DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Kedatangan keluarga de Niels


__ADS_3

Suasana di mansion utama de Niels terlihat sangat kacau dan ribut. Masing-masing penghuninya berlari kesana kemari, entah apa yang sedang mereka lakukan. Yang jelas sudah ada beberapa koper yang tergeletak di ruang tamu menunggu pemiliknya menghampiri.


Tadi pagi, Galen pulang dari kantor dan mengabarkan berita yang membuat semua penghuni mansion de Niels pulang langsung ke mansion setelah berada di luar untuk bekerja ataupun sekedar bertemu teman lama. Galen menginformasikan bahwa malam ini mereka akan berangkat ke tempat yang begitu ingin mereka kunjungi akhir-akhir ini.


" Jangan katakan kemana kami pergi pada siapa pun yang bertanya. Tidak peduli itu adalah keluarga ku.. Kau mengerti!! " daddy Joaquin berpesan pada kepala pelayan mansion nya.


" Baik tuan besar... Saya pastikan semua yang ada di mansion ini tutup mulut. " ujar Marselo, kepala pelayan mansion utama.


" Bagus... Aku percayakan semua yang ada di sini pada mu... " Joaquin menepuk pundak orang kepercayaannya itu. Marselo selain begitu pandai mengurus rumah tangga, juga pandai dalam hal keamanan. Karena itu mansion de Niels selalu aman dari siapa saja yang berniat buruk pada penghuninya.


" Salam saya untuk beliau tuan... Tolong anda sampaikan... " pinta Marselo yang langsung diangguki oleh Joaquin.


Keempat putra Joaquin sama-sama sudah berkumpul di ruang tamu setelah berpencar mencari apa yang mereka ingin bawa dalam rencana kepergian keluarga utama de Niels ini. Mereka semua berpenampilan casual, memakai masker dan topi yang menutupi wajah mereka. Sebisa mungkin kepergian mereka ini tidak diketahui oleh siapapun.


" Kita berpencar dalam beberapa mobil!! " ujar Galen memberi komando pada semuanya.


" Ck... Kita ini sudah seperti kabur dari serangan ******* saja... " protes Gafar.


" Diam dan turuti atau kau ku tinggal... " Gafar langsung membungkam mulutnya. Ancaman Galen tidak pernah tidak dia wujudkan dan Gafar tidak ingin ditinggal di mansion sendirian..


" Kita berangkat sekarang!!! " titah daddy Joaquin.


Ke-enam anggota keluarga de Niels ini berangkat menuju ke bandara dengan menggunakan tiga mobil dan jalur yang berbeda. Hanya satu mobil yang melalui jalur utama ke bandara. Alasan mereka melakukan ini karena ingin mencegah keluarga yang lain mengetahui keberadaan mereka. Posisi Geya saat ini haruslah dirahasiakan dari siapa pun. Karena jika sampai ada yang tahu keberadaan Geya maka semua yang Galen sembunyikan akan menggemparkan keluarga besar mereka.


Los Angeles,

__ADS_1


Geya duduk termenung di bangku taman bunga mawar yang ada di yayasan Kasih Ibu. Dia masih memikirkan tentang keputusan yang diambilnya beberapa waktu yang lalu. Benarkah keputusan Geya itu akan menjadi yang terbaik atau malah sebaliknya. Kecemasan Geya ini terlihat oleh ibu Ela, kepala yayasan milik Claude Smith Harley.


" Gege.... " sapa ibu Ela..


" Eh.... Ibu Ela... ya.... " jawab Geya gelagapan karena terkejut.


" Melamunkan apa Ge? " tanya ibu Ela.


" ehm... ehm.... Ini tentang.... "


" Tuan Harley,... benar? " Geya sedikit terkejut karena ibu Ela menebak dengan benar siapa penyebab kegalauan hatinya. Hingga setelah beberapa menit Geya pun mengangguk.


" Yakinlah pada hati mu dan hatinya Ge. Karena pria itu bukan pria yang akan mempermainkan hati para wanita. Dia menjalani hidup ini dengan duka karena terbuang oleh orang tuanya, dan pada akhirnya wanita yang dia cintai juga melakukan hal yang sama. Dan biasanya, pria seperti itu tidak akan mempermainkan wanita karena dia tahu rasanya dipermainkan... " Ibu Ela mencoba membuka pikiran Geya tentang Claude.


" Tapi.... Dia bisa saja kan membenci wanita dan berniat balas dendam... " akhirnya terucap juga ketakutan Geya.


" Tuan Harley, ketika pertama kali bertanya tentang mu, aku sudah mengatakan bahwa kau bukanlah wanita yang bisa diajak bermain-main perasaan olehnya. Dan kau tahu apa jawabannya? " ujar ibu Ela. Geya menggelengkan kepalanya tidak tahu.


" Apa kau pernah melihat ku main-main selama ini, bu?.... Begitu ucapannya... " ibu Ela tersenyum khas senyum seorang ibu pada putrinya.


Ibu Ela pun akhirnya menceritakan cerita tentang Claude dari versinya. Geya sudah mendengar secara garis besar dari Claude sendiri, tapi mendengar dari ibu Ela justru membuka pikirannya tentang bagaimana Claude yang sebenarnya. Pria seperti apa Claude dimata semua orang yang mengenalnya sejak masih kecil..


Geya tersenyum senang saat melihat Claude datang menjemputnya siang ini. Bukan karena apa memang mereka ada janji untuk mempersiapkan kedatangan keluarga Geya ke Los Angeles. Ibu Ela pun akhirnya melepaskan Geya agar bisa pulang lebih awal bersama dengan pria yang sudah dia anggap sebagai putranya sejak dulu.


" Kami pulang dulu, bu... " pamit Claude.

__ADS_1


" Hati-hati!!! Jangan ngebut atau aku akan membuat mu kehilangan SIM mu... " ancam ibu Ela yang hanya ditertawakan oleh Claude saja.


" Kami pulang Bu... " Geya pun berpamitan dan mengakhiri perbincangan mereka bertiga.


...******...


Pesawat pribadi dengan logo J. N mendarat di bandara Udara Internasional Los Angeles setelah mengudara selama 14 jam dengan satu kali transit. Semua anggota keluarga utama de Niels turun dengan wajah penuh lelah. Tapi semua itu kalah dengan antusiasme mereka untuk menjumpai Geya hari ini. Mereka bahkan sengaja membawa beberapa hadiah khusus untuk Geya, entah tadi membeli dimana.


Lima mobil dengan kualitas terbaik menjemput keluarga de Niels. Kelima mobil ini adalah mobil yang dikirimkan Claude untuk menjemput keluarga dari Geya ini dan membawa mereka ke mansion mewah miliknya. Tanpa banyak bertanya, keluarga de Niels memasuki mobil tersebut dan segera menuju ke tempat dimana Geya berada.


Perjalanan dari Westchester ke Bel Air hanya membutuhkan waktu selama dua puluh menit. Dan ketika sampai di mansion mewah milik Claude, mata semua anggota keluarga de Niels melotot tidak percaya dengan kemewahan dan besarnya mansion ini.


" Len, ini mansion siapa? Kau membelikan ini untuk Geya? " tanya Gafar yang satu mobil dengan Galen.


" Kau gila ya? Untuk apa aku membelikan mansion semewah dan sebesar ini kalau hanya Geya yang tinggal. Buang-buang tahu tidak... " sembur Galen.


" Lalu ini mansion siapa? " kembali Gafar bertanya untuk menuntaskan rasa penasaran nya.


" Pria yang akan melamar Geya... " jawab Galen santai.


" What..... " pekik Gafar tidak percaya. Bagaimana bisa secepat ini Geya sudah memiliki pengganti untuk Rouge.


Belum selesai keterkejutan Gafar dengan ucapan Galen, dia kembali dikejutkan ketika mobil yang ditumpanginya berhenti di bagian atas mansion mewah itu. Bagian atas adalah sebuah rumah kaca tempat dimana Claude tinggal, karena bagian bawah merupakan tempat tinggal para maid yang bekerja di mansion mewah ini. Desain mansion ini begitu mewah dan elegan, membuat Gafar berdecak kagum.


" Kalian sudah datang...... "

__ADS_1


Degh.... Degh.... Degh...


Jantung daddy Joaquin dan mommy Noura serasa berhenti berdetak ketika melihat sosok yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.


__ADS_2