DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Menjemput Lucas


__ADS_3

Tak terasa sejak hari dimana Marisha mengalami kecelakaan, satu bulan sudah berlalu. Selama satu bulan ini semuanya mengerahkan orang-orang kepercayaan mereka untuk mencari tahu siapa orang yang sudah mencelakakan Marisha, tapi tidak ada seorang pun yang menemukan petunjuk barang sedikit saja. Rencananya hari ini Claude akan mendatangi Lucas, karena pria itu baru saja pulang dari keliling Eropa. Benar-benar memuakkan karena disaat dirinya sedang mengusut kasus Marisha, pria itu justru asyik berlibur.


Pagi sekali Claude sudah akan berangkat menuju ke bandara, karena menangkap pria menyebalkan itu harus dari sana agar tidak kabur lagi. Geya tahu tentang keinginan suaminya pergi menemui Lucas, sebenarnya Geya ingin ikut tapi tidak boleh oleh Claude karena tidak ada yang menjaga baby Alrescha. Kedua orang tua Geya dan ketiga cucunya masih senang tinggal di kediaman Kate dan Gaffi di negara nanti jauh di sana.


" Jangan lama-lama ya dad.. Aku sendirian di mansion tidak asyik.. " ujar Geya memperingati suaminya. Karena semua saudara Geya juga tidak berada di mansion.


" Tentu.. Paling hanya beberapa jam, dan aku sudah meminta seseorang untuk menemani mu.. Kau pasti akan senang melihatnya nanti.. " ujar Claude paham maksud sang istri.


Geya mengangguk saja karena sudah tahu pasti suaminya mencarikan nya teman untuk menemani selama ditinggal. Memang tidak lama, dan sebenernya ada banyak maid dan penjaga di mansion utama ini. Tapi entah kenapa Geya merasa takut dan terancam oleh sesuatu yang dia tidak tahu apa itu maksudnya.


Claude pun sudah selesai bersiap dibantu oleh Geya, dia tidak mengenakan pakaian formal seperti ketika berangkat bekerja. Hanya pakaian casual dengan atasan kemeja berwarna hitam dan celana jeans berwarna biru saja. Awalnya Claude ingin memakai celana yang berwarna gelap saja seperti hitam, tapi kata-kata istri cantiknya ini membuatnya ingin tertawa.


" Daddy itu ke bandara jemput orang atau jemput jenazah sih.. Kenapa kesannya ingin berkabung saja semua pakaian serba hitam begitu.. "


Claude jadi menyadari bagaimana tampilannya jika dia memakai setelah serba hitam semua. Memang yang dijemput di bandara adalah orang yang masih hidup bahkan segar bugar sekali. Mengingat itu Claude masih saja terus terkekeh, Geya sampai geleng kepala melihat kekonyolan suaminya pagi ini.


Tok... tok.. tok


" Masuk... " seru Claude dari dalam.

__ADS_1


" Selamat pagi tuan dan nyonya muda.. " sapa seorang wanita berpakaian seragam pengawal memberi hormat Claude dan Geya.


" OMG,,, Kak Thalita? Benarkan? Aaaaa..... Aku merindukan mu kak.. " Geya berteriak heboh sekali mendatangi seseorang yang sudah lama sekali tidak dia jumpai. Thalita adalah pengawal yang dulu menemani Geya saat awal Geya berapa di Los Angeles sampai menikah dengan Claude.


" Lama tidak berjumpa nyonya muda.. " sapa Thalita membungkuk hormat.


" Sudah jangan bersikap seperti itu.. Suami ku tidak akan marah kak... " ujar Geya langsung memeluk tubuh wanita yang sudah dianggap kakaknya itu.


" Senang melihat mu lagi Gege... " ujar Thalita balas memeluk Kate.


Selama hampir empat tahun ini Thalita banyak sekali menjalankan misi yang memaksanya harus meninggalkan kota Milan dan menuju ke berbagai dunia. Bagaimana pun memang Thalita adalah seorang pengawal yang bekerja dibawah kepemimpinan Galen.


" Daddy tidak tahu malu... " seru Geya setengah berteriak karena yang membuatnya malu sudah kabur duluan keluar kamar.


Claude begitu bersemangat untuk pergi ke tempat dimana dia bisa bertemu dengan Lucas. Sebulan ini memang Lucas menolah untuk bertemu dengan siapapun karena dia sedang menikmati liburannya. Setelah mengosongkan hatinya dari dendam dengan menceritakan semua penderitaan dirinya dan sang mama, kemudian mendapatkan permintaan maaf dari keluarga de Niels dimana Galen sampai berlaku sopan meminta maaf padanya. Sejak itu hati Lucas menjadi ringan dan damai.


Kepulangan Lucas kali ini murni karena rengekan Toby yang terus diteror oleh Claude karena tidak bisa bertemu dengannya. Lucas sendiri kesal setengah mati karena masih saja mengganggu Toby untuk bisa mendekatinya. Disinilah sekarang kedua orang yang awalnya bersebrangan itu, kini menjadi teman baik.


" Heh... Sebenernya kenapa kau memaksa bertemu dengan ku? Kau naksir aku ya? " ucap Lucas pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Ck.. Gaya mu,, semakin tua semakin menjadi saja kau.. " sarkas Claude mengejek Lucas yang kini sudah berada di mobil yang dikendarai oleh Claude.


" Kita hanya beda tujuh tahun saja, jangan bicara seolah aku seusia mertua mu ya.. " protes Lucas tidak Terima di bilang tua.


" Yah... Makin tua makin menjadi saja kau... Hahahahahahaha... " tawa Claude mengiringi perjalanan mereka ke kediaman Lucas. Sengaja meminta berbincang di sana agar bisa leluasa untuk membicarakan masalah yang tengah ingin Claude bahas.


Begitu mobil memasuki halaman depan mansion mewah milik Lucas, di teras sudah ada Toby yang wajahnya begitu sumringah melihat pamannya pulang dari perjalanan liburannya. Memimpin jaringan hotel di Eropa tidaklah mudah, dan itu semua harus Toby jalani karena Lucas yang begitu saja mengalihkan semuanya pada Toby secara mendadak tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.


" Lihat anak mu itu,, wajahnya terlihat seperti anak yang akan diajak liburan ke taman hiburan saja.. " cibir Claude yang sudah berjalan beriringan dengan Lucas.


" Itu juga karena kau meneror nya beberapa hari ini, jadi begitu kan dia, terlihat sangat bodoh saja.. " Lucas juga ikut mencibir karena memang wajah Toby saat ini sangatlah menggelikan.


" Selamat datang kembali tuan... " sapa Toby ceria sekali. Karena saking malunya Lucas bahkan tidak membalas sapaan Toby dan langsung masuk ke dalam mansion.


" Tuan.. Kenapa anda meninggalkan aku begitu saja? Tuan... " Toby sudah berlari mengejar Lucas yang menghindari nya. Drama ini tentu saja membuat Claude terpingkal-pingkal sampai sakit perut. Rasanya tidak percaya saja, orang yang beberapa bulan lalu menjadi dalang balas dendam dengan keluarga istrinya ternyata memiliki tingkah yang mengocok perut begini.


Claude masih tertawa saat mendengar Lucas memarahi Toby dan melarang Toby menunjukkan wajah yang seperti tadi. Menurut Lucas menggelikan dan Toby yang dimarahi tuannya itu langsung menekuk wajahnya dan bahkan bibirnya mencebik seperti anak perempuan. Lucas semakin geli dan memarahi Toby lagi sampai akhirnya Toby merubah wajahnya menjadi datar seperti sebelumnya.


Claude merasa ini sangat menghiburnya ditengah semua masalah yang ada di sini. Bahkan keberangkatannya kembali ke Los Angeles harus diundur karena pelaku yang menabrak Marisha belum ditemukan. Apakah itu individu orang yang membenci Marisha, atau sebuah kelompok yang kembali menargetkan keluarga de Niels. Claude tengah mencari tahu itu semua, dan dia berharap menemukan itu dari Lucas.

__ADS_1


__ADS_2