
Mansion mewah milik Claude sudah didekorasi sedemikian rupa untuk memeriahkan hati paling bersejarah dari pemilik mansion mewah ini. Ya, hari ini adalah satu minggu sejak keputusan Geya untuk menerima lamaran Claude. Dan hari ini juga keduanya akan mengucap janji setia mereka di depan pemuka agama yang sudah Claude undang ke mansion ini.
Keberadaan Rouge dan Marisha yang masih ada di Los Angeles, membuat keluarga Geya dan Claude sendiri memutuskan untuk mengadakan pemberkatan dan pesta pernikahan mereka di mansion mewah Claude. Toh mansion ini sangat luas jadi tidak masalah mengadakan pesta di mansion mewah ini
Undangan yang hadir paling banyak dari pihak Claude sedangkan Geya hanya mengundang keluarga intinya saja, dan tentunya semua orang dari yayasan Kasih Ibu tempat dimana dia bekerja. Geya ingin moment yang membahagiakan untuk Claude dan dirinya bisa disaksikan semua anggota panti yang mereka sayangi dan sudah anggap seperti keluarga itu.
Geya terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih gading dengan model empaire waist. Geya sengaja memilih gaun model ini karena perutnya yang sudah membuncit meski belum begitu besar. Model gaun pengantin ini memiliki ukuran pinggang yang berbeda karena terletak dibawah dada, sehingga aman untuk perut buncit Geya.
Claude begitu tampan dengan tuxedo berwarna hitam. Mata coklat mudanya terlihat begitu cocok dengan pakaian yang dia pilih ini. Terlihat sangat tampan dan juga gagah, tidak nampak sama sekali jika usianya dan Geya terpaut sangat jauh, sepuluh tahun.
Acara pemberkatan pun di mulai, Claude menerima tangan Geya yang di ulurkan oleh daddy Joaquin. Claude mencium punggung tangan Geya dan membawa wanita yang dia cintai itu ke depan pemuka agama untuk melakukan pemberkatan.
" Silahkan cium pasangan anda.... " ujar pendeta mengakhiri prosesi pemberkatan.
Claude maju, namun pilihannya jatuh ke dahi. Claude tidak mencium bibir Geya karena dia tahu dalam hati Geya masih belum terukir namanya, jadi dia memilih mencium dahi. Geya merasa terhormat dengan cara Claude menyanjung nya. Meski belum mencintai, setidaknya Geya merasa Claude adalah pria yang tepat untuknya.
Semua tamu yang hadir dalam pemberkatan pernikahan Geya dan Claude bersorak riuh menyoraki pengantin. Semuanya bertepuk tangan begitu meriah padahal yang hadir tidaklah banyak. Baru nanti malam ketika pesta, tamu-tamu akan banyak berdatangan. Tema pesta pernikahan Geya dan Claude nanti malam adalah garden party dimana semuanya diminta memakai pakaian dan gaun santai. Tidak ada glamour karena itu keinginan Geya.
" Selamat untuk kalian berdua... Harus mau saling memahami dan mengerti satu sama lain. Semoga sampai maut memisahkan ya... " ujar daddy Joaquin.
" Dan beri banyak cucu untuk mommy. Kau tahu kan Ge, Gaffi tidak bisa diandalkan... " ujar mommy Noura langsung diiringi gelak tawa keluarga itu.
" Pasti mom, dad... Aku akan menjaga Geya dengan nyawa ku dan kami akan memberi kalian cucu yang banyak sekali... " ujar Claude juga ikut tertawa.
__ADS_1
" Ish... Memangnya aku kucing, bisa melahirkan banyak anak.. " Geya mencubit lengan Claude yang keras itu.
" Ya nggaklah baby... Kamu itu my queen... " Ujar Claude.
Semuanya kembali ke kamar mereka masing-masing setelah prosesi pemberkatan selesai. Mereka akan istirahat sejenak sampai nanti malam waktu pesta akan berlangsung. Di dalam kamar pribadi Claude, Geya terduduk di pinggiran ranjang dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Dia begitu gugup karena satu kamar dengan Claude.
" Oh God... Jantung ku... " gumam Geya dengan tangan yang memegang dadanya.
" Huft.... Huft.... tenang Ge... Tenang.... Relax.... " gumamnya lagi. Sampai ketika pintu kamar mandi terbuka, Claude keluar hanya mengenakan celana pendek selutut dan bertelanjang dada, Geya membeku di tempatnya langsung.
Glek...
" Iman ku.... Ya Tuhan iman ku.... " batin Geya menatap dada Claude yang begitu bidang dan juga otot perutnya yang begitu seksi dimatanya.
" Baby.... Hei baby.... Area you okay? " tanya Claude ketika melihat sang istri tidak meresponnya.
Mata Geya masih menatap suaminya lekat, bahkan berulang kali Geya menelan ludahnya kasar. Sungguh tidak bisa lagi iman Geya bertahan. Dengan refleks kedua tangan Geya naik untuk menyentuh dada bidang dan otot perut milik Claude. Berulang kali diusapnya, tanpa sadar, dan Claude terkekeh pelan melihat tingkah istrinya ini.
" Bagaimana Ge? Apa kau akan terus memegangnya dan tidak segera mandi? " tanya Claude yang langsung menyadarkan Geya dari lamunannya. Sesegera mungkin dia langsung berlalu begitu saja ke kamar mandi saking malunya dengan tingkahnya tadi.
" Hahahahaha.... Baby,,,, aku rasa hidupku akan benar-benar berwarna setelah ini... " kekeh Claude.
Didalam kamar mandi, berulang kali Geya memukul pelan kepalanya karena lamunannya tadi justru berujung membuatnya malu setengah mati didepan suaminya. Bagaimana bisa dia seperti itu, sungguh tidak tahu malu sekali dirinya ini batinnya.
__ADS_1
" Ya Tuhan... Kenapa otak ku bermasalah begini? Kenapa aku jadi mesum,,, hanya melihat tubuhnya bertelanjang dada saja sudah membuat air liur ku menetes... Ya Tuhan aku pasti sudah gila... " rutuknya.
Tiga puluh menit berlalu, dan Geya masih beluk juga keluar dari kamar mandi membuat Claude yang sedang bermain ponselnya jadi khawatir. Dia sekali lagi melihat jam dinding di kamarnya, setelah memastikan Geya terlalu lama Claude berinisiatif untuk mengendor pintu kamar mandi Geya.
" Baby.... Baby... Area you okay? Kenapa lama sekali di dalam kamar mandi? " teriak Claude dari luar kamar mandi.
" Sebentar.... Tunggu sebentar... " Geya berteriak dari dalam kamar mandi.
Sejujurnya sejak tadi Geya beluk juga melakukan ritual mandi. Dan penyebabnya adalah kancing batu pengantinnya di bagian belakang sangat sulit dia jangkau. Untuk meminta bantuan dari Claude, dia sendiri sudah kepalang malu dengan kejadian tadi. Tapi jika dia meminta bantuan mommy Noura untuk melakukannya, pasti dia akan ditertawakan.
Geya sedang dilema sekarang, dan karena hal itu dia jadi mengingat ucapan mommynya tadi sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing.
" Ge, bagaimana pun perasaan mu sekarang, Claude adalah suami mu. Dan kau pasti tahu kan apa saja yang harus dilakukan seorang istri pada suaminya. Dia berhak atas semua yang ada pada mu Ge... Ingat itu... "
Mengingat itu semua, dengan menahan rasa malu dan gugupnya, Geya membuka pintu kamar mandi dengan kepala yang tertunduk. Melihat itu alis Claude naik sebelah..
" Kenapa kau belum mandi Ge? " tanya Claude..
" Sorry, tapi aku tidak bisa membuka kancing pakaian pengantin ini yang ada di belakang. Can you help me? " tanya Geya malu-malu.
Claude pun membalikkan tubuh Geya dan segera membantu Geya membuka kancing bagian belakang itu satu persatu. Namun yang tidak Claude kira adalah begitu kancing itu terbuka, maka punggung mulus Geya langsung terbuka terpampang di depan matanya.
Gluk....
__ADS_1
Suara Claude menelan ludahnya sampai terdengar oleh Geya. Bahkan kini jari-jari tangan Claude menyentuk punggungnya, membuat Geya meremang merasakan sesuatu yang tidak biasa dan panas merasuki tubuhnya...