DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Bertemu dengan dia


__ADS_3

Langit pagi kota Sydney hari ini sedikit berawan, entah apakah akan turun hujan atau tidak hari ini karena prakiraan cuaca sangat tidak menentu akhir-akhir ini. Seorang wanita pakaian serba putih terlihat duduk di bangku dekat jendela, menatap langit yang terlihat tidak bersahabat dengan orang-orang, tapi merupakan gambaran akan apa yang dirasakan wanita itu saat ini.


Yunamaria, terlihat beberapa kali menghapus air matanya, karena di dadanya entah kenapa sedikit sesak dan sakit hari ini. Dia tinggal di rumah ini sendiri, sebuah paviliun yang jauh dari rumah utama keluarga Penchev. Yuna dianggap memiliki gangguan kejiwaan karena apa yang terjadi padanya sekitar tiga belas tahun yang lalu. Ketika dia masih muda dan masih bersinar, namun sinar itu kemudian redup dan hilang tidak bersisa bersama dibawa perginya pemilik hatinya.


Setelah melahirkan anaknya dengan pria yang dia cintai itu, Yunamaria mengalami baby blues dan yang biasanya hanya akan berlangsung paling lama enam bulan, tapi karena tekanan dan stress yang dialami oleh Yunamaria, membuatnya hingga kini tidak mau dekat dengan putrinya. Dia akan marah dan melakukan kekerasan pada sang putri.


Bagi Yunamaria, anaknya adalah sumber penderitaannya, karena anaknya dia harus kehilangan pria yang dia cintai. Karena itu dia begitu membenci anaknya dan enggan mau bertemu atau dekat dengan anak itu. Meski baru berjarak sepuluh meter dengan putrinya, Yunamaria akan langsung berlari dan mengasari anaknya. Inilah sebabnya dia tinggal di paviliun yang jaraknya cukup jauh dari rumah utama.


Sejak baru lahir, putri kecil Yunamaria sudah dirawat oleh kakak angkatnya. Dia dan pria yang dia panggil kakak itu, adalah anak yatim piatu yang kebetulan kenal di panti asuhan dan diangkat anak oleh keluarga Penchev bersama. Sebenarnya saat itu, hanya yang pria yang diangkat anak. Tapi pria itu kekeh ingin mengajak Yunamaria, sehingga akhirnya mereka pun diadopsi bersama.


" Pagi-pagi begini sudah melamun... Kau tidak ingin sarapan? " tanya pria yang selalu dengan tulus hati merawat Yuna, sejak dulu sampai sekarang.


Yuna menatap wajah pria yang selalu ada di sampingnya selama ini. Yuna kadang begitu merasa bersalah karena dulu tidak bisa membalas perasaan pria ini padanya. Andai dia bisa, mungkin kejadian yang dia alami tiga belas tahun yang lalu itu, tidak akan pernah terjadi. Dia tidak akan memiliki putri yang baginya adalah sumber malapetaka dalam hidupnya.


" Kenapa kau kemari? " tanya Yuna. Memang akan terlihat seperti orang normal pada umumnya jika dia tidak kambuh.


" Menjenguk mu tidak boleh... Oh,, ayo lah, kenapa sekarang kau jadi tidak suka jika aku kemari.. " pria itu terlihat masih tersenyum meski mendapatkan respon yang kurang menyenangkan.


" Cih... Tidak sedang bersama dengan wanita kecil menyebalkan itu.. " ejek Yuna yang tahu bagaimana pria di depannya ini begitu menyayangi keponakannya.

__ADS_1


" Dia sekolah... Dan jangan sebut dia wanita kecil, karena dia putri mu.. " pria itu memberikan tatapan tajam pada Yuna karena tidak suka dengan ucapannya.


" Aku berharap aku tidak pernah melahirkan anak pembawa sial itu.. Pergilah, jika disini kau hanya akan mengungkit tentang anak itu.. " Yuna kembali memalingkan wajahnya menatap langit yang semakin mendung dan sepertinya akan segera hujan.


Huft....


Pria itu pun pamit setelah mendapat pengusiran dari adik angkatnya itu. Jika diteruskan, adiknya ini pasti akan mengamuk dan berakibat fatal untuk adiknya sendiri. Jadi lebih baik dia mengalah dan pergi, meski satu dendam kembali merasuki hatinya.


" Kau akan membayar semua ini Rouge.. Aku bersumpah... " batin Nator.


...***********...


Sejujurnya tidak pernah Rouge dan Marisha sangka, temannya dulu kini menjadi pengusaha sukses di negara ini. Sungguh dalam hati kecil keduanya, begitu bangga pada teman mereka ini. Hanya saja, sangat disayangkan karena saat ini, mereka akan kembali bertemu bukan sebagai teman, melainkan musuh.


" Aku membuat jadwal bertemu dengan pria bernama Dominator itu. Kebetulan sekali dia klien H. E Ekspedition jadi tidak sulit bagi ku bertemu dengannya. Tapi untuk menemui mu, aku kurang tahu apakah dia mau atau tidak... " Claude membuka pembicaraan.


" Adakan janji temunya di restoran ku saja. Biar nanti jika pria bertanya, kita bisa mengambil alasan bahwa tidak sengaja bertemu karena itu restoran ku.. " usul Ghadi.


" Hei... Itu terlihat sekali jika kita sudah merencanakan hal ini sebelumnya. " tolak Rouge mendengar ide konyol dari sepupunya itu.

__ADS_1


" Tidak apa, kita gunakan saja restoran Ghadi. Nanti aku akan mencoba untuk bertanya padanya tentang bersediakah dia bertemu dengan mu. " semua pun mengangguk setuju.


Claude dan yang lain segera menuju ke restoran milik Ghadi. Sebagai tuan rumah mereka harus datang lebih awal untuk menyambut tamu meraka. Tapi ini, belum juga Claude memasuki kawasan restoran, Nator sudah duduk di ruangan VIP yang ada di restoran ini. Nator sudah memesan beberapa menu terlebih dahulu, karena dia memang begitu mengidolakan seoranh Claude Smith Harley.


" Tuan... Tamu anda sudah menunggu di dalam ruangan VIP.. " lapor manager resto ketika melihat Ghadi dan Claude datang.


" Apa? Sejak kapan? " pekik Ghadi tidak percaya.


" Setengah jam yang lalu tuan, bahkan hidangan sudah disajikan di sana. " lapor manager Ghadi sekali lagi.


Tanpa banyak bicara lagi, Claude segera menuju ke lantai tiga tempat berada nya ruangan VIP. Begitu masuk, benar saja sudah ada Nator dan juga asisten pribadi pria itu duduk di kursi yang ada di ruangan itu. Nator bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan Claude. Kemudian mempersilahkan Claude untuk duduk.


" Maaf... Saya lancang menyambut anda di restoran ipar anda ini.. Tapi,, Sydney adalah rumah saya, jadi sudah seharusnya saya yang menyambut kedatangan anda.. " Nator tersenyum menyapa Claude.


" Saya senang dengan prinsip anda.. Kita langsung saja dulu, atau makan dulu? " tanya Claude basa-basi.


" Kita makan dulu apakah anda tidak keberatan? Karena saya butuh tenaga setelah ini untuk menghajar seorang pria.. Hehe.. " Nator tersenyum.


Claude tahu apa maksud dari pria di depannya ini. Jika nanti terjadi baku hantam sekali pun, Claude tidak bisa ikut campur karena memang ini bukan ranahnya. Tapi sebisa mungkin Claude ingin meminimalisir dampak dari perseteruan ini.

__ADS_1


__ADS_2