DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
pilihan orang tua


__ADS_3

Kerasnya hati orang, siapa yang bisa mengetahuinya. Sama seperti rahasia apa yang disimpan orang dalam hati, tidak akan orang yang tahu apa itu sebenarnya. Melihat anak yang selama ini tidak diketahui keberadaannya, menyaksikan bagaimana anak bisa tertawa, bermain dan berceloteh ria, adalah sebuah kebahagiaan yang tidak terkira. Begitu pun kini yang Rouge rasakan, serasa menemukan harta karun.


Pagi ini dihari keempat twins Q tinggal bersamanya, Rouge mengajak kedua anaknya untuk bermain di halaman belakang rumah mereka. Kebetulan Rouge membelikan beberapa ekor kelinci untuk menjadi peliharaan kedua anaknya untuk menyingkirkan keinginan twins Q kembali ke orang tua mereka.


Terlihat Quon dan Quella memang begitu antusias memiliki peliharaan baru yang diberikan oleh uncle mereka. Meski bersikap manis dan penurut selama empat hari ini, tapi sampai saat ini baik Quon maupun Quella masih enggan memanggil Rouge dengan sebutan daddy, keduanya masih memanggil menggunakan kata uncle.


Awalnya Rouge ingin sekali marah pada keduanya, tapi melihat sikap manis Quon dan Quella, apalagi keduanya sama sekali tidak pernah bertanya kapan bisa kembali ke tempat orang tuanya, membuat Rouge merelakan panggilan itu demi bisa terus dekat dengan kedua anaknya.


Sebagai persiapan untuk berjaga-jaga, awalnya Rouge menolak melakukan tes DNA pada twins Q, sekarang ini dia tengah melakukan tes DNA itu dengan mengirim sample miliknya dan twins ke orang kepercayaannya. Tentu saja Rouge akan menutupi dan merahasiakan apa yang dia lakukan ini agar tidak sampai bocor ke telinga saudara sepupunya.


Hanya perlu menunggu paling lama sepuluh hari, maka setelah itu dia akan mengetahui rahasia apa yang telah Geya tutupi darinya selama ini. Jika terbukti twins adalah anaknya dengan Geya, Rouge sudah bersumpah dalam hati akan mengambil Geya dari sisi Claude meski resikonya dia akan dicoret dari nama de Niels.


" Uncle... Kelinci nya lucu sekali... Quella suka yang berwarna coklat ini... " seru Quella sedang menunjuk kelinci coklat yang makan di depannya.


" Lucu ya? Bagi ku justru Quella yang paling lucu... Kalau Quon suka yang warna apa? " tanya Rouge membangun komunikasi dengan kedua anak kembarnya ini.

__ADS_1


" Hitam... Hitam dengan warna mata merah itu, bukankah terlihat sangat keren... " ujar Quon melihat kelinci hitam dengan binar mata yang tidak bisa disembunyikan.


" Tapi apakah tidak menyeramkan? Aku saja melihatnya sedikit ngeri... " komentar Rouge.


" Hahahahaha... Uncle takut sama hal yang seperti itu? Berarti uncle ini penakut ya... " ledek Quella.


" Heh... Anak kecil tahu apa... " Rouge membuang muka. Terdengar twins malah semakin ngakak karena tingkah Rouge menurut mereka berdua cukup imut.


Saling mengolok dan saling menggoda sekarang ini sudah biasa Rouge dan twins lakukan, rasanya sudah tidak ada jarak yang begitu besar diantara hubungan mereka bertiga. Rouge merasa ini jauh dari ekspetasi nya tapi dia bahagia karena bisa dekat dengan twins. Hal seperti ini sama sekali tidak bisa dia lakukan bersama Marellyn maupun Jade.


Jade sendiri, sejak anak itu lahir perhatian Rouge- justru terpusat pada Geya dan twins Q, membuat kedekatan secara emosional dengan putranya tidak bisa terjalin dengan baik. Tapi sesekali memang Rouge menelepon Marisha untuk menanyakan keadaan kedua anaknya selama dirinya belum bisa kembali ke mansion. Bagaimana pun juga Marellyn dan Jade adalah bagian dari dirinya juga.


" Hei... Uncle melamun... " Quella menepuk pelan punggung Rouge.


" Eh... Iya... Maaf... Maaf... Tiba-tiba saja terpikir Marellyn dan Jade.. Apa tidak apa jika keduanya suatu hari nanti akan tinggal bersama kita? " tanya Rouge dengan senyum yang menunjukkan seberapa bahagianya dirinya.

__ADS_1


" Tentu saja. Mereka kan anak uncle, jelas harus tinggal bersama.... Mommy selalu bilang, anak dan orang tua harus tinggal bersama sampai hari dimana sang anak bisa mandiri. Alasannya adalah karena seseorang tidak akan bisa disebut orang tua jika anak saja mereka tidak punya. Tidak merawat anak dan membesarkan anak pastinya tidak adakn bisa di panggil orang tua... " ujar Quon bijak, tapi kata-katanya menyentil hati nurani dari Rouge.


" Karena tidak ada di samping mereka ketika mereka dikandung dan dilahirkan,, jadi karena itu mereka tidak mau memanggil ku daddy. Ge,, ajaran apa yang sudah kau ajarkan pada anak kita sehingga defense mereka sekuat ini untuk memiliki hubungan baru dengan orang lain.. " batin Rouge.


" Iya.. Tapi terkadang ada orang tua yang dipaksa meninggalkan anak-anaknya karena suatu alasan tertentu. Seperti aku yang harus berpisah dari kalian karena mommy kalian tidak ingin keberadaan kalian diketahui oleh ku.. " ujar Rouge menjelaskan posisinya disini.


" Tidak ada alasan untuk seorang ayah atau ibu meninggalkan putra mereka. Selamanya mereka memiliki kesempatan untuk memilih, apakah bersama atau meninggalkan. Semua itu bergantung pada pilihan mereka masing-masing... " Rouge semakin sedih mendengar sanggahan Quon yang memang masuk akal.


Hari itu di kantornya, dia dengan tegas mengatakan bahwa Geya hanyalah seorang sepupu baginya tidak lebih. Hal itu sama saja dengan pilihan bahwa dia tidak bisa menerima apapun yang ada pada diri Geya saat itu untuk bisa menjadi pendampingnya. Andai saat itu dia mengatakan bahwa Geya adalah wanita yang paling dicintainya, maka seharusnya sekarang ini adegan antara dirinya dan twins adalah adegan saling rindu dan saling menyayangi sebagai anak dan ayah.


Menyesal kini tiada gunanya lagi, menyesal itu tidak akan membawa empat tahun masa yang Rouge lewatkan tanpa kedua anaknya dengan Geya. Jadi yang bisa Rouge lakukan sekarang adalah untuk memulai dari awal. Membangun sebuah hubungan yang kuat dengan twins dimulai dari sekarang. Rouge harus bisa membuat kedua buah hatinya ini melupakan daddy gadungan mereka, Claude.


Dari pihak Quon dan Quella sendiri sebenarnya sudah mulai berpikir tentang benarnya apa yang dikatakan Rouge keduanya. Bahwa Rouge adalah daddy mereka sedangkan daddy Claude adalah orang lain yang kemudian mengasuh dan membesarkan mereka. Sekarang dengan keberadaan Alrescha, seharusnya daddy Claude akan mengenyampingkan mereka dan akan lebih fokus pada anak kandungnya sendiri.


Tapi sekali lagi Quon dan Quella mengingat ucapan yang selalu dan selalu Claude katakan setiap mereka akan tidur. Setiap hari daddy Claude akan mengatakan kata-kata ini dan kemudian menciumi wajah twins Q hingga wajah keduanya basah karena air liur daddy Claude.

__ADS_1


" Bahagianya daddy memiliki Quon dan Quella dalam hidup daddy. Kalian adalah pelita daddy, jantung hidup daddy, kesenangan dan kebahagiaan untuk daddy di dunia ini... Daddy akan hancur sehancur-hancurnya jika daddy tidak pernah memiliki kalian.... "


__ADS_2