
Di mansion keluarga Matheo, terlihat ramai orang-orang berkumpul. Hari ini papa Theo akan mengadakan syukuran kelahiran cucu keduanya Jade Nobel de Niels, tentu saja kondisi Jade saat ini tidak akan dikatakan pada tamu-tamu yang diundang. Papa Theo dan keluarga hanya berusaha untuk menjada Jade sejak dini karena Jade berbeda dengan anak-anak lainnya.
Marellyn, kakak Jade begitu senang melihat mansion keluarganya ramai orang. Gadis cantik yang memiliki wajah mirip dengan Rouge itu terlihat berlari kesana kemari dengan tawa bahagianya. Membuat siapa saja yang melihatnya ikut tertawa. Marellyn kini berusia tiga tahun, berbeda dua bulan dari twins Q, mereka bertiga juga terlihat sangat dekat apalagi Marellyn yang terus menempel pada Quon. Semua orang dewasa yang melihat itu pasti tertawa karena kejadian ini juga terjadi beberapa puluh tahun yang lalu.
Roseline bertugas mengawasi keponakannya yang memang sangat aktif sejak masih kecil. Roselin sangat menyayangi Marellyn, meski dia kurang suka dengan ibu dari anak itu. Tapi melihat berapa miripnya Marellyn dengan saudara kembarnya, membuat Roseline menjadi begitu menyayangi anak perempuan itu.
" Lyn... Hati-hati jatuh sayang... " teriak Roseline memanggil keponakannya dengan panggilan kesayangan anak itu.
" Oke onty... " seru riang Marellyn dari taman.
Kebahagiaan dari Marellyn karena melihat mansionnya Rama berbanding terbalik dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Marisha. Wanita yang adalah istri Rouge ini terus menangis karena nasib yang diterima oleh putranya. Marisha berulang kalo mencium pipi Jade dalam pelukannya sambil menangis. Terbayang dalam benak Marisha bagaimana nantinya Jade menjalani hidupnya.
Jade akan merasa mulai berbeda ketika dia bertambah besar. Cahaya yang akan menyinari nya akan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah dia lihat. Sungguh Marisha merasa ini takdir yang kejam yang telah menimpa putra kecilnya.
" Sayang,, mama sayang sekali sama Jade... Ketika besar nanti, selalu pegang tangan mama ya ketika kamu melangkah.. Mama tidak ingin kamu terjatuh nak.. " ucap Marisha tidak begitu jelas karena menangis.
Marisha ingat apa yang telah dokter anak yang merawat Jade menjelaskan kondisi putranya. Jade mengalami kebutaan sejak lahir dimana kebutaan ini adalah kebutaan yang tidak bisa disembuhkan. Artinya kebutaan pada Jade adalah kondisi yang akan melekat pada anak itu, meskipun nantinya akan ada donor kornea mata sekalipun Jade tetap. tidak akan bisa melihat.
Dokter itu mengatakan bahwa ketika Jade berada di dalam kandungan, bisa saja ibunya mengalami infeksi sehingga membuat bayi yang dikandungnya terkena paparannya. Kelainan genetik juga bisa menjadi faktor penyebab Jade terlahir dengan buta atau disebut dengan buta sejak lahir, blindness.
" Maafkan mama ya sayang.. Ini semua karena mama, kami benar-benar nggak beruntung karena lahir dari mama yang seperti diri ku ini... " ujar Marisha.
Rouge menatap istrinya menangis dengan memeluk putra mereka. Hatinya sedikit merasakan iba karena bagaimana pun Marisha telah menemaninya selama empat tahun ini. Pernikahan mereka memang tidak bisa dikatakan baik, tapi adanya Jade adalah bukti bahwa Rouge pun mau menerima Marisha asalnya jangan pernah meminta Rouge melupakan Geya.
__ADS_1
Marisha langsung mendongak ketika merasakan ada seseorang yang mengambil Jade dalam pelukannya. Melihat Rouge di depannya, menggendong putra mereka dan tersenyum padanya membuat hati Marisha menghangat seketika. Rouge yang seperti inilah yang dia rindukan selama dua tahun belakangan ini.
" Perbaiki riasan kamu,, biar Jade aku yang gendong. Jangan sampai kelihatan sedihnya di depan orang, karena kondisi Jade kita rahasiakan... Jangan membuat orang curiga dengan keadaan Jade, Sha.. " ujar Rouge dengan mata yang menatap sendu sangat istri.
" Iya, maafkan aku... Aku siap-siap dulu ya.. " Marisha langsung pergi ke kamar mandi membersihkan sisa-sisa tangisannya.
Rouge mengajak Jade untuk turun ke bawah, semua tamu sudah datang dan sangat ingin segera melihat cucu kedua Matheo dan Vinda ini. Beruntung Jade masih bayi, sehingga kondisi matanya saat ini tidak akan diketahui oleh orang-orang yang diundang hadir ke acara ini, kecuali jika ada orang dalam yang membocorkan hal ini.
" Itu dia Rouge dan Jade... " seru papa Theo saat melihat Rouge menuruni tangga menggendong putranya.
" Wah.... Lihatlah tuan, putra anda sekarang terlihat seperti hot daddy saja... " celetuk teman papa Theo membuat beberapa orang di sana tertawa.
" Kalian ini bisa saja... " papa Theo ikut tertawa.
Sekitar lima belas menit, Marisha turun dari lantai dua langsung ikut bergabung dengan suaminya dan putranya. Marisha kembali bisa berwajah ceria ketika melihat antusiasme dari tamu undangan pada putranya. Biarlah sementara ini kondisi Jade menjadi rahasia paling tersembunyi dari keluarganya.
Geya dan Claude datang karena mama Vinda yang mengundangnya. Namun sayangnya, twins Q tidak ikut diajak dengan alasan sedang menemani daddy Joaquin dan mommy Noura yang tidak bisa hadir karena kondisi kesehatannya yang sedikit menurun. Hal ini menjadi perbincangan semua tamu yang hadir karena ketidak hadiran keluarga utama.
" Maaf ya pa,, yang lain pada belum datang tapi tadi sudah janji sama Geya kalau bakal datang kok... " ujar Geya ketika memeluk papa Theo.
" Ck... Mereka kok jadi suka telat sih kalau ada acara yang aku adain... " protes papa Theo membuat Geya tersenyum.
" Tuh... Gara-gara anak papa mereka jadi malas datang... " Geya menunjuk Rouge dengan dagunya, membuat alis papa Theo berkerut bingung.
__ADS_1
" Kenapa lagi itu anak? Selalu saja bikin masalah.. " Geya tertawa melihat papa Theo lebih membelanya daripada Rouge. Namun nyatanya memang selalu seperti ini dari dulu hingga sekarang tidak berubah.
" Selamat atas kelahiran cucu anda yang kedua tuan Matheo... " Claude mengucapkan selamat dengan gaya formal.
" Hahahaha.... Kenapa panggil tuan,, Geya itu putri ki lho, jadi panggil papa aja... " papa Theo masih sibuk tertawa tanpa tahu bahwa mereka bertiga sudah membuat semua orang memperhatikan mereka.
Geya dan Claude jadi kikuk ketika semua melihat mereka berdua. Bukan demam panggung tapi lebih tidak tahu harus menjelaskan seperti apa jika orang bertanya tentang mereka. Beruntung papa Theo seperti bisa melihat raut penuh tanda tanya dari para tamu undangan, berinisiatif untuk memberikan sedikit pengumuman pada semua yang hadir.
" Perhatian semuanya.... Perkenalkan ini putro asuh kami Geya de Niels dan juga suaminya Claude Smith Harley.. Semuanya mohon diberikan tepuk tangan yang meriah... " ujar papa Theo membuat semuanya tercengang.
Nama Geya de Niels hilang ditelan bumi empat tahun yang lalu bersamaan dengan pengumuman tentang pernikahan Rouge dan Marisha. Bahkan beberapa tamu undangan hari ini adalah tamu yang diundang ketika pesta pernikahan Rouge dan Marisha. Mereka tidak melihat kedatangan Geya saat itu.
Muncul spekulasi bahwa Geya patah hati dan pergi menghilang setelah mendengar berita pernikahan dari Rouge. Tapi kini ketika Geya kembali dengan seorang pria yang adalah suaminya, benarkah spekulasi mereka selama ini salah??
...*****...
...Selamat pagi reader.... ...
...Maafkan daku kemarin nggak up.... ...
...Tubuh dan tangan tidak bisa digunakan dengan baik kemarin..... ...
...Hari ini semoga ya,, bisa up dua bab untuk mengganti kemarin yang nggak bisa up.... ...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya semuanya.... ...