengan kamar mandi dan bagian kanan kamar mewah Claude, rasanya ini sudah sangat lama sekali.
Geya terus meneriaki Claude yang tengah menahan malu di kamar mandi. Claude berdecak kesal karena Geya seolah tidak tahu bahwa dirinya terlampau malu. Dan paling mengesalkan adalah istrinya ini terus menggedor kamar mandi. Karena tidak mau terus berada di dalam ruangan yang digedor oleh istri sendiri, Claude pun keluar kamar mandi dengan mengenakan bathroop berwarna hitam..
" Kenapa lama sekali daddy? Apa daddy sakit? " tanya Geya, tapi entah mengapa yang dilihat Geya justru kepala bawah Claude, bukan bagian atas dan wajah Claude.
" Baby,,, kemana mata mu melihat??!! " tegur Claude yang membuat Geya kelabakan karena malu.
__ADS_1
" Ah... em... em... itu... aku... mau... eh,, aku tadi mau bertanya apa ya kok jadi lupa... " ucap Geya menahan malu.
" Baby, katakan apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kau menginginkan yang ini.... " alis Claude naik turun menggoda istri kecilnya.
" Ya Tuhan,,, suami ku kenapa mesum sekali.... " batin Geya tersenyum kikuk.
Geya menatap ke arah yang membuatnya tadi terkejut. Sesuatu yang tidak pernah dia sangka akan dapat dia lihat lagi setelah melelangnya dua tahun yang lalu. Sesuatu yang dia tahu berhasil didapatkan oleh pengagum karya lukisannya. Geya beralih menatap Claude, dia merasa ragu untuk bertanya tapi melihat kembali ke beberapa waktu yang lalu, Geya tahu bahwa suaminya ini adalah pengagum rahasia, mungkinkah bahwa benar Claude adalah pria yang mengaku menjadi pengagumnya.
" Kenapa Baby? " tanya Claude yang bisa membaca raut wajah ragu dan bingung di wajah Geya.
" Boleh bertanya sesuatu, tapi tolong bisa daddy jawab dengan jujur? " tanya Geya ragu.
" Tentu... Bukan kan awal dari berhasilnya sebuah hubungan adalah kejujuran dan percaya... " Geya menghembuskan nafas lega mendengar statement dari suaminya ini.
" The forbidden city..... Apa daddy tahu siapa yang melukisnya? " tanya Geya...
" Darimana daddy mendapatkannya? "
" Pelelangan... " Claude tersenyum penuh arti.
Geya mengangguk, namun dia telah mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahunya beberapa waktu yang lalu. Dengan jawaban dari Claude barusan, Geya bisa menarik kesimpulan bahwa praduganya benar adanya.
Geya tersenyum dan langsung memeluk tubuh pria dewasa yang mampu mengalihkan seluruh dunianya. Dengan kenyataan yang baru saja Geya dapat, dirinya semakin yakin bahwa pria inilah pria pendamping hidupnya hingga akhir hayatnya.
__ADS_1
" Ck... Bagaimana bisa daddy tidak mengatakannya pada ku? Apa sengaja biar aku tahu sendiri? " protes Geya dengan bibir yang mengerucut.
" Hihihihi... Nggak gitu juga baby... Aku hanya ingin kamu bisa jatuh cinta pada ku karena aku satu-satunya pria yang bisa membuat mu jatuh cinta. Bukan karena diri ku yang merupakan pengagum rahasia mu selama ini. Dan lagi aku baru tahu tadi jika kau adalah Edelwaise... " Claude mencium bibir Geya yang mengerucut tadi.
" Ish... Kenapa cium-cium sih? "
"Because you are my wife and I love you so much.... Hahahahahahahaha.... "
Tawa Claude dengan suara bass nan menggetarkan jiwa itu menular pada Geya. Tak menyangka saja bahwa mereka berdua sudah saking mengenal sejak Geya menjadi seorang penulis meski dengan nama samaran mereka masing-masing. Namun ketika sebuah takdir mempertemukan mereka dalam bentuk diri yang sebenarnya, mereka tetap ditakdirkan bersama karena memiliki sesuatu yang selalu saling tarik menarik dengan satu sama lain seperti magnet.
" Tidak aku sangka kita sudah saling mengenal sejak dulu... Tahu jika Edelwaise adalah wanita yang begitu cantik, sudah aku kejar kau dari dulu baby... " Claude menggoda Geya.
" Tapi jika kau dulu sudah datang, mungkin aku tidak akan melirik mu karena aku begitu mencintai pria itu. " ucap Geya. Dia tahu dulu dia begitu cinta mati pada Rouge sampai disakiti berulang kali oleh pria itu Geya tetap memaafkan.
" Belum tentu... Aku yakin jika dulu sudah berhasil mengejar mu, maka kau hanya akan mengenal pria bernama Claude Smith Harley... " canda Claude. Namun anehnya Geya tetap diam dan tidak tertawa seperti tadi.
Claude menunduk menatap wajah Geya yang bersembunyi di dada bidang miliknya. Claude begitu terkejut saat tahu bahwa Geya menangis, dan segera saja pria itu menenangkan Geya. Claude bertanya berulang kali apa yang membuatnya menangis, tapi Geya tetap diam saja.
" Ge, tell me... Why you cry? " sekali lagi Claude bertanya. Kedua tangannya masih setia mengusap punggung Geya yang bergetar.
" Aku marah pada mu... Kenapa tidak sejak dulu kau mengejar ku? Kenapa baru sekarang setelah aku merasakan titik terendah dalam hidup ku? Andai kau datang lebih awal, maka aku tidak akan menderita seperti ini.. Aku kesal padamu, aku marah pada mu... " ujar Geya tidak terlalu jelas karena sambil menangis. Tapi Claude yang memiliki telinga setajam kelelawar masih bisa mendengar semuanya.
" I'm sorry baby... It's all my fault... Aku akan menebus kesalahan ku ini dengan memberikan seluruh hati dan hidup ku pada mu... don't cry.... okay... "
__ADS_1
Ssssrrruuuuutttttt
Geya membuang ingusnya di bathroop milik Claude. Hal itu membuat pemilik bathroop itu meringis karena tidak menyangka istri kecilnya bisa berti dak sejorok ini. Ingin protes namun Geya sudah memberikan tatapan penuh ancaman karena itu Claude terpaksa diam saja. Daripada dia semakin jauh dari gawang.... 🤣🤣