DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Jangan membuat ku takut


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu semenjak hari pernikahan Quella dengan Gamma, pria yang telah menjadi kekasihnya sejak tiga tahun yang lalu. Kini, Quella tinggal di mansion milik Gamma, hanya sesekali dia akan menginap di mansion mewah milik daddy Claude dengan atau tanpa suaminya. Maklum saja, Gamma sangat sibuk dengan pekerjaannya, selain sebagai dewan direksi di H. E, Gamma juga telah merintis perusahaannya miliknya sendiri yang bergerak di bidang periklanan.


Sekarang ini yang tinggal di mansion besar milik daddy Claude hanya tuan besar dan nyonya besar Smith Harley, juga dua bujang yang sepertinya tidak akan segera menikah dalam waktu dekat, Quon Rei S. H dan Alrescha Tooru S. H. Sungguh mansion yang dulu selalu ramai dengan suara cempreng Quella, kini sangat sepi karena kedua bujang mommy Geya ini sering sekali pulang malam.


" Dad.. Aku kesepian.. Biasanya mansion kita ramaikan karena ada Quella, tapi lihat sekarang, mansion besar ini mirip seperti museum.. " ucap mommy Geya yang berhasil membuat daddy Claude terbahak.


Mansion sebagus dan semewah ini dibilang museum oleh nyonya besar pemilik mansion ini. Daddy Claude kadang masih saja sering terkejut karena terkadang sikap istrinya masih sering absurd meskipun sudah hampir memiliki cucu.


" Baby.. Kenapa kamu samakan mansion mewah ku sebagai museum? Kalau seperti itu berarti kita berdua adalah benda bersejarah dong.. " ucap daddy Claude membuat mommy Geya terkekeh.


" Habisnya akhir-akhir ini, kedua bujang daddy itu pada sibuk kerja sampai nggak ada waktu buat sekedar temenin kita ngobrol. Mommy jadi kesel banget lho dad, mereka pulang cuma numpang tidur doang.. " gerutu mommy Geya.


" Mereka kan sudah besar, baby.. Mereka juga sudah kerja, mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing.. Jadi maklumi saja ya.. " daddy Claude berusaha untuk menenangkan istrinya agar tanduk gantengnya tidak keluar.


" Kalau tahu mereka pas besar kek begini, dulu nggak aku kasih makanan bergizi biar tetap kecil terus.. "


" Hahahahahahaha.... " tawa daddy Claude menyembur keluar.


Kegiatan seperti inilah yang selalu daddy Claude dan mommy Geya jalani. Mereka selalu menyempatkan diri untuk berbincang tentang anak-anak mereka. Setiap hari memang selalu saja ada pembahasan yang mereka bicarakan jika itu tentang anak-anak mereka. Daddy Claude dan mommy Geya sebenernya merindukan masa kecil anak mereka yang selalu lengket pada mereka. Membutuhkan mereka dalam setiap perkembangan yang mereka alami. Tapi kini, mereka semua seolah tidak lagi membutuhkan orang tua mereka. Mereka sangat mandiri dan itu membuat daddy Claude dan mommy Geya sedih.


" Baby... Bisa buatkan aku kopi? Aku mau cek email dari anak buah ku yang aku minta untuk menyelidiki masalah perusahaan.. " pintar daddy Claude hendak bangkit dari duduknya.


" Apakah masalah perusahaan serius sekali dad? Rasanya Alrescha juga jadi jarang pulang karena itu. " tanya mommy Geya cukup penasaran dengan kondisi H. E yang sedang dalam masalah.


" Banyak dewan direksi yang sudah mulai meninggalkan SH, baby.. Tapi tenang saja, selama kita memegang saham terbesar, tidak akan ada yang bisa menggoyahkan posisi keluarga kita di perusahaan.. " daddy Claude mencoba memenangkan sang istri agar jangan kepikiran karena masalah ini.

__ADS_1


" Mereka itu semua pada nggak tahu Terima kasih ya, dad.. Udah dibantu tapi malah pengen makan yang bantu.. Terus, kak Ferdinand gimana tuh? Apa dia ikut-ikutan juga? "


" Nggak lah.. Dia selalu ada di pihak kita. Hanya saja kan, nggak hanya dia yang menjadi pemegang saham.. Tenang aja, kita pasti bisa melewati semua ini.. "


" Tapi daddy minum obat dulu ya.. Dan jangan minum kopi lah dad, minum air hangat aja ya.. Aku nggak mau daddy kenapa-napa.. "


" Iya.. Aku tunggu di ruang kerja ya.. " Daddy Claude mencium kening mommy Geya sangat lama. Entah kenapa, rasanya seperti dirinya yang akan sangat lama sekali tidak akan bisa melakukan hal ini.


" Aku tunggu ya.. " daddy Claude kemudian berlalu menuju ke ruang kerjanya.


Mommy Geya menatap punggung dari pria yang selama dua puluh tujuh tahun menjadi sandaran hidupnya. Rasanya, entah kenapa punggung dari suaminya ini terlihat tidak seperti sebelumnya. Seolah mommy Geya merasa punggung itu tidak akan lagi bisa menjadi sandaran nya.


Tes...


Tiba-tiba saja air mata mommy Geya menetes begitu saja. Mommy Geya sendiri juga heran kenapa dia tiba-tiba saja meneteskan air mata seperti ini.


Di ruangan nya, daddy Claude terlihat tengah berbincang dengan seseorang. Raut wajah daddy Claude terlihat marah. Entah siapa yang menghubungi nya, tapi hal ini membuat daddy Claude tertekan dan emosinya naik seketika.


" Sialan.. Berani sekali mereka mencari gara-gara dengan ku? Mereka pikir mereka siapa berani berbuat seperti itu.. " sentak daddy Claude entah pada siapa.


" ..... "


" Usut... Aku mau tahu siapa yang berani mempermainkan keluarga ku.. Aku tidak mau tahu, kalian harus mengusutnya.. "


" ...... "

__ADS_1


" Tidak.. Selamanya posisi di H. E akan menjadi milikmu keluarga ku, aku adalah pendiri H. E sudah sewajarnya keturunan ku yang menjadi pemimpinnya. Amankan jalan Alrescha untuk memperoleh kekuasan tertinggi di H. E. Ada tidaknya aku nanti, kalian harus tetap menjadi orang-orang yang bisa dipercaya oleh putra ku.. Kau paham kan.. "


" ..... "


" Bagus.. Laksanakan segera.. "


Daddy Claude mendengus kesal setelah mendapat telepon dari anak buahnya yang mengatakan ada seseorang yang menggagalkan pengiriman barang dari LA ke daerah China. H. E merugi, dan para pelanggan H. e mulai melakukan komplain. Nyatanya ini hanyalah ulah dari salah satu dewan direksi H. E yang menginginkan posisi yang saat ini Claude wariskan pada Alrescha.


Apa salahnya jika putra Claude yang menjadi pemimpin H. E. Perusahaan ini adalah milik Claude, didirikan oleh Claude, Orang-orang yang menginginkan posisi Alrescha ini adalah orang-orang tidak tahu diri, menginginkan apa yang bukan menjadi hak mereka.


" Eugh... " lenguh daddy Claude setelah meminum obatnya. Entah kenapa setelah meminum obat jantung yang diresepkan Quon padanya, dadanya terasa sangat sakit.


" Dada ku... Kenapa... Sakit,, sekali..? " gumam Claude sambil menahan sakit di dadanya. Dia bahkan sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Tubuhnya sudah luruh di lantai ruang kerjanya.


" Ba... by... to... long... Aaaaa... ku... " daddy Claude tidak sadarkan diri.


Mommy Geya yang membawa minuman hangat dan juga cemilan untuk teman suaminya mengerjakan pekerjaan. Justru dikagetkan dengan suaminya yang tergeletak di lantai dengan tangan yang memegang dada.


PRANG....


Barang-barang yang dibawa mommy Geya berjatuhan setelah mommy Geya melemparkannya begitu saja karena terkejut melihat suaminya tengah tidak sadarkan diri.


" Daddy... Daddy... Bangun dad... " mommy Geya menggoyang-goyangkan tubuh daddy Claude.


" Bangun daddy... Jangan buat aku takut, dad.. "

__ADS_1


" Daddy bangun dad.... DADDDDDDDDYYYYYYY..."


__ADS_2