
Beberapa bulan telah berlalu, kondisi daddy Claude sekarang sudah membaik meski masih dipantau dengan ketat oleh Quon. Daddy Claude juga masih minum obat setiap hari karena itu adalah salah satu cara untuk menambah umurnya. Setidaknya daddy Claude ingin melihat ketiga anaknya menikah dan dipastikan bahagia, baru dia bisa tenang pergi dari dunia ini.
Seperti hari ini, salah satu mimpinya kan terwujud. Daddy Claude yang mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam tengah berjalan menuju ke altar bersama dengan putrinya, Quella Tifa Smith Harley.
Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi Quella disepanjang hidupnya. Karena hari ini dia akan menikah dengan pria yang selama ini memperjuangkan dirinya dengan tidak kenal lelah. Pria yang dulunya adalah salah satu pegawai di perusahaan daddy Claude, namun karena kepiawaiannya dia berpindah untuk membantu Quella mengelola perusahaan dari putri daddy Claude ini.
Pria yang telah beruntung mendapatkan hati Geya adalah Digamma Zeno Lordeus. Pria tampan dengan segala pesonanya. Tinggi, gagah, rupawan, bertanggung jawab, jenius, lemah lembut dan masih banyak lagi sifat yang cenderung lebih banyak positifnya dibandingkan yang negatifnya. Pria ini, kini tengah berdiri di altar tengah menunggu Quella datang bersama dengan daddy nya.
" Gamma... Tolong jaga putri ku yang manja ini, sayangi dia, dan cintai dia melebihi yang selama ini aku curahkan untuknya.. Dan jangan sekali-kali kau menyakiti hatinya ya..." pesan daddy Claude sebelum mengulurkan tangan Quella untuk diraih oleh calon suaminya.
" Tentu daddy.. Aku pasti akan menjaga dan menyayangi Quel melebihi rasa itu pada diri ku sendiri.. Aku pasti bisa membuat Quel bahagia.." ucap Gamma yang dibalas anggukan oleh daddy Claude.
Janji pernikahan pun diucapkan dengan lantang oleh kedua mempelai. Hingga pendeta yang memimpin jalannya pemberkatan pernikahan ini meminta kedua mempelai untuk menyematkan cincin pernikahan ke jari manis masing-masing dan kemudian mempersilahkan mempelai untuk berciuman.
Semua orang yang melihat prosesi ini bertepuk tangan dengan sangat meriah. Ikut berbahagia dengan kebahagiaan putri dari pasangan Smith Harley ini. Karena Quella adalah anak gadis satu-satunya dan memiliki perusahaan sendiri, tamu undangan pun membludak memenuhi area hotel yang sudah disewa oleh daddy Claude untuk pernikahan putrinya.
" Putri kecil kita yang cerewet dan manja itu akhirnya menikah dad.. " ucap mommy Geya.
" Gamma akan menjalani hari beratnya setelah ini.. " ucap daddy Claude mengejek putrinya sendiri. Tentu saja mendengar itu mommy Geya sampai tertawa keras, hilang sudah tadi suasana haru karena celetukan daddy Claude.
__ADS_1
" Daddy, jangan ngomong gitu ya. Nanti Quel akan marah kalau mendengarnya.. " daddy Claude terkekeh.
" Baby,, kapan itu dua putra kita menikah? Usia kota sudah setua ini, tapi cucu saja belum punya.. " tanya daddy Claude sedikit terlihat sedih.
" Tenang dad.. Aku dengar Alrescha lagi deket dengan seseorang, kali aja mau diajak serius.. " ucap mommy Geya. Diam-diam memang mommy Geya ini meminta seseorang untuk mengikuti kemana pun Alrescha pergi. Julukan cassanova kakap membuat mommy Geya takut jika tahu-tahu ada wanita yang latar belakangnya tidak jelas datang dan mengatakan hamil anak Alrescha.
" Hahahahaha... Cassanova kakap itu dengan dengan seseorang..? Mau bertaruh berapa bulan mereka dekat? " daddy Claude mena.menaipik turunkan alisnya. Mommy Geya hanya bisa menghela nafas dua putranya sama sekali tidak berguna diminta mencari jodoh.
Bagaimana mommy Geya tidak kesal dengan kedua anak bujangnya. Yang satu kelewat malas mencari jodoh dan hanya memikirkan karir, yang satunya kelewat semangat mencari wanita sampai-sampai tiap bulan ganti terus wanita yang berkencan dengannya. Sungguh tidak ada yang bisa diharapkan, dua-dua itu tidak mirip dengan daddy mereka sama sekali. Meski bagaimana pun baik Rouge dan Claude memang hanya punya satu wanita dalam hidup mereka.
Daddy Claude terkekeh pelan ketika melihat wajah penuh dengan kekecewaan dan juga kesedihan di wajah sangat istrinya karena tidak bisa segera menimang cucu karena dua putra mereka itu sangat menyebalkan.
PLAK...
" Daddy pikir aku anak kecil pakai di cup... cup.. cup... segala.. " terdengar tawa daddy Claude memenuhi ruangan itu.
Dari tempat tidak jauh dari sana, Quon menatap kedua orang tuanya senang. Di usia yang terbilang tidak muda lagi, kedua orang tuanya tidak kehilangan momen untuk saling dekat dan juga saling menyayangi layaknya pasangan muda. Keduanya masih tetap romantis seperti dulu, membuat siapa saja yang memandang iri melihat mereka.
Quon bersyukur, daddy nya masih diberi umur panjang untuk melihat Quella menikah. Quon sempat takut jika dirinya lah yang akan mengantarkan Quella ke altar menggantikan daddy nya. Quon tidak bisa kehilangan pria itu, meski pria itu bukan daddy kandungnya. Tapi bagi Quon, sama dengan mommy nya, daddy Claude adalah pusat dunianya.
__ADS_1
" Orang tua kita kenapa mesranya melebihi pasangan pengantin baru di sana... " Quon menolah dan mendapati adik laki-laki nya berada di belakangnya. Quon pun mengikuti arah Alrescha melihat dan hampir saja tawanya menyembur kalau melihat bagaimana Quella dan Gamma di panggung.
" Gila... Kedua orang itu gokil abis ya.. " ujar Quon berkomentar.
" Malu-maluin iya bang... Lihat tuh, masa kalah sama daddy dan mommy.. " ucap Alrescha.
Bukan salah Alrescha mengatakan hal seperti itu, karena pasangan pengantin di baru di pelaminan itu tengah berdebat hanya karena Gamma yang tidak sengaja menginjak gaun milik sangat istri. Quella langsung marah-marah dan yang bisa Gamma lakukan hanya menunduk dan meminta maaf. Sepertinya Gamma akan masuk dalam kelompok ISTI.. Ikatan Suami Takut Istri.
Geli rasanya melihat Gamma yang hanya bisa diam. dan tersenyum saja saat Quella marah-marah padanya. Saking cintanya sampai diperbudak seperti itu. Quon dan Alrescha memaklumi karena bagaimana pun Gamma memang hanya mengenal satu wanita di dunia ini, yaitu Quella. Jadi wajar jika Gamma sampai sebegitunya meratukan Quella di dalam hidupnya.
Saat sedang asyiknya melihat pasangan pengantin yang sedang melawak di pelaminan. Tiba-tiba saja masuk seseorang pelayanan yang membawa hadiah yang cukup menyita perhatian orang-orang di aula hotel itu. Bahkan alis anggota keluarga Smith Harley mengernyit heran semua dengan apa yang terjadi saat ini.
" Maaf mengganggu tuan dan nyonya... Ini ada hadiah dari seseorang yang dititipkan di resepsionis untuk mempelai pengantin.. " ucap pelayan yang masuk dengan membawa hadiah yang cukup besar itu.
" Apa sudah dicek? Itu bukan bom kan? " tanya Gamma memastikan. Takut saja jika ada yang berniat jahat padanya dan istri, mengingat di dunia bisnis itu sudah biasa hal seperti ini.
" Sudah tuan.. Ini bukan bom.. Silahkan dibuka, dan ini ada surat yang diminta untuk mempelai wanita yang membukanya.. " ucap pelayan tadi.
Quella lekas mengambil surat yang di ulurkan oleh pelayan. Ketika membacanya, bibir Quella tidak pernah berhenti menyunggingkan senyumannya. Sepertinya orang yang mengirimkan hadiah ini memiliki posisi khusus di hati Quella. Terbukti yang mana Quella langsung mengambil hadiah itu dan membukanya disana langsung. Mata Quella membulat melihat apa yang ada di depannya, begitu juga Gamma.
__ADS_1
" Hadiah dari siapa ini, Sweet? " tanya Gamma.