DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Teh best uncle


__ADS_3

Claude tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Geya dan cerita yang baru saja dia dengar dari Rouge dan Marisha. Mereka saling kenal lalu kenapa jadi bermusuhan. Bukankah pasti jelas ada sebuah masalah yang membuat persahabatan mereka menjadi sebuah permusuhan. Tapi ketika ditanya, ketiga orang yang ada didepan Claude ini tidak tahu permasalahan apa yang terjadi di masa lalu sehingga membuat semuanya menjadi seperti ini.


" Mana mungkin tidak terjadi apapun, buktinya mereka mendendam pada mu Rouge.. " Claude rasanya sudah tidak bisa bersabar menghadapi kelemotan Rouge. Lihat semuanya berantakan juga karena pria satu ini.


" Tapi sungguh aku tidak tahu.. Pippin dan Pomela tidak pernah terlihat masalah dengan kami bertiga. Lagipula semuanya berjalan dengan baik saat itu,, eh tapi... " tiba-tiba saja Rouge seperti mengingat sesuatu.


" Apa? " Geya balik bertanya karena yang ditatap Rouge dengan wajah menuntut adalah Geya.


" Saat kita ke club Galen waktu itu, bukanlah Pomela pulang dulu karena mabuk kan? " Geya mencoba mengingat kejadian saat itu. Tapi seingatnya memang seperti apa yang Rouge katakan saat ini. Jadi Geya mengangguk.


" Lalu setelah kejadian itu, Pomela menjauh dari kita dan terakhir, saat mereka berdua diadopsi, mereka menghilang dari sekolah kan? " ujar Rouge mencoba mencari kebenaran dari ingatannya.


" Eh.... Rasanya begitu.. Aku ingat betul kejadian itu karena saat itu dia satu kelompok seni dengan ku, tapi selama satu minggu dia tidak masuk sekolah. Pada akhirnya guru mengatakan mereka berdua, baik Pippin maupun Pomela, diadopsi oleh keluarga yang tinggal di luar negeri jadi mereka pindah.. " ujar Marisha.


" Kalau begitu dimana titik permasalahannya? " Claude memijat pangkal hidungnya karena pening.


Satu misteri terpecahkan tapi misteri yang lain justru muncul. Tidak akan ada asap jika tidak ada api, begitu pun dengan masalah yang kini tengah mereka hadapi. Tidak mungkin kedua orang itu merencanakan balas dendam jika tidak ada sebab awalnya. Tapi, ketiga orang yang memiliki sangkut paut dengan kedua orang itu bahkan tidak merasa melakukan kesalahan, lalu dimana letak awal permasalahan itu.


Dipikir berulang kali pun, tetap tidak ada yang tahu bagaimana awal mula masalah ini. Cara penyelesaian pun tidak akan bisa diputuskan jika sebabnya saja mereka tidak tahu. Lalu apa yang harus mereka lakukan? Apakah harus mendatangi mereka. Oh mungkin itu jalan keluar saat ini.

__ADS_1


" Kau tahu keberadaan mereka? " tanya Rouge.


" Hm... Mereka ada di Australia.. Tepatnya di Sydney.. " ujar Claude.


" Jauh sekali... " celetuk Geya tidak percaya. Pantas saja kedua temannya itu menghilang bak ditelan bumi, karena sudah pindah benua lain dan jaraknya cukup jauh sekali dari tempat mereka bertemu pertama kali.


" Kalau begitu kita ke sana.. Dengan begitu, dengan kita menemui mereka, kita bisa bertanya apa yang sebenarnya terjadi.. " putus Rouge. Dia akan mempersiapkan keberangkatannya dengan Claude karena kondisi Geya dan Marisha tidak memungkinkan untuk ikut.


...*****************...


Di belahan bumi lain, tepatnya di Sydney, Australia, seorang pria yang begitu tampan dan sangat gagah diusia yang matang pula, tengah berada di sekolah keponakan gadisnya. Dia harus menjemput keponakannya ke sekolah karena terakhir kali dia mendapatkan laporan jika keponakannya ini membolos sekolah dan pergi ke mall dengan teman-temannya.


" Lama sekali... " gerutu pria yang terlihat tampan diusia yang sangat matang itu. Semua mata wanita, wali murid puji hanya tertuju padanya sejak beberapa menit yang lalu dia datang.


" Mungkin nona muda masih ada beberapa hal di kelas yang harus diselesaikan tuan muda.. " ujar pria lain yang diketahui sebagai asisten dari pria yang tengah menjadi pusat perhatian semua orang itu.


Tak jauh dari posisi pria itu menunggu, terlihat sang keponakan berjalan bersama dengan teman-temannya. Terlihat teman gadis itu histeris senang melihat paman teman mereka yang memiliki julukan hot uncle. Sungguh anak-anak jaman sekarang selalu mencari yang tampan dan kaya.


" Ve.. Lihat uncle mu disana... Ya ampun,, OMG damage nya itu lho... Tante-tante aja tuh pada terpesona.. " ujar teman Veasha.. Keponakan dari pria yang menjadi perhatian itu.

__ADS_1


" Jelas dong.. Uncle siapa dulu.. " Veasha membusungkan dadanya dengan percaya diri sekali.


Tidak lagi mempedulikan temannya yang masih menyanjung pamannya, Veasha lekas berlari ke arah pamannya itu dan langsung memeluknya. Pria yang dipeluk itupun langsung tersenyum sumringah karena mendapati keponakannya kini berada di dalam pelukannya.


" Uncle... Udah lama nunggu? " tanya gadis kecil itu terlihat sangat manja.


" Hm... Lima belas menit delapan detik,, apa yang membuat mu lama sekali keluar? " tanya pria yang dipanggil uncle itu mencubit pelan hidung keponakannya.


" Karena guru ku itu benar-benar menyebalkan sekali,, mereka bilang aku terlalu cantik sampai membuat beberapa siswa bertengkar karena ku. Jadi guru BP tadi memanggil ku sebagai saksi dalam perkelahian teman sekelas ku yang berebut ingin pergi ke pesta bersama ku.. " cerita Veasha langsung menggandeng pamannya menuju ke mobil. Lama-lama dia jengah juga dengan tatapan memuja yang dilayangkan wanita tidak tahu umur yang menatap uncle ya begitu mupeng.


" Ck... Selalu seperti itu? Apa teman mu sekelas itu tidak pernah melihat gadis cantik.. Benar-benar memalukan sekali, bertengkar karena wanita.. " gerutu pria itu.


" Apa paman tidak akan berebut dengan orang lain jika ada pria yang menginginkan ku? " Veasha menaik turunkan alisnya bermaksud menggoda sang paman.


" Maka orang itu harus bersiap untuk bertemu dengan ajalnya jika berani menginginkan keponakan cantik ku ini.. "


" I love you, uncle.. You're the best in my lift, forever... " Veasha mencium pipi pamannya kemudian pulang bersama.


Pria yang satu mobil dengan Veasha langsung membuka ponselnya ketika merasakan getaran di dadanya. Pria itu tersenyum smirk, ketika anak buahnya mengatakan bahwa musuhnya akan datang ke kandangnya sendiri.

__ADS_1


" Bersiaplah... Kau akan membayar atas apa yang kau lakukan pada Pome... " batin pria itu menyeringai tajam


__ADS_2