
Pov Claude,,
Menikahi seorang wanita yang usianya beada jauh dibawah mu, adalah sebuah cobaan lain dari apa yang disebut dengan cinta. Aku, jatuh cinta pada seorang wanita yang sepuluh tahun lebih muda dari ku. Awalnya aku ragu untuk dekat dengannya, tapi mengingat usia ku yang sudah tidak muda lagi, tidak mungkin kan jika aku akan selamanya melajang. Jadi aku beranikan diri saja, bermodalkan percaya diri dan kehidupan ku yang sudah mapan, aku menyatakan perasaan ku padanya.
Empat tahun aku lewati bersama wanita itu, dan aku benar-benar beruntung mendapatkannya sebagai istri ku. Bodohnya pria yang telah meninggalkannya dulu, tapi aku bersyukur karena dengan itu aku bisa bersama dengannya. Kami sudah dikaruniai tiga anak dua diantaranya kembar. Meski mereka bukan darah daging ku, tapi sampai mati pun mereka anak ku. Aku yang berada disisi mereka dan ibunya sejak masih dalam kandungan,jadi wajar kan jika aku mengatakan mereka adalah anak ku.
Bersama wanita ini, aku yang sendiri, aku yang tidak memiliki orang tua dan keluarga , jadi memiliki semua itu. Kedua orang tuanya menyayangi sama seperti menyayangi anaknya sendiri. Aku bahkan punya saudara, punya paman dan bibi, juga punya ipar karena menikahi istri ku ini. Terdengar konyol memang, tapi bagi ku yang besar di panti asuhan, apa yang istri ku berikan pada ku adalah sebuah hal yang mengagumkan.
Terkadang merasa malu, karena selain membawa tubuh dan harta saja, aku tidak punya sesuatu yang layak untuk istri ku. Menikahi ku membuatnya tidak bisa menjadi menantu dan saudara ipar karena kau tidak memiliki keluarga lagi di dunia ini. Aku sebenarnya sedih melihat istri ku seperti ingin sesuatu yang tidak bisa aku berikan itu, sebuah keluarga untuknya. Beruntung dia memiliki keluarga jadi sangat peduli dengan diri ku yang tidak punya keluarga lagi.
__ADS_1
Hari ini aku di sidang karena telah membuat Geya hamil lagi, padahal anak kami yang ketiga baru berusia empat bulan. Sungguh hamilnya Geya itu suatu yang tidak kami sengaja, karena seingat ku hanya sekali kami melalui proses pembuatannya. Aku pun tidak tahu jika istri ku tidak KB lagi setelah melahirkan baby Alrescha.
Tapi bisa apa jika memang sekarang kami akan punya anak lagi. Toh itu bagus malah bagi ku, karena usia ku yang sudah kepala empat ini tapi masih diberikan kesempatan memiliki anak lagi. Terlalu lama dulu aku menduda, lima belas tahun aku menduda, dan sekarang aku ada istri, aku ingin punya keluarga besar dimana aku punya banyak anak. Toh harta ku tidak akan habis jika aku bagi empat kan.
Aku tidak tahu apa yang membuat diri ku sampai benar-benar tidak bisa lepas dari pesona Geya bahkan sejak pertama kali aku melihatnya dulu. Bertemu wanita juga tidak satu dua kali saja setelah aku menduda, tapi entah kenapa hanya Geya yang berbeda. Dalam dirinya ada sebuah magnet yang jika aku mendekat maka aku akan tertarik untuk terus berada didekatnya dan tidak ingin terpisahkan.
Oh, ya... Aku pernah tidak sengaja mendengarnya bertengkar dengan Rouge dan ucapan yang dia lontarkan saat itu benar-benar membuat diri ku tidak berdaya. Sebuah kalimat yang menjadikan diri ku begitu berharga. Sebuah kalimat yang menjadikan ku pria paling berarti dalam hidupnya. Bahagianya aku mendengar kata-kata itu dari mulut Geya.
Setiap hari kata-kata itulah yang terus aku ucapkan ketika kami sama-sama sudah berada di atas ranjang untuk menutup hari dengan tidur. Setiap harinya aku selalu mengatakan itu agar aku tahu bahwa aku harus membuat wanita telah menyempurnakan hidup ku ini bahagia.
__ADS_1
Sejujurnya ada satu kekhawatiran yang selama beberapa bulan ini aku pendam sendiri. Masalah tentang pembayaran jasa yang sudah seorang pria misterius yang membantu ku mendapatkan identitas Lucas saat itu. Bantuannya mengharuskan ku suatu hari nanti memberikan apapun yang dia inginkan, dan entah kenapa perasaan ku tidak enak akan hal itu.
Aku ingin berbagi dengan istri ku tapi kondisi dia yang saat ini sedang hamil, membuatku mengurungkan niat ku. Takut istri ku stress dan berakibat pada kandungannya. Aku tidak ingin suatu yang buruk terjadi pada istri dan anak dalam kandungannya, karena aku tidak bisa hidup tanpa istri ku. Rasanya aku ingin mati saja jika sampai aku kehilangannya.
Ngomong-ngomong soal Rouge, perubahan yang dia alami saat ini membuat ku lega. Meski harus merenggut kebebasan Marisha hingga membuat wanita itu koma, tapi peristiwa itu menjadi titik balik Rouge untuk menyadari perasaannya yang sesungguhnya pada Marisha. Tidak mungkin hidup bersama selama empat tahun tidak muncul perasaan apapun. Dua anak sudah mewarnai kehidupan pernikahan kita.
Aku tahu dia hanya penasaran pada istri ku yang selama ini hidup bahagia bersama ku. Tentu saja karena apapun akan aku berikan padanya, bahkan jika Geya meminta langit pun aku akan memberikannya. Tapi rupanya penasaran dari Rouge itu membuat semuanya berjalan sangat kacau saat itu. Pernikahannya dengan Marisha menjadi kacau bahkan terancam kini bubar karena masalah itu.
Aku selalu memandang bagaimana hubungan rumah tangga orang lain, bukan untuk membandingkan dengan keharmonisan keluarga ku. Hanya saja aku selalu mengambil hikmah dan petuah dari rumah tangga orang lain. Aku belajar dari mereka bagaimana menghadapi pasangan dan apa yang harus aku lakukan demi pasangan. Pernikahan ku yang pertama gagal karena aku acuh pada istri ku, jadi jangan sampai aku gagal di pernikahan yang kedua karena itu artinya aku akan kehilangan separuh nafas ku.
__ADS_1
Jangan,, jangan sampai hal itu terjadi, karena jika aku kehilangan istri ku ini, maka aku lebih baik mati. Aku bahagia dan bisa sampai ditahapan ini karena istri ku, lalu aku harus melepaskannya begitu saja. Sampai mati pun tidak, bahkan jika nyawaku taruhannya, maka aku lebih baik mempertaruhkan nyawa ku daripada kehilangannya.