DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
berjanji untuk pergi


__ADS_3

Ketika Claude dan Geya sampai di rumah sakit tempat Marisha mendapatkan pertolongan, terlihat Dettus berdiri di depan ruang yang diketahui adalah ruang operasi. Perasaan Geya sudah tidak karuan saat ini, ketika dia mendengar Marisha kecelakaan dan kronologinya, membuat Geya merasa ikut sakit juga. Geya berjalan beriringan dengan Claude menuju ke Dettus.


" Tuan Claude... Maaf telah mengganggu anda di waktu yang sibuk.. Tapi hanya nama anda dan Gege yang terucap dari mulut Marisha sebelum hilang kesadaran.. Maafkan kelancangan saya.. " Dettus membungkuk memberikan hormat pada Claude. Pria yang sopan, batin Claude menilai.


" Tidak menjadi soal.. Marisha adalah ipar dari istri saya, jadi kami keluarga.. " jawab Claude jadi merasa tidak enak karena pria di depannya ini begitu sopan sekali.


" Kak Dettus,, bagaimana bisa Marisha kecelakaan, dan bagaimana dengan pelakunya? " tanya Geya maju ke depan. Tadi dia berada di belakang punggung suaminya yang besar sehingga tidak terlihat.


" Gege... Lama tidak bertemu... Aku tidak tahu dengan jelas tadi kami pergi ke kantor Urusan sipil untuk mengajukan gugatan cerai pada Rouge...


bla... bla... bla... " Geya sama sekali tidak begitu mendengarkan cerita selanjutnya karena terfokus pada kata gugatan cerai. Sungguh tidak menyangka jika Marisha akan mengambil keputusan sebesar itu. Pasti dibutuhkan keberanian dan kebesaran hati menerima semua ini.


" Maksud anda ada sebuah mobil yang sengaja menabrak Marisha begitu? " Claude berusaha memperjelas.


" Benar tuan. Mobil hitam, yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Sebelum tertabrak mobil, Marisha seperti tersenyum pada saya dan tiba-tiba saja saya melihat dia sudah terpental sepuluh meter.. " Dettus menunduk, berusaha terlihat tegar.

__ADS_1


" Dan,, apa kau mengenal istri ku? Maaf bukan maksud ku, tapi aku harus tahu apa kalian saling kenal? " tanya Claude sedikit cemburu.


" Kak Dettus adalah saudara angkat Marisha, daddy. Setahu ku dulu kak Dettus pergi keluar negeri untuk membangun bisnisnya sendiri. Begitulah kiranya.. " Geya menjelaskan.. Benar-benar suaminya ini tidak tahu tempat saja menanyakan hal semacam itu di situasi seperti sekarang ini.


" Oh ya kak,, apa aku boleh menghubungi keluarga suami Marisha? Mereka mencari Marisha sejak beberapa minggu yang lalu, dan dimana keponakan ku? " tanya Geya.


" Silahkan jika kau ingin menghubungi. Jade dalam perawatan karena dia digendong Marisha saat kecelakaan terjadi. Sungguh beruntung tubuh Marisha melindungi Jade sehingga bayi kecil itu hanya memiliki beberapa luka lecet dan sedikit lema di bagian lengannya. Marellyn pingsan karena ketakutan tadi, sekarang masih belum sadar.. " jawab Dettus untuk semua pertanyaan Geya.


" Malangnya nasih mereka... " gumam Geya kembali fokus menatap pintu ruang operasi itu.


Satu jam berlalu sejak Geya dan Claude berada di sana, keluarga de Niels juga mulai berdatangan termasuk kedua orang tua Rouge yang langsung mencari kamar Marellyn dan Jade ketika mendengar kondisi dari kedua cucunya. Jika dihitung sejak Marisha berada di dalam ruang operasi, mungkin sudah dua jam lebih dan belum ada tanda-tanda operasi akan segera selesai.


Dettus lah disini yang paling khawatir dan cemas atas apa yang dideritanya Marisha. Adik kecilnya yang selama ini telah dia cintai dengan begitu tulus dan dijaga dengan taruhan nyawa, kini harus terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Sungguh Dettus merasa dirinya tidak berguna karena tidak mampu menjaga wanita yang dia cintai.


" Tuan Claude... Bisa Anda membantu saya untuk mengusut masalah ini.. Saya sadar saya tidak patut meminta tolong atas apa yang sudah Marisha perbuat, tapi saya tidak ada teman maupun seseorang yang saya kenal bisa membantu saya. Marisha adalah wanita yang baik tuan, hanya saja kehidupan membuatnya terobsesi dengan segala sesuatu yang Gege miliki... " Dettus menatap Geya dengan tatapan memohon.

__ADS_1


" Aku meminta maaf pada mu Ge, atas apa yang Marisha perbuat pada mu. Tapi sungguh, sebelum kejadian ini menimpanya, Marisha sudah berniat untuk pergi dari kehidupan keluarga kalian. Marisha ingin membesarkan anaknya sendiri tanpa mengganggu kalian lagi. Dan aku pun berjanji akan membawa Marisha pergi jauh dari kalian semua jika dia bisa selamat... Aku mohon bantu aku.. " Dettus langsung berlutut di depan Claude dan Geya sambil kedua tangannya yang menyatu di depan dada.


Dettus baru saja merintis bisnisnya sehingga dia belum memiliki kekuatan yang cukup untuk bersaing dengan perusahaan lain. Apalagi jika lawannya adalah perusahaan besar dan kuat di Milan. Karena itu Dettus meminta bantuan pada keluarga Geya dan sebagai imbalannya, Dettus yang akan membawa Marisha pergi dari kehidupan mereka semua dan memastikan Marisha tidak akan mengganggu lagi.


" Berdirilah !! Sebagai seroang pria yang sedang memperjuangkan wanita yang di cintainya, jangan pernah bersujud di depan siapapun. Kau harus punya harga diri agar dihargai oleh wanita yang sedang kau perjuangkan.. " Claude membantu Dettus berdiri.


" Dengan senang hati aku akan membantu kalian untuk mencari orang yang berada di balik peristiwa ini. Jadi bersabarlah dan tunggu kabar dari kamu. " Claude menepuk pundak Dettus berusaha menyalurkan kekuatan pada pria rapuh itu. Pria yang rapuh karena cinta dan karena kurangnya rasa percaya dirinya bahwa dia mampu menjadi yang terbaik baik wanita yang dia cintai.


" Saya berjanji akan membawanya dan kedua biah hatinya pergi jauh dari kehidupan kalian. Lagipula dia sudah menggugat cerai suaminya, jadi saya sebagai kakak angkat dan walinya berhak membawa dia pergi... "


" Siapa yang akan membawa pergi siapa? Jangan pernah memutuskan apapun karena keputusan ada di tangan ku.. Tidak akan aku biarkan dia pergi sebelum dia membayar apa yang dia perbuat pada keluarga ku.. "


" Tutup mulut mu kau tahu apa.. " sentak Geya pada seseorang yang baru saja datang.


" Kau tidak tahu apa-apa tentangnya jadi jangan bicara seolah kau tahu. Dia berhak pergi, dan kak Dettus berhak membawanya pergi. Apakah yang kau andalkan adalah pernikahan toxic ini? Atau kedua buah hati Marisha, kau saja tidak pernah peduli akan hal itu... " Geya terlihat sangat marah pada sosok yang tepat berdiri di depannya kali ini. Kesabaran Geya sudah habis, mau sampai berapa nyawa yang harus dipertaruhkan karena kebodohan seseorang yang berdiri di hadapannya ini.

__ADS_1


__ADS_2