DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Setengah diri ku yang lain.


__ADS_3

Seorang pria dengan usia yang sudah senja berjalan dengan langkah cepat menyusuri lorong menuju sebuah kamar yang berada di tempat paling ujung mansion besar miliknya. Hatinya tidak tenang, ada sebuah duka dan luka menyelimuti hati itu. Tujuan pria tua ini hanya satu, dia ingin segera menemui putranya. Atau bisa dibilang seseorang yang dia anggap sebagai putranya.


Tidak terdengar suara ribut apapun di kamar sedang dituju pria ini. Dia pun menghela nafas sedikit lega meski tidak sepenuhnya perasaan tidak enaknya ini hilang. Pria tua ini tahu, siapa pun yang ada di dalam kamar itu sekarang ini pasti perasaannya sedang hancur dan keadaannya tidak baik-baik saja. Pria tua ini takut jika penyakit jantung bawaan anak itu akan kambuh setelah berita menyakitkan yang didengarnya.


Ceklek...


" Shouken.. "


" PERGI!!!! AKU BENCI MELIHAT MU... SEKARANG JUGA PERGI KAU!!!! " seorang pria yang dipanggil dengan nama Shouken, meneriaki pria tua yang berdiri mematung mendengar bentakan dari pemuda yang dia rawat sejak bayi dengan kedua tangannya.


" Tuan muda... Anda tidak boleh berbuat seperti itu.. " seorang pria yang juga sudah berumur menegur pemuda bernama Shouken itu.


" Tidak boleh kau bilang??? Karena dia daddy ku meninggal.. Karena dia hidup ku berantakan.. Karena dia aku kehilangan sesuatu yang bahkan belum pernah aku genggam.. " sentak Shouken.


" Aku tidak membunuhnya.. Kau tahu itu.. " akhirnya pria ini berucap setelah bisa menguasai dirinya


" Tidak kau bilang? Bukankah syarat yang kau ajukan agar aku tetap di sisimu adalah dengan menjaga keluarga kandung ku.. Tapi lihat, sekarang daddy ku meninggal dunia, padahal dia belum tahu siapa aku yang sebenarnya.. " Shouken berujar dengan sangat dingin. Matanya menatap pria tua itu penuh kebencian.


" Dia tahu kau putranya... Disaat terakhirnya dia tahu bahwa kau adalah putranya... Dia melakukan tes DNA pada mu saat kalian dirawat di rumah sakit yang sama saat itu.. Dan tujuan ku kemari ingin menyerahkan ini, buka dan lihatlah.. Dia daddy mu.. " pria tua itu menyerahkan sebuah flashdisk pada Shouken. Kemudian dia langsung pergi dari kamar itu. Kamar yang sudah kacau seperti kapal karam.


" Tuan besar.. "


" Tidak apa... Siapa saja akan bersikap seperti itu ketika kehilangan.. Jangan diambil pusing, aku tahu Shouken adalah anak yang pandai dan bisa memutuskan dengan baik dan tanggung jawab.. " ucap pria tua itu kemudian berlalu menuju ke ruangannya sendiri.


Di dalam kamarnya, Shouken langsung menuju ke laptop mikirnya yang beruntungnya belum dia hancurlah karena kesedihan yang merasuk ke relung hatinya tadi. Lama Shouken menunggu, namun apa yang ada di dalam flashdisk itu membuat tubuh Shouken menegang.


" Daddy.. " ucap Shouken.


" Hei son... Aku yakin ketika kau melihat video ini aku pasti sudah tiada.. aku sengaja menitipkan ini pada ayah mu karena aku ingin menyapa mu sebelum semuanya dalam hidupku berakhir. "


Tubuh Shouken sudah bergetar karena menangis. Dia merindukan suara ini, merindukan pria yang wajahnya hampir mirip dengannya ini. Shouken merindukannya, rasanya dia ingin membawa tubuh lemah pria yang dia sebut daddy itu ke dalam pelukannya.


***Son.. Maafkan daddy..


Sejak awal daddy tahu kau putra ku tapi daddy tidak berani mengakuinya di depan mu karena rasa bersalah ku atas apa yang dulu terjadi pada mu dan mommy mu..


Karena kebodohan ku kalian celaka hingga akhirnya kau dibawa oleh ayah mu yang sekarang. Aku sangat berterima kasih untuknya karena menyelamatkan mu saat itu.. hingga bisa memberikan hadiah terakhir untuk ku sebelum aku mati, melihat belahan hidup ku dan mommy mu dalam diri mu, son.


Bolehkah jika daddy meminta tolong pada mu untuk menjaga mommy dan saudara mu lainnya?

__ADS_1


Terdengar tidak tahu ya, karena meminta pada mu yang selama ini tidak pernah aku curahi kasih sayang. tapi, mommy mu pasti akan hancur tanpa daddy dan yang bisa menenangkannya hanya diri mu, son***..


" Tentu dad... Tentu aku pasti.... pasti... akan menjaga mereka... Itu janji ku... " Shouken menjawab seolah dia sedang melakukan panggilan video dengan daddy nya.


***Aku menyayangi mu son..


kau adalah hadiah terindah di akhir hayat ku..


Terima kasih telah hadir di dalam hidup daddy di mana-mana akhir daddy.. kau seperti oase di tengah padang gurun.. aku menyayangi mu nak, selalu sejak dulu hingga selamanya.


Love you, son..


Daddy pamit***..


Video pun terhenti. Shouken luruh ke pantai dan kembali menangis karena sungguh tidak menyangka jika sang daddy mengetahui jati dirinya sedari awal. Rasanya Shouken sedikit kesal, kenapa daddy nya tidak mengatakan semua itu dari pertama kalo, sehingga dia dan daddy nya bisa membuat kenangan lebih banyak lagi dari enam bulan terakhir ini.


Tapi Shouken paham, bahwa pasti daddy nya tidak bisa melakukannya karena merasa bersalah atas apa yang menimpa mereka dulu sebelum Shouken terlahir ke dunia ini. Tapi sungguh, dalam hatinya, Shouken tidak pernah menyalahkan kedua orang tua kandungnya atas apa yang terjadi. Bagi Shouken, kedua orang tuanya adalah harta berharga yang dia jaga dari jauh.


************


Mansion mewah milik keluarga Smith Harley di Bel Air, terasa begitu sepi sekali. Suasana di dalam mansion ini masih dipenuhi dengan kesedihan. Semuanya bersedih, tidak satu pun terkecuali. Bahkan para pekerja di mansion ini pun juga sama seperti tuan mereka, menangisi kepergian tuan besar mereka.


" Dimana mommy bang? " Alrescha bertanya ketika berpapasan dengan Quon. Dia mencari mommy Geya mengelilingi mansion tapi tidak menemukannya.


" Biarkan mommy sendiri Alres... Tinggalkan mommy.. " Quon mencekal lengan Alrescha ketika sang adik ingin menghampiri mommy mereka.


" Tapi bang...? "


" Mommy butuh waktu untuk sendiri... Mommy akan baik-baik saja. " Alrescha mengangguk, dia membatalkan niatnya untuk menemui sang mommy dan pergi bersama Quon untuk melihat keadaan Quella yang sama hancurnya dengan sang mommy.


Di ruang kerja Claude, Geya menatap kosong foto pernikahan mereka dua puluh tujuh tahun silam. Wajah selalu yang paling tampan bagi Geya selama dia hidup. Setetes demi setetes air mata Geya meluncur begitu saja tanpa permisi. Wajar, karena dia telah ditinggalkan oleh pria yang menjadi hidupnya selama dua puluh tahun lebih itu.


" Daddy... Kenapa daddy nggak ajak aku pergi? Kenapa ninggalin aku dad? " ucap Geya menatap kosong kursi kerja milik Claude.


Geya seperti melihat siluet Claude duduk di kursi itu, tengah tersenyum melihatnya. Geya mendekat ke kursi itu, mengusap sandaran kursi yang selama ini selalu menjadi tempat yang sering Claude duduki. Geya menangis menatap ini semua, rasanya begitu sepi. Hatinya terasa memiliki lubang besar setelah kepergian Claude.


" Apa ini? " Geya menemukan sebuah kertas yang dilipat rapi di atas meja kerja Claude. Penasaran, Geya pun membukanya dan mendapati tulisan tangan Claude di sana.


***My dear baby...

__ADS_1


Sorry... I'm sorry karena nggak bisa menepati janji aku untuk menua dan menjemput ajal bersama mu.. maaf ya baby, aku curi start duluan, karena rasanya aku sudah tidak kuat baby..


Entah kapan, tapi ketika kamu menemukan surat ini berarti aku sudah tiada. Maaf untuk semua rasa sakit dan air mata yang aku tinggalkan karena kepergian ku.


Baby,, aku punya kabar baik..


Meski aku pergi, aku meninggalkan sebagian diri ku pada putra bungsu kita.. Putra bungsu kita masih hidup baby, sekarang dia berada di tempat yang sangat dekat dengan mu.. Temui dia, rangkul dia dan berikan kasih sayang yang tiada tara padanya yang selama ini tidak bisa merasakan kasih sayang seorang mommy. Sayangi dia melebihi putra dan putri kita yang lain karena dia kosong..


Putra kita tumbuh menjadi pria tampan dengan sejuta pesona sama seperti daddy nya.. Aku yakin sebentar lagi dia akan menemui mu, jangan marah padanya karena tujuan dia tidak pernah bersama kita demi melindungi kita semua..


Aku lelah baby.. Tangan ku rasanya sudah lemas.. Aku harus pamit pada mu, sampai kita bertemu di alam yang lain.. Aku akan menunggu mu disana nanti.


Yang selalu mencintai mu..,


Claude***.


Tubuh Geya bergetar hebat. Informasi yang diberikan oleh suaminya padanya ini adalah hal yang sangat mengejutkan untuknya. Putra bungsu mereka masih hidup, artinya bayi yang Geya lahirkan saat dia mengalami kecelakaan itu masih hidup, lalu bayi siapa yang dikatakan meninggal dunia itu.


Tidak ingin terlalu lama menunggu jawaban yang tidak akan pernah ada yang bisa menjawabnya selain 'dia'. Akhirnya Geya lekas kembali keluar mansion, menuju ke tempat dimana suaminya di makamkan. Tempat pemakaman milik pribadi keluarga Smith Harley.


Geya terus berlari sampai ke tempat tujuannya, makam suaminya. Tanahnya masih merah, bunga-bunga yang bertaburan disana juga masih segar. Geya menatap sekeliling, tapi tidak ada orang sama sekali. Mungkinkah, anak itu belum siap bertemu dengannya. Lalu dimana Geya harus mencari keberadaan anak itu.


" Mom... Mommy.. " Geya tersentak saat mendengar seseorang memanggilnya mommy. Begitu Geya berbalik, dia sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya.


Pemuda ini, sudah beberapa kali Geya bertemu dengannya. Di rumah sakit saat Claude di rawat, terakhir di mansion SH saat mendiang Claude mendapatkan penghormatan terakhir nya. Jadi selama ini, putra bungsunya sudah berkeliaran di sekitar mereka. Hanya saja dia yang tidak pernah bisa membaca maksud dari putranya ini.


" Anak nakal... Kenapa tidak pernah mengatakan apapun pada mommy?? " Geya langsung merentangkan tangannya yang sedetik kemudian, seorang pemuda memeluknya dengan erat.


" Maafkan aku mom.. Aku tidak tahu harus mengucapkan apa untuk mengatakan semuanya... Aku merindukan mu mom, aku menyayangi mu mommy... Sorry,, soal daddy aku nggak bisa menyelamatkan daddy.. " pemuda ini terus saja menangis dalam pelukan Geya.


" Kau sudah sebesar ini, tapi masih bisa menangis seperti anak kecil.. Memang benar putra ku dan daddy ya.. " ledek Geya dengan terus tersenyum bahagia. Rasanya tidak ada yang bisa mengungkapkan rasa yang Geya alami saat ini.


" Boleh tahu siapa nama mu nak? " tanya Geya.


" Shouken mom... Nama ku Shouken Nytopilic Cynfadel... Eh salah... Nama ku Shouken Nytopilic Smith Harley.. " ucap pemuda itu.


Terima kasih daddy.. Kepergian mu masih meninggalkan setengah diri mu pada putra kecil ku.. Terima kasih, kau masih memberikan dunia lain untuk ku bisa bersandar dan hidup....


...***************...

__ADS_1


...TAMAT...


...TIDAK BUTUH KATA DALAM KITA MENCINTA, HANYA BUTUH BUKTI NYATA BAHWA KITA MENCINTAI DIA... ...


__ADS_2