DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Rouge dilema


__ADS_3

Bau alkohol yang menyengat dan juga bau asap rokok telah memenuhi ruangan 4x5 yang ada di dalam apartemen milik Rouge. Botol-botol berbagai jenis minuman beralkohol, puntung rokok tersebar memenuhi lantai dan tempat-tempat lainnya seperti meja, dan sofa. Sedangkan orang yang menimbulkan kekacauan itu terlihat duduk di pojokan ruangan menatap kosong ke depan dengan tangan kanannya memegang botol minuman beralkohol.


Rouge patah semangat, dia kehilangan arah dalam hidupnya atas berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya selama beberapa tahun terakhir. Tepatnya semenjak dia tahu siapa dirinya itu dan status apa yang dia miliki di keluarganya. Semuanya begitu berat karena Rouge hanya seorang diri merasakan sakit dan lelahnya hati serta pikirannya karena masalah ini. Tapi apa mau dikata, semuanya adalah hasil dari ulahnya dulu.


Sesekali Rouge terlihat menegak minuman keras yang dia bawa itu. Penampilannya sangat kacau karena minuman keras itu. Baju compang camping, wajahnya pun mulai ditumbuhi bulu-buli halus yang biasanya tidak mungkin Rouge biarkan tumbuh di bagian rahangnya. Matanya merah karena pengaruh alkohol, dan yang paling parah dari tubuhnya tercium bau tidak sedap.


Terlihat begitu mengenaskan, tapi siapa yang bisa menebak bahwa semua ini akan terjadi pada dirinya. Karena dulunya hampir semua orang berpikir bahwa dia akan menikahi wanita yang sejak sekolah sudah menempel padanya dan berkali-kali mengucapkan kata cinta padanya. Tapi lihatlah sekarang ini, Rouge tidak lebih dari seorang pecundang yang gagal dalam hidupnya.


" Sialan.. Kenapa jadi seperti ini? " keluhnya sambil meminum kembali alkohol yang dia pegang.


" Bisa-bisanya aku tertipu hanya dengan ilmu yang secetek ini... Sepertinya aku harus lebih sering latihan lagi... heheheh... " Ujar Rouge.


" Geya... Kenapa kamu jual mahal banget sih? Sayang sama aku ya bilang... Nggak usah deket-deket sama pria tua mesum itu... " jari tangan Rouge menunjuk ke depan seolah di depannya itu ada Geya yang sedang menemaninya.


" Ge... Hiks... Hiks... Kenapa kamu tega banget ninggalin aku, Ge? Hiks.. Hiks.. Padahal aku itu nggak ada niat lho buat pisah sama kamu.. Hiks.. Marisha itu nggak ada apa-apa nya kalau dibandingin kamu Ge... Hiks.. Hiks.. Kembali sama aku ya Ge.. Tinggalin tuh pria tua nggak tahu diri itu.. Hiks... Hiks.. Masak kamu cantik malah nikah sama pria modelan begitu... " Rouge menangis sambil berujar meski tidak begitu jelas.

__ADS_1


" Ge,, emangnya bener ya,, waktu itu kita udah pernah hubungan badan? Kok kamu nggak ngomong sih, tahu kalau aku pernah melakukan itu sama kamu, aku pasti tanggung jawab Ge... " ujar Rouge kemudian langsung terlelap karena pengaruh alkoholnya.


Hancur sudah semua asa yang Rouge miliki. Dia kehilangan cintanya, wanitanya dan kini terancam kehilangan keluarganya karena kesalahan yang telah dia perbuat. Bagaimana ke depannya nanti, karena kini bahkan kedua orang tuanya sudah melarangnya pulang ke rumah karena malu dengan keluarga utama setelah dia menculik twins.


Entah bagaimana ke depannya nanti, Rouge tidak bisa lagi memikirkan rencana yang akan dia susun. Rouge juga takut jika sampai keluarga de Niels tidak lagi mau menerima kehadirannya lagi. Sejujurnya Rouge tidak merasa bersalah sedikitpun karena bukan salahnya bila menganggap twins itu anaknya.


Seharusnya Geya dan semua orang di keluarga utama itu menjelaskan dengan sejelas-jelasnya agar dia tidak sampai salah paham. Rouge sampai saat ini masih merasa tidak bersalah sedikit pun. Karena memang tidak sepenuhnya ini adalah kesalahannya.


" Eughhh... " Rouge melenguh terbangun dengan kepala yang rasanya berputar-putar dan sakit. Perutnya juga terasa seperti diaduk-aduk hingga dia langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi dalam perutnya.


" Hoek... Hoek... Aarrgghhh sialan... " Rouge mengumpat kesal


Rouge mendudukkan dirinya di lantai kamar mandi, karena tidak bisa melangkah kembali ke ranjangnya karena penglihatan nya berputar-putar. Entah sudah berapa lama Rouge terduduk di lantai karena saat dia terbangun dia sudah berada di ranjang miliknya.


" Anda sudah bangun tuan... " Eros masuk membawakan nampan berisi makanan untuk Rouge.

__ADS_1


" Hm... Sejak kapan kau datang? " tanya Rouge berusaha duduk. Tentu Eros langsung membantunya setelah meletakan nampan ke atas nakas.


" Saya disini sudah lebih dari tiga jam tuan.. Tadi saya pencet bel tidak Anda bukakan sehingga saya masuk saja. Saya menemukan Anda tergeletak di kamar mandi dan membantu Anda berbaring ke ranjang.. Saya masakan sup pereda pengar dan ada obat juga.. Anda bisa minum obatnya setelah makan.. " ujar Eros membantu Rouge untuk makan.


" Terima kasih... " Rouge pun mengambil sup yang Eros buat dan meminumnya. Rasanya sangat nyaman sekali di perut dan juga pusing di kepalanya berangsur membaik.


" Kenapa Anda minum-minuman lagi tuan? Apakah anda tidak menyayangi tubuh anda? Infeksi lambung Anda bisa kambuh jika anda terus seperti ini... " Eros berusaha menasehati.


" Entahlah... Perasaan dan pikiran ku kacau saat ini. Untuk berpikir saja rasanya tidak sanggup... Perusahaan untuk sementara kau yang urus ya.. Mungkin sebentar lagi akan ada pemimpin baru, apalagi setelah apa yang aku lakukan tempo hari.. " ujar Rouge setelah menghabiskan supnya.


Rouge pun kembali berbaring dan bersiap untuk kembali masuk ke alam mimpi. Rasanya tubuhnya masih sangat lemas dan juga kepalanya masih sakit. Daripada dia bangun dan tersiksa lebih baik dari tidur saja dan setelah bangun semuanya akan segera selesai.


Rouge sebenarnya bingung untuk menerima bantuan dari tuan Lucas atau tidak. Apakah dia akan melakukan semua persyaratan yang diajukan agar bisa memiliki Geya. Tapi benarkah Geya bisa dia miliki kembali? Meski raga bisa namun belum tentu dengan hati Geya. Karena setahu Rouge, rasanya tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Baik itu hubungannya dengan Geya ataupun dengan kedua orang tuanya.


Rouge kembali terbangun ketika hari sudah malam. Dia menemukan sebuah memo di balasnya yang berisi pesan dari Eros. Pesan itu mengatakan jika asisten pribadi Rouge itu akan kembali ke perusahaan. Dia sudah memasak apabila Rouge lapar hanya tinggal memanaskan saja.

__ADS_1


Rouge mengambil ponselnya yang sudah diisi data oleh Eros. Ketika diaktifkan olehnya, ada beberapa pesan dan panggilan tidak terjawab dari Roseline, Eros dan tuan Lucas. Rouge menghela nafas ketika membaca pesan dari tuan Lucas. Rouge yang sudah sedikit bisa melupakan masalahnya setelah mabuk dan tidur, kini kembali dilema karena pesan dari tuan Lucas itu.


Antara menjadi jahat atau menjadi baik, Rouge dihadapkan pada pilihan yang sangat berat kali ini. Karena semuanya memiliki resiko tersendiri.


__ADS_2