DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Meminta menunggu


__ADS_3

Mansion keluarga de Niels yang tadinya begitu sepi karena hampir semua penghuninya tidak berada di mansion. Kini kembali ramai karena kembalinya twins Q dan tuan serta nyonya besar de Niels, setelah melakukan perjalanan liburan berkeliling dunia. Geya yang ditinggalkan oleh keempat saudaranya yang jadi jarang pulang karena tidak adanya orang tua mereka di mansion, kini dirinya sudah bertemankan orang tua dan kedua anak kembar nya.


Daddy Joaquin tidak berhenti mengomel setelah melihat perut Geya yang mulai terlihat membuncit. Ini benar-benar membuatnya ingin marah, tapi juga sangat bahagia karena akan memiliki cucu lagi. Pasalnya memiliki empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, daddy Joaquin yang kini usianya sudah kepala enam, hanya memiliki empat cucu. Seharusnya semua anaknya sudah memberikannya cucu, sehingga dia bisa tenang jika memang akan dipanggil menghadap yang Kuasa.


Rasanya daddy Joaquin tidak tega melihat Geya kembali melahirkan, apalagi yang terakhir Geya harus operasi. Di satu sisi daddy Joaquin ingin banyak cucu, disisi lain dia tidak mau jika cucu itu berasal dari putrinya, kasian katanya. Seharusnya ketiga putranya yang lain lekas memiliki anak, menyusul Geya dan Gaffi.


" Kemana Gafar? " tanya daddy Joaquin setelah puas mengomel pada Geya.


" Sejak daddy dan mommy tidak tinggal di rumah, dia jadi jarang pulang. Alasannya dia menghandle semua perusahaan yang ditinggalkan yang lain.. Galen ke Roma, Gaffi pergi menemui Kate, dan sekarang Ghadi membantu Rouge ke Sydney sana. Jadi dia sibuk,, begitu katanya.. " Geya mengadu. Dia sebenernya kesepian di mansion hanya bertemankan Thalita dan putra kecilnya. Hanya sesekali saja mama Vinda dan kedua anak Rouge dibawa ke mansion. Itu juga karena kedua anak Rouge lebih nyaman di mansion mereka sendiri.


" Mom,, coba kau telepon anak mu yang suka marah-marah itu.. Minta dia pulang atau aku akan menambah pekerjaannya. " ujar daddy Joaquin meminta sang ibu negara menghubungi putra kedua mereka.


Tidak butuh waktu lama menghubungi anak satu itu, karena sifatnya yang selalu mengutamakan ponsel ketimbang lainnya. Jadi ketika ponselnya berdering, secepat kilat pasti akan Gafar langsung angkat.


Kini semuanya duduk di meja makan untuk menunggu kedatangan pangeran kedua keluarga utama de Niels. Kebiasaan daddy Joaquin yang selalu ingin makan bersama anak dan istrinya, tidak peduli sesibuk apapun, makan bersama harus selalu dilakukan. Setidaknya pagi dan malam, jika siang hari makan jelas semuanya memiliki kepentingan masing-masing di luar sana.


Sepuluh menit, Gafar datang dengan sedikit berlarian. Dia yang memang benar-benar sibuk akhir-akhir ini, harus memenuhi panggilan daddy nya, padahal jadwalnya mepet sekali. Niat hari makan siang diluar, tapi sekarang dia harus pulang karena makan pagi daddy Joaquin tidak ditemani anak-anaknya.


" Kau tidak pulang tinggal dimana? " tanya daddy Joaquin yang tahu Gafar tidak memiliki mansion.


" Di apartemen ku dad.. Kadang tidur di kantor.. Sialan anak pertama mu itu, pergi-pergi untuk bersenang-senang tapi meninggalkan banyak pekerjaan.. " gerutu Gafar mengadu pada daddy nya.

__ADS_1


" Kau itu tidak pernah jatuh cinta yang begini, orang lagi kasmaran diomeli.. " sindir Geya.


" Ya... Ya... Yang jatuh cinta pada suami.. " sahut Gafar merotasikan kedua bola matanya.


" Hish... Kau itu makin tua makin menyebalkan saja, Gafar.. "


" Kalian ini sudah, lama tidak berkumpul kenapa jadi adu mulut sih.. " mommy Noura angkat bicara menghentikan perdebatan tidak bermutu kedua anaknya.


" Inilah alasan aku jarang pulang ma.. Gege nggak ada suaminya, jadi rese banget.. "


Pletak...


" What?? Masalah?? " Gafar diam dan langsung makan. Resep Geya kumat dan dia malas menanggapi karena malas dan juga dia masih banyak pekerjaan daripada berdebat dengan Geya.


Di kursi kepala keluarga, melihat kedua anaknya yang berdebat seperti anak kecil, membuat daddy Joaquin merindukan masa kecil kelima anaknya ibu Kelimanya selalu menemaninya makan bersama, ketika mommy Noura masih koma pasca melahirkan. Tapi lihat sekarang, kelima anak kecilnya telah menjadi dewasa bahkan sudah bisa membuat anak kecil. Daddy Joaquin tersenyum geli dengan pemikirannya.


" Daddy rindu kalian saat masih kecil.. Selalu ada ketika daddy butuh dukungan.. Dan lihat sekarang, tidak akan lama lagi, kalian pasti akan meninggalkan daddy semua.. " wajah daddy Joaquin berubah menjadi sendu.


" Maaf dad... Tapi aku sudah punya suami, jadi aku harus ikut kemana dia pergi. Tapi daddy tidak perlu khawatir, karena keempat putra daddy tidak akan meninggalkan daddy.. " Geya yang duduk di sisi kiri daddy Joaquin mengusap punggung tangan sang daddy yang terlihat mulai berkeriput meski tetap gagah.


Perbincangan haru itu terhenti ketika ponsel daddy Joaquin berbunyi dan itu adalah Galen yang mengirim pesan. Ketika membacanya, alis daddy Joaquin berkerut karena heran dengan apa yang dia lihat rasanya sudah lama tidak dia ketahui kabarnya.

__ADS_1


" Hei.. Kenapa kau bertanya pada ku tentang keluarga Stainpert? " tanya daddy Joaquin yang langsung menghubungi putra pertamanya.


" ........ "


" Mereka lama pindah dari Milan.. Terakhir aku dengar setahun yang lalu mereka ada di Belanda.. Memangnya kenapa? " daddy Joaquin kembali bertanya.


" ....... "


" Anak sulung mereka sudah meninggal dunia karena kecelakaan beruntun di jalan X. Kejadian iri sudah belasan tahun yang lalu, dan kalau tidak salah aku ingat, nama anak itu adalah Benjamin Bertold Stainpert. Semua lebih sering memanggilnya Bertold. " cerita daddy Joaquin.


" .... "


" Apa kau bilang? Bagaimana bisa? Dan dimana anak itu sekarang? "


" ..... "


" Oke... Aku akan mencoba mengabari keluarga Stainpert.. Kau katakan pada mereka untuk menunggu.. "


" Kalian lanjutkan saja makannya, daddy ada urusan penting.. "


Daddy Joaquin pergi dari ruang makan tanpa menjawab satu pun pertanyaan dari anak dan istrinya, membuat mereka penasaran dengan pembicaraan yang mereka dengar tadi. Rasanya, daddy Joaquin akan menghubungi keluarga Stainpert keluarga bangsawan yang telah kehilangan anak sulung mereka karena sebuah kecelakaan.

__ADS_1


__ADS_2