
" Daddy... daddy wake up... " Geya dengan suara lirih membangunkan suaminya.
" Daddy wake up... Sepertinya aku akan melahirkan... " Geya sekali lagi mencoba membangunkan Claude karena sedari tadi dibangunkan suaminya tidak kunjung bangun. Namun mendengar kata terakhir yang Geya ucapkan, Claude lekas bangun secepat yang dia bisa.
" Baby,,, are you okay... Kita telepon dokter kandungan kamu ya... " Claude bergegas turun dari ranjang, kemudian memaki jubah tidurnya dan segera menghubungi dokter kandungan yang menangani Geya.
" Segera bawa tim dan datang ke mansion. Istri ku mengeluh akan segera melahirkan!! " ucap Claude singkat dan tegas. Tanpa menunggu jawaban dokter kandungan Geya, Claude langsung menutup telepon karena panik melihat Geya yang merintih kesakitan.
" Baby... Tenang, ambil nafas dan hembuskan perlahan. Kita pernah melewati hal gila lebih dari ini, pasti kita bisa.. Oke.. " Claude mengusap keringat dingin didahi Geya. Sungguh ingin rasanya Claude menggantikan rasa sakit yang saat ini dirasakan oleh istrinya.
" Kita ke ruang tindakan ya... Trust me,, you and baby will be fine... " Claude menggendong Geya dengan satu kali hentakan, membawanya turun ke lantai satu tempat dimana kamar khusus melahirkan Geya tersedia
Semua anggota keluarga sudah dibangunkan oleh kepala pelayan ketika Claude memberitahunya tadi. Semua kini berkumpul di ruangan depan kamar khusus untuk tempat Geya melahirkan. Melihat Claude membawa Geya masuk ke kamar, mommy Noura dan daddy Joaquin lekas ikut masuk.
Keduanya tentu saja panik karena ini kali pertama orang tua Geya menyaksikan cucunya lahir. Ketika Carmel dan Twins, keduanya tidak janjian dulu dengan grandpa dan grandny nya sehingga kedua orang tua Geya melewatkan hal paling mendebarkan, yaitu menggendong cucu untuk pertama kalinya.
Karena itu dikesempatan yang langka ini, Daddy Joaquin dan Mommy Noura tidak akan menyia-nyiakan waktu, mereka harus yang jadi pertama menggendong cucu ketiga mereka ini.
" Lihatlah daddy dan mommy, yang mau melahirkan siapa yang heboh sendiri siapa... " cibir Gafar gemas melihat tingkah kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Kalau kau iri, lekaslah menikah dan punya anak... " balas Galen sedikit tidak nyambung.
" Ck... Yang duda mau pamer nih... Eh tapi,, gimana rasanya pas kau menemani mantan istri mu melahirkan waktu itu, apa mendebarkan sekali? " Tiba-tiba saja Gafar menjadi sangat antusias.
" Kalau ingin tahu menikahlah, dan lekas buat anak sana. Jangan sampai aku mendengar kau menghamili anak orang, ku bunuh kau... " Galen menatap sinis Gafar, membuat pria satu ini merinding. Sisi Iblis saudaranya sudah keluar, tidak akan memandang bulu lagi dalam bertindak.
Di kamar penangan, benar seperti kata Gafar, yang paling heboh adalah daddy Joaquin dan mommy Noura. Semuanya mereka komentari, bahkan tidak jarang keduanya memperdebatkan hal yang sangat kecil sekali. Geya sampai tidak bisa merasakan sakitnya kontraksi karena ulah kedua orang tuanya.
Claude memaklumi karena ini pertama bagi kedua mertuanya, tapi lama kelamaan, Claude juga merasa sedikit jengah dengan tingkah mertuanya yang menurutnya berlebihan sekali.
" Baby apa saat kelahiran twins aku juga bersikap seperti kedua mertua ku ini? " tanya Claude dengan wajah datar menatap mertuanya tengah berdebat karena tidak adanya inkubator.
" Tentu saja dad, hanya saja sepertinya kedua orang tua ku lebih heboh... Sedikit ya... aku tekankan sedikit lebih heboh... sssshhhhttt... " Geya mengeluh sakit lagi pada perutnya.
Tak lama dokter kandungan Geya membawa beberapa suster dan juga dokter anak dan semua dokter yang sekiranya akan diperlukan dalam proses melahirkan ini. Setidaknya ada lebih dari sepuluh orang yang masuk ke dalam kamar itu. Membuat menjadi sempit dan kekurangan pasukan udara bersih. Dokter pun berusaha mengusir beberapa orang yang tidak akan ada kepentingan di dalam ruangan, namun karena orang itu adalah pemilik rumah sakit dan istrinya, dokter kandungan Geya menjadi menciut dan tidak berani mengusirnya.
Brak.... Brak....
Oeeek.... Oeeek....
__ADS_1
" Cucu ku lahir... Sweatheart kau dengan itu, cucu ku lahir.... " daddy Joaquin bersorak gembira sekali, tidak lagi mempedulikan image nya di depan semua dokter dari rumah sakit miliknya.
" Selamat tuan dan nyonya, tuan besar dan nyonya besar, anak dan cucunya berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 3,2 kg, dan tinggi badannya 54 cm. Sehat tidak kekurangan suatu apapun. Sekarang perkenalan dulu sama mommy nya ya..." ujar dokter menerangkan.
Mommy Noura melihat bagaimana wajah dari sang, cucu, dan betapa terkejutnya mommy Noura karena anak kedua Claude dan Geya ini mirip sekali dengan Claude. Hanya beberapa bagian yang menurun dari Geya, tapi dari garis wajah dan juga ketampanan semuanya mirip dengan sang daddy.
" Calon-calon penerus Claude nih ceritanya... " ujar mommy Noura menoel pipi gembul cucunya.
" Namanya siapa ini Claude? Jangan-jangan kau belum menyiapkan nama untuk cucu ku... " tanya daddy Joaquin yang berdiri di samping Claude sedikit menjauh dari brankar Geya berbaring melakukan proses inisiasi menyusui dini ( IMD).
" Tentu saja aku sudah menyiapkan sejak awal daddy. Tentu saja putra Kami ini akan bernama Alrescha Kira Smith Harley... Bagaimana daddy? Keren tidak... " ujar Claude bangga.
" Tentu saja keren... Cucu ku semuanya harus memiliki nama keren dan akan sekeren ketika mereka tumbuh dewasa nanti. Hanya saja semoga yang ini tidak seperti Quon yang irit sekali bicara... " masih sempat-sempatnya daddy Joaquin membandingkan cucunya ini dengan yang lain.
" Dia akan mewarisi semua kekuatan dan keberanian dari daddy nya, aku yakin itu dad... " ujar Claude menatap Geya yang masih menyusui amak mereka.
Berita Geya melahirkan anak laki-laki sudah menyebar ke semua anggota keluarga de Niels, bahkan yang ada di Roma pun sudah tahu semua. Mereka akan berkumpul besok untuk menyambut anggota keluarga baru mereka. Tentunya dengan perayaan yang mewah dan besar. Cucu ketiga keluarga utama de Niels, akan disambut oleh semua orang baik keluarga maupun masyarakat awam.
Banyak dari anggota keluarga yang turut bahagia dengan kehadiran anggota baru mereka. Galen dan Gafar bahkan berebut menggendong keponakan mereka walaupun justru yang menggendong lebih dulu adalah Ghadi. Terlihat mereka tertawa bersama, melihat bayi mungil dengan paras tampan di dalam tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Jangan lupakan Quon dan Quella, yang tak kalah antusias melihat adiknya lahir ke dunia ini. Quella bahkan sudah merencanakan berbagai kegiatan bersama dengan adiknya, beda dengan Quon yang duduk di samping sang adik kemudian memainkan pipi baby Alrescha sambil tersenyum. Dalam dia dia bersyukur adiknya lahir dengan selamat, mimpinya memiliki adik laki-laki akhirnya terwujud. Dia bilang adik perempuan cukup Quella saja karena dia tidak tahan jika ada Quella yang lain.
Kebahagiaan ini tidak semaunya bisa merasakan. Ada beberapa orang yang tidak senang melihat kebahagiaan dari keluarga de Niels justru merasa tidak sepatutnya keluarga ini terus diberikan kebahagiaan. Mereka membenci kebahagiaan yang ada di keluarga ini dengan merencanakan berbagai cara untuk mengakhiri kebahagiaan keluarga de Niels.