DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
rumah tangga yang tidak sama


__ADS_3

Geya menyambut kedatangan suaminya dengan senyum yang sangat lebar. Dia sampai tidak peduli dengan kandungannya dan langsung saja melompat ke arah sang suami, kedua saling berpelukan dan berakhir dengan ciuman yang begitu panas. Keduanya tidak tahu bahwa ada seseorang yang melihat itu semua dari balik pilar. Seseorang ini adalah Rouge yang kebetulan ke mansion utama untuk kembali membujuk Geya meninggalkan suaminya.


Rouge kebakaran jenggot saat melihat adegan dewasa live di depannya. Rasanya tidak tidak Terima jika Claude melakukan itu pada Geya. Ingin rasanya Rouge menghajar Claude karena berani mencium Geya di depannya. Namun sejenak dia terpaku melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh Geya. Wanita itu begitu bahagia bertemu dengan pria yang adalah suaminya sendiri. Membuat Rouge ingat kata-kata yang diucapkan oleh Geya kemarin.


" Pria yang kau sebut tua itu adalah pria telah memberikan seluruh dunia nya pada ku.. Pria itu yang dengan tulus memberikan dunianya pada ku ketika aku hancur karena kehilangan dunia ku... Jika sekarang aku meninggalkan nya, maka dia akan mati karena itu. Bagaimana bisa aku berbuat demikian, karena aku mencintainya... "


Rouge mengeram kesal, tangannya terkepal kuat, emosinya meluap ketika kembali mengingat kalimat yang Geya katakan kemarin. Jika seperti ini, Rouge ingin sekali menerjang dua orang yang tengah berciuman tidak melihat tempat itu.


" Bagaimana kalau twins Q melihatnya? Dasar pria tua mesum... " cibir Rouge meninggalkan Geya dan Claude


Di sela-sela ciumannya Claude tersenyum kalau menyadari kepergian Rouge. Sejak di dalam mobil tadi, Claude sudah melihat ada Rouge yang hendak menghampiri Geya. Karena itu Claude membuka jendela mobilnya agar Geya lekas melihatnya dan menghampirinya.


"Puas melihatnya?? Makanya jadi orang nggak usah rese... Dulu aja my baby kau tinggalkan, sekarang ingin sekali kau merebutnya dari ku... Heh,, bahkan jika aku mati juga aku tidak akan biarkan kau bersama dengan my baby... " sungut Claude dalam hati.. Muncul sudah kelakuannya pria tua yang seperti anak-anak ini.


Claude lantas segera mengajak sang istri masuk sebelum calon pebinor itu menempel lagi pada istrinya. Claude sungguh tidak rela jika pada suatu hari nanti Geya kembali pada Rouge, yah suatu hati ketika dia sudah tidak lagi bersama Geya. Tapi Claude tidak lagi ingin membahas masalah jika dia meninggal terlebih dahulu, karena sejak mimpi buruk itu Geya sangat sensitif dengan masalah seperti itu.

__ADS_1


Quon dan Quella yang tidak tahu bahwa daddy nya datang langsung saja berlarian memeluk daddy mereka. Empat hari tidak bertemu, membuat keduanya merindukan daddy Claude yang menurut mereka adalah daddy terbaik di seluruh dunia.


Quella memekik senang saat daddy nya menghadiahi nya sebuah boneka princess terbaru. Dia senang karena koleksi princess nya akan bertambah semakin banyak. Quon mengangguk mengucapkan Terima kasih karena dibawakan sebuah buku pengetahuan alam yang begitu dia inginkan.


Claude senang karena oleh-oleh yang dia bawa disukai oleh kedua anaknya. Tidak ada yang lebih berharga dan bahagia dari pada senyuman dari orang-orang yang kita cintai. Dan sekarang Claude melihat keluarga kecilnya tengah berbahagia.


" Jangan kau ambil kebahagiaan ku Tuhan.. Aku hanya punya mereka di dunia ini... " doa Claude yang tulus diucapkan dari dalam hatinya.


" Menyenangkan ya dad, bisa melihat mereka tumbuh dan sekarang tertawa bahagia seperti itu. Rasanya keputusan yang saat itu aku buat, memang sangat sulit bahkan terlampau sulit untuk ku, tapi lihatlah sekarang aku tidak menyesal karena memiliki mereka dan mengenal mu... " Geya bergelayut manja di lengan Claude.


" Not old Man dad,, but hot daddy.... " Geya dan Claude tertawa...


Kegiatan berkumpul dengan keluarga seperti inilah yang paling membuatnya merasa menjadi seseorang yang paling bahagia di dunia ini. Lengkap kebahagiaan Claude, namun sekarang dia tahu seseorang yang berada di dekatnya tengah berusaha untuk membuat kebahagiaan dirinya ini hancur. Tanpa Geya tahu Claude mengeratkan rahangnya, wajahnya bahkan merah menahan emosi. Tidak akan dia biarkan siapa saja yang berani menyentuh istrinya.


...**********...

__ADS_1


Marisha kembali mendapatkan foto-foto Rouge yang mendatangi Geya. Hatinya benar-benar memanas, suaminya itu masih jarang pulang namun bukannya bekerja dan sibuk di kantor, tapi malah mengejar cintanya yang bahkan sudah bersuami. Marisha dibuat marah, kesal dan emosi tingkat tinggi saat ini. Apalagi baru saja dia melihat suaminya masuk ke dalam kamar mereka untuk berganti pakaian, tapi bukannya menyapanya atau melihat kondisi putra mereka, Rouge malah bersiap untuk pergi lagi..


" Kamu akhir-akhir kelihatannya sibuk sekali ya, Pa? " Marisha mendekati suaminya bermaksud untuk mengenakan dasi ke tubuh suaminya, namun reaksi Rouge yang langsung menghindar membuat Marisha meradang.


" Hm... Aku sibuk banget.. Ada proyek dengan tuan Lucas jadi aku sering lembur di kantor... " jawab Rouge tidak sepenuhnya berbohong karena memang di kantor dia sangat sibuk..


" Iya kamu benar... Sibuk ke kantor lalu datang ke rumah calon selingkuhan kamu, ke kantor lagi, bertemu calon selingkuhan kamu lagi... " ujar Marisha santai tapi menekankan kata ' calon selingkuhan '.


" Maksud kamu apa sih? Calon selingkuhan apa? Aku sibuk kerja kamu malah ngomong aneh kayak gini. Aku kerja juga demi kalian, demi kamu yang hidup senang mewah nggak mau hidup sederhana. Sekarang kamu nuduh aku kayak begitu maksudnya apa? " hardik Rouge. Matanya merah menyala karena emosi.


" Nggak usah ngegas, pa... Kamu pikir aku nggak tahu kalau kamu sering ke mansion utama apalagi sejak suami dari calon selingkuhan kamu itu lagi balik ke negaranya.. Kamu gila ya,, istri di rumah butuh bantuan kamu, anak di rumah butuh kamu, Jadwal terlebih sangat butuh sosok papa nya. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu sibuk mau jadi papa buat anak orang lain tapi menelantarkan anak kamu sendiri di rumah!! " bentak Marisha karena sudah kepalang tidak bisa menahan emosi.


Tiga tahun lebih pernikahan mereka, hanya beberapa waktu saja Rouge menjadi suami yang baik. Itupun karena ancaman dari mama Vinda yang mengatakan akan membawa Marellyn pergi. Saat tii Rouge selalu menyayangi anak perempuannya karena memandang Marelly adalah seperti Geya. Tapi lihat sekarang, ketika yang bernama Geya itu kembali, apakah Rouge pernah bertanya sehatkan Marellyn.. Marisha sudah benar-benar tidak bisa menahan sakit di dadanya karena ulah suaminya.


Rouge membeku ditempat, dia tidak sadar bahwa selama ini dia mengabaikan anak-anak nya. Sejak pertengkaran dengan papa Theo, Rouge keluar dari mansion tapi tidak sekali pun berusaha untuk menemui putri kecilnya dan juga putranya yang baru lahir. Rouge baru sadar ternyata dia benar-benar gila karena lupa para anaknya hanya karena mengejar Geya.. Bahkan dia tidak memperdulikan ucapan Geya yang mengatakan anak-anak nya sangat membutuhkannya.

__ADS_1


" Apa sekarang kamu sudah sadar pa? "


__ADS_2