
Kedatangan keluarga Geya benar-benar memberi warna baru di mansion mewah Claude. Lebih cerah, lebih ceria, lebih ramai, benar-benar seperti sebuah keluarga besar yang tengah berkumpul karena merayakan sesuatu. Claude menyukai suasana yang seperti ini karena dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Claude hanyalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh pemilik yayasan Kasih Ibu yang tidak bisa memiliki keturunan.
Sejak tadi, Claude duduk di sofa yang ada di ruang tengah memperhatikan sang istri yang ribut sendiri dengan saudara kembarnya. Mereka berebut ingin menggendong twins Q tapi Geya melarangnya karena si kembar masih terlalu rapuh untuk digilir menggendong oleh saudara-saudara kembarnya
Claude terkadang tersenyum, terkadang juga tertawa karena tingkah dari istri dan saudaranya. Claude jujur saja begitu ingin bergabung, tapi rentan usia diantara dirinya dan sang istri serta saudara kembar istrinya terlampau jauh. Hal itu membuat Claude minder karena merasa dia sudah tua dan istrinya masih muda.
Ghadi yang melihat hal tersebut, langsung menghampiri saudara iparnya itu untuk ikut bergabung menjadi gila seperti dia dan saudara kembarnya. Ghadi meski paling polos dalam hal dunia, tapi dirinya sangat peka dengan lingkungan sekitar. Karena itu Ghadi bisa menyadari perasaan Claude yang ragu untuk bergabung.
" Jika ingin bergabung makan bergabung lah.. Dengarkan aku ya, usia itu tidak akan menjadi tolak ukur dari orang yang menggila. Jadi jangan ragu untuk menggila bersama dengan kami... " ucap Ghadi membuat Claude tercengang.
" Menggila bersama... Ya Tuhan bahasanya... " beo Claude dalam hati.
Claude hanya nyengir kuda menanggapi ucapan Ghadi, lain dengan semua saudara kembar Gaffi yang sudah tergelak melihat wajah heran dan bingung milik Claude saat mendengar petuah dari Ghadi. Karena saudara Geya yang hanya berbeda dua menit darinya ini memiliki cara berpikir dan realisasi yang sedikit nyleneh kalau kata orang Jawa.
" Harus terbiasa dad, karena Ghadi adalah anak yang luar biasa... " kelakar Geya yang langsung mendapat cubitan pipi dari Ghadi.
Dari seberang, sedikit jauh dari keributan yang dilakukan oleh 5G, daddy Joaquin dan mommy Noura masing-masing memangku si kembar. Kedua orang tua Geya ini begitu bahagia mendapatkan kembali cucu kembar selain Carmel yang saat ini sudah pandai bicara dan berjalan. Karena cucu pertama mereka ini sudah berumur hampir dua tahun.
__ADS_1
Carmel sendiri sedang duduk di karpet tak jauh dari posisi grandpa dan grandny nya, tengah sibuk bermain bersama pengasuhnya. Karena semenjak hal buruk yang terjadi di pernikahan Gaffi, putra ketiga mereka. Pengasuhan Carmel menjadi tanggung jawab mommy Noura dan daddy Joaquin.
Kembali ke twins Q, wajah mereka berdua begitu mirip Geya.. Tidak ada satu bagian pun yang mirip dengan wajah ayah biologis keduanya. Hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Geya dimana tidak akan ada yang curiga dengan asal usul ayah biologis twins Q meski Claude dan Galen sudah mengatur semuanya.
Quon memiliki wajah tampan, mirip dengan Galen. Yang membedakan adalah bentuk mata Quon yang mirip Geya dengan warna mata biru cemerlang yang begitu indah dipandang. Sedangkan Quella adalah pinang dibelah dua dengan sang mommy. Sangat mirip sekali dengan Geya tidak membuang suatu apapun. Bentuk mata, hidung, mulut dan juga bentuk wajahnya, sangatlah mirip dengan Geya.
" Aku begitu bersyukur ketika melihat wajah kedua cucu kita ini tidak ada satupun yang mirip dengan Nya. Jika satu saja ada yang mirip, kedepannya kita akan kesusahan dalam menjelaskannya, dan anak-anak ini akan menjadi korbannya.... " ujar daddy Joaquin penuh syukur.
" Hm... Kau benar sayang.. Aku sudah sangat ketakutan saat belum melihat wajah kedua cucu kita. Melihat mereka begitu mirip dengan Geya membuat ku berpikir hal aneh,, apa kau ingin dengar? " ujar momny Noura.
" Apa itu? " beo daddy Joaquin bingung.
" Hahahahaha... Anggap saja begitu sayang... Karena kecewa tidak ada anak Geya yang mirip dengannya... " daddy Joaquin menambahkan.
Twins Q beberapa kali menggeliat dalam pangkuan kedua orang tua Geya, membuat mereka berdua meletakkan twins Q di box bayi yang bisa dibawa kemana saja. Kedua cucu dari keluarga de Niels ini langsung nyaman ketika diletakkan di bosnya, membuat kedua orang tua Geya tertawa gemas pada twins Q.
Tak jauh dari tempat tuan dan nyonya besar de Niels, terlihat 5G dan Claude sedang memainkan sebuah permainan dan yang menang akan mendapatkan kesempatan untuk menggendong Twins Q. Dan karena jumlah mereka berenam, sebagai cara tercepat agar permainan segera selesai, mereka sepakat membagi menjadi tiga tim.
__ADS_1
Masing-masing tim terdiri dari dua orang, Geya dan Claude di tim 1,Galen dan Ghadi di tim 2,dan terakhir Gafar dan Gaffi di tim 3. Permainan ini terdiri dari dua game, dimana di game pertama adalah siapa paling cepat menemukan benda-benda yang pertunjukkan akan diberikan oleh mommy Noura. Dan di game yang kedua nanti, masing-masing tim harus membuat ide terbaik dari apa yang mereka kumpulkan nanti.
Ketika permainan di mulai, semuanya heboh mencari benda-benda yang petunjuknya mommy Noura baru saja sebutkan. Geya dan Claude sampai harus membongkar semua isi dapur karena mereka harus menemukan sebuah benda yang petunjuknya adalah bumbu dapur yang paling jarang dipakai memasak.
Semua maid di mansion ini mendapatkan tontonan seru gratis dari majikan mereka. Tak jarang para maid ini sampai tertawa lepas karena tingkah lucu para majikan yang sedang berlomba menjadi juara itu. Menurut para maid, ini adalah acara keluarga yang sangat berbeda jika dibandingkan acara keluarga lainnya. Acara keluarga di mansion mewah milik Claude ini terlihat sederhana, namun maksud atau inti dari arti perkumpulan keluarga itu dapat dengan mudah ditunjukkan oleh keluarga majikan mereka.
Yang paling lucu adalah Ghadi yang sampai terjebur ke kolam renang karena berebut lari dengan Gafar. Alhasil Ghadi pun terpaksa melanjutkan permainan dengan basah-basahan.
" Hahahahah,,, Di... Kau terlihat begitu tampan dengan setelan seperti itu... " ledek Gafar yang telah membuat Ghadi terjun ke kolam renang.
" Hei... Kenapa sampai basah begini? " tanya Claude yang baru bergabung. Pria yang berasa kembali muda sepuluh tahun ini ketinggalan cerita karena sibuk di dapur.
" Nggak apa kok.. Cuma tadi ada buldozer yang senggol aku sampai nyemplung ke kolam... " Gafar melotot saat di sebut buldozer oleh Ghadi.
" Heh mulut panci... Kalau ngomong kira-kira dong. Aku ini gagah perkasa kok disamain sama buldozer... " protes Gafar tidak Terima. Kedua tangannya sudah di pinggang dengan mata melotot ke arah Ghadi.
" Buldozer juga gagah perkasa, Far... " kelakar Ghadi semakin membuat Gafar emosi. Keduanya pun akhirnya saling berkejaran tanpa peduli lagi dengan game yang sedang mereka mainkan.
__ADS_1
Galen memperhatikan para saudaranya pun jadi tersenyum lebar. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak melakukan hal gila seperti saat ini. Memang sesekali menggila itu mereka perlukan agar beban yang mereka tanggung tidak membuat mereka menjadi orang lemah.
Galen melihat ke ponsel miliknya yang sejak tadi terus menyala. Tahu siapa yang menelfon, tapi Galen sungguh malas untuk menanggapi telefon itu karena tengah asyik dengan keluarganya. Galen ohn langsung mematikan ponsel nya agar tidak akan ada yang mengganggunya lagi.