
Keluarga de Niels awalnya sama sekali tidak ada. De Niels adalah marga yang dibuat oleh Joaquin yang sebenarnya bernama Jonathan Cassano. Daniel, Gilbert dan si bungsu Matheo kemudian dirangkul oleh Joaquin membentuk sebuah keluarga. Entah bagaimana takdir mempertemukan mereka, tapi memang mereka berempat adalah korban dari orang yang sama.
Sejak masih muda Matheo sangat menghormati Joaquin dan selalu berusaha untuk melindungi yang paling tua itu karena saat dulu Joaquin pernah duduk di kursi roda hampir separo hidupnya. Matheo selalu mendahulukan kepentingan Joaquin di atas kepentingannya, dan itu juga berlaku untuk kelima anak Joaquin. Matheo menyayangi mereka melebihi dirinya sendiri.
Melihat si tampan, si pemarah, si pembuat onar dan si polos datang, Matheo langsung merentangkan kedua tangannya menyambut keempat keponakannya. Galen dan ketiga saudara laki-lakinya datang untuk memberikan selamat pada keluarga paman bungsu mereka sebagai perwakilan daddy yang belum diperbolehkan kemana-mana setelah kembali drop sepulang rapat besar di JN Group beberapa hari lalu.
" Oh keponakan ku... Kalian makin dewasa saja diusia yang matang. Terutama kau Galen,, kenapa tidak lekas untuk memilih wanita sebagai calon istri dan menikah? " gurauan dari paman Theo.
" Untuk sementara belum ada keinginan untuk menikah uncle... Masih banyak yang harus dikerjakan daripada nanti istri ku kabur karena aku sibuk... " ujar Galen menanggapi gurauan pamannya.
" Hei umur mu sudah banyak.. Sebentar lagi juga usia kalian menginjak kepala tiga. Kau tidak ingin disebut perjaka tua kan, Len? "
" Uncle salah... Galen sudah duda,, dia bukan berstatus perjaka lagi... " celetuk Gafar membuat semua yang disana tertawa. Uncle Theo menepuk pelan dahinya karena lupa akan kenyataan itu.
Selesai sudah sesi saling sapa dan saling melemparkan gurauan. Galen dan ketiga saudaranya mendekat kearah dimana Geya dan suaminya berada, tak jauh dari pasangan itu tengah sibuk Marisha dan Rouge menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
Galen dan saudaranya bergantian mengucapkan selamat dan setelah itu bergabung bersama Geya dan Claude. Tidak ada keinginan sedikit pun para saudara Geya ini bercengkrama dengan orang Tia Jade. Merasa iba tapi karena perasaan kesal mereka masih ada, membuat anak-anak daddy Joaquin ini memilih memisahkan diri daripada bertengkar di depan umum.
" Wwaaaoooo.... Kenapa ada beraneka ragam jenis makanan disini? Tahu begini sejak tadi saja aku datang bareng Geya... " celetuk Ghadi si tukang makan itu langsung mengambil beberapa makanan yang dihidangkan.
Geya melihat saudaranya yang tepat lahir sebelum dirinya dan hanya berbeda beberapa menit saja itu tentu membuatnya mengusap perutnya pelan. Dalam hati Geya berharap anaknya nanti tidak akan mewarisi keanehan dari saudara-saudaranya.
__ADS_1
" Usap yang lama jika tidak ingin mirip dengan saudara mu yang sengklek itu... " bisik Roseline membuat Claude terpingkal karena merasa lucu.
" Tentu dan selalu.. " balas Geya ikut tertawa bersama suaminya.
" Kalian bisik-bisik apa hayo? " Gafar tiba-tiba mengagetkan mereka dari belakang membuat Geya dan Roseline berjingkat kaget.
Apa yang sekarang ini tengah terjadi di sekitar Geya menarik perhatian para tamu. Termasuk satu tamu yang melihat ada dua perbedaan yang kentara diantara keluarga de Niels. Yang satu terlihat tengah bahagia bercengkrama dengan anggota keluarga yang lain. Satu lagi terlihat begitu iri dan juga kesal pada kelompok yang terlihat bercengkrama itu.
Seseorang itu memperhatikan dengan seksama, kemudian mulai bisa menyimpulkan sesuatu bahwa mulai ada perpecahan di kedua kubu keluarga de Niels. Rencananya empat tahun benar-benar telah menampilkan hasilnya. Perpecahan karena adanya hati yang tiba-tiba terpisah. Kisah yang belum usai, kini mencuat menjadi rasa iri dan dengki.
" Akhirnya apa yang kau banggakan akan segera hancur tuan Joaquin de Niels... " gumam orang yang tengah memperhatikan dari kejauhan itu.
Carmel dan twins Q berlari senang melihat orang tua mereka pulang. Setengah hari tanpa bertemu membuat ketiga cucu daddy Joaquin dan mommy Noura ini rindu pada orang tua mereka. Carmel menatap iri ke arah twins Q dimana orang tua mereka lengkap. Bukannya tidak tahu bahwa Carmel sudah tidak memiliki mommy, hanya dia selalu merasa bahwa sangat daddy akan bersedih karena dia membahas soal mommy nya.
" Uncle, Carmel rindu mama... " ujar anak berusia hampir lima tahun itu.
" Mama akan pulang,, tapi setelah daddy mu menjemput mama mu... Jadi tunggu pasien daddy sembuh dulu ya, baru daddy bisa menjemput mommy... " Gaffi langsung menatap Galen tidak percaya.
" Kita bicara di dalam nanti... " ucap Galen sambil berlalu pergi membawa Carmel.
" Fighting Gaf,, ambil hati Galen agar kau lekas bertemu dengan istri mu.. " Geya menyemangati.
__ADS_1
Gaffi tersenyum dan mengangguk, kemudian lekas menyusul Galen pergi. Akhirnya setelah sekian tahun tanpa wanita yang diam-diam dia cintai karena rindu yang tidak terbendung, Gaffi akan mendapatkan kesempatan untuk bisa bersama dengan sang istri.
" Senang akhirnya Galen mau memberi kesempatan pada Gaffi.. " celetuk Geya.
" Dan beruntungnya aku tanpa harus melewati ujian berat dari Galen untuk bisa bersama mu, baby... " Geya tertawa... Suaminya ini pandai sekali membuat suasana hatinya langsung ceria setelah sedikit mendung.
Claude dan Geya hari ini memiliki agenda untuk menemani twins Q bermain di tempat bermain sesuai janji mereka sebagai ganti tidak mengajak keduanya ke pesta yang diselenggarakan keluarga papa Theo tadi. Bukan tanpa alasan Geya melarang anaknya ikut, karena selain untuk menjadi teman kedua orang tuanya, juga karena takut asumsi publik yang beranggapan bahwa twins Q adalah anak Rouge.
Quon dan Quella begitu senang berlari kesana kemari. Untuk pertama kalinya daddy dan mommy mereka mengizinkan mereka untuk bermain sepuasnya di tempat umum. Sebenarnya bukan untuk melarang, hanya saja di mansion yang ada do Los Angeles, mereka berdua memiliki arena bermain yang sangat luas. Itulah mengapa mereka tidak pernah bermain diluar.
Seperti mendapatkan jackpot yang besar, ada seseorang yang tidak sengaja melihat Geya dan Claude membawa anak mereka bermain. Seseorang ini tadinya juga berada di tempat pesta keluarga Matheo. Dan sekarang dia kembali mendapatkan petunjuk besar untuk bisa mewujudkan keinginannya.
" Kenapa anak Geya ada sedikit kemiripan dengan Rouge?? Mungkinkah benar malam itu telah menghasilkan dua malaikat kecil itu? Hihihihi.... jalan ku untuk semua mimpi ku sebentar lagi akan terwujud.... " ujar orang misterius itu tertawa di pojokan..
" Nona Geya lama tidak bertemu... " seseorang menyapa Geya.
" Eh... Bukankah anda tuan Lucas? " Geya terkejut.
" Hahahaha... rupanya anda masih mengingat saya... Apa ini suami anda? " tanya tuan Lucas ramah.
" Iya tuan... Perkenalkan ini suami saya,Claude Smith Harley... "
__ADS_1
" Waoww... Pemilik H.E? Beruntungnya saya bisa bertemu dengan pebisnis handal sepertinya anda... "
Claude menerima jabatan tangan dari tuan Lucas. Ketiganya kemudian mengobrol santai sambil sesekali bercanda dan tertawa. Senang bisa menemukan teman bicara yang sejurus dengan mereka.