DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Lemah tanpa dirinya


__ADS_3

Di depan ruangan IGD tempat daddy Claude ditangan, tidak ada yang bicara sepatah katapun baik itu mommy Geya, Quella ataupun Alrescha. Ketiga orang ini mengunci rapat bibir mereka karena tidak ingin apa yang mereka ucapkan menjadi kenyataan. Daddy Claude adalah jantung bagi anak dan istrinya, terjadi sesuatu saja pada pria ini, maka anak dan istrinya akan lemah. Itulah kenapa kesehatan daddy Claude selalu diperhatikan oleh semua orang.


Sudah hampir satu jam sejak Quon dan daddy Claude masuk, tapi masih belum ada kabar berita mengenai apa yang terjadi pada daddy Claude. Alrescha melebarkan dadanya untuk memeluk mommy dan kakak perempuannya, berusaha menguatkan keduanya karena disini dia adalah pria satu-satunya. Tidak bisa bohong, Alrescha juga sangat ketakutan saat ini. Daddy yang selalu dia lihat kuat dalam menjalani hidup, tiba-tiba saja pingsan dan mengeluh dadanya sakit.


" Semua pasti baik-baik saja.. Aku yakin daddy akan baik-baik saja.. " gumam Alrescha. Sebenarnya kata-kata itu untuk menguatkan dirinya sendiri. Tapi rupanya mommy Geya dan juga Quella pun setuju dengan gumaman Alrescha. Daddy mereka harus baik-baik saja.


Tak lama setelah itu, Quon keluar dari ruang IGD bersama dengan beberapa dokter. Semuanya memberi hormat pada keluarga dari pemilik enam puluh lima persen saham rumah sakit ini meski bukan pemilik dari rumah sakit itu sendiri. Selain Quon semuanya pamit pergi meninggalkan keluarga Smith Harley ini.


Tubuh Alrescha membeku ketika dirinya bisa mengartikan raut wajah sang kakak. Daddy Claude tidak baik-baik saja, itulah yang dia yakini. Tapi kenapa bisa, padahal dari semuanya kesehatan daddy Claude selalu menjadi yang utama untuk mereka. Bahkan jika yang lain memeriksakan setiap enam bulan sekali, daddy Claude dan mommy Geya akan memeriksakan kesehatan setiap tiga bulan sekali, dan rasanya baru seminggu yang lalu daddy Claude periksa dan hasilnya bagus.


" Kenapa? Bukankah terakhir dikatakan beliau sehat.. Apa kau menyembunyikan sesuatu? " tanya Alrescha menuntut jawaban Quon.


" Tidak... Kami pun terkejut karena daddy tiba-tiba mengalami serangan jantung. Penyebabnya ternyata daddy memiliki penyakit jantung koroner yang baru terdeteksi saat ini.. Tidak pernah daddy mengeluh jadi kami tidak berpusat pada kondisi jantungnya. Lagi daddy tidak pernah mau memeriksakan kesehatannya secara menyeluruh.. Hanya bagian kepala dan tulang saja yang daddy perhatikan selama ini.. " terang Quon yang merasa kecolongan.


" Sial... Lalu apa yang harus dilakukan? Nyawa daddy tidak terancam kan? " tanya Alrescha yang merasakan sama seperti yang dirasakan Quon saat ini. Keduanya di kelabuhi daddy mereka.


" Penanganan yang tepat, karena jika daddy mengalami serangan jantung lagi tidak ada jaminan daddy masih akan bersama kita lagi. "


BRUUUKKK


Tubuh mommy Geya luruh dilantai, tidak pernah dia sangka akan ada dimana dirinya akan melihat suami yang paling dia cintai di dunia ini akan mengalami ini semua. Suaminya yang kuat saja bisa seperti itu, lalu apa kabar dirinya. Mommy Geya menangis dalam pelukan Quella, merasa bahwa berita yang dibawa oleh Quon, semacam berita peringatan bahwa suaminya tidak akan bisa menemani dirinya hingga keduanya tutup usia bersama.

__ADS_1


Untuk dilakukannya pemeriksaan secara menyeluruh dan juga penanganan penyakit jantungnya, daddy Claude akan dirawat inap sementara di rumah sakit sampai kondisinya sudah tidak mengkhawatirkan lagi. Usianya sudah diatas kepala enam, jelas saja yang bisa dilakukan oleh dokter dan serangkaian pengobatan hanya menambah sisa umurnya saja. Menyakitkan untuk daddy Claude, tapi anak dan istrinya tidak siap jika harus ditinggalkan sekarang.


Daddy Claude sudah sadar, dan kini semua anggota keluarga Smith Harley tengah menemani daddy Claude. Semuanya mengatupkan rapat bibir mereka, tidak ingin membahas apapun yang justru membuat suasana hati mereka buruk. Mommy Geya duduk di kursi yang ada di samping ranjang tempat daddy Claude kini duduk bersandar di ranjang. Matanya menatap satu persatu anggota keluarga nya, dan dia pun menghela nafas.


" Daddy baik-baik saja... " ucap Claude.


" Daddy lebih baik diam saja.. Andai kata daddy tidak sakit begini, aku sudah akan mengajak daddy bermain di ring.. " ucap Alrescha terlihat menahan emosinya. Apalagi mendengar daddy Claude justru terkekeh pelan mendengar ucapan sang daddy.


" Ck.. Daddy.. " Alrescha berdecak kesal.


" Kalian ini, daddy hanya kelelahan saja, jangan dianggap sampai seserius ini, daddy tidak apa.. Sungguh.. " ucap daddy Claude masih berusaha menenangkan semua anggota keluarganya.


Melihat cinta keduanya menangis dan berlari seperti itu, hati daddy Claude teriris. Bukan keinginannya sakit seperti ini, tapi apa boleh buat jika takdir berkata lain tentang dirinya. Daddy Claude sudah menyadari penyakit ini sejak sangat lama sekali, tapi tidak sekalipun penyakit ini menyusahkan nya. Barulah semalam dia merasakan sakit yang luar biasa di dadanya, sangat sakit hingga keluar keringat dingin di sekujur tubuhnya.


" Kita bahas masalah ini nanti dad.. Sekarang daddy istirahat, aku akan antar mommy pulang.. " Quon sudah bangkit mendekati mommy nya yang belum mengeluarkan satu kata pun sejak tadi.


" Mommy akan disini sama daddy.. Kamu pulang saja bawakan pakaian ganti untuk mommy.. " ucap Geya terdengar begitu datar. Tapi wajahnya terlihat sangat sedih, kedua matanya bahkan bengkak karena tidak berhenti menangis. Claude jadi merasa bersalah melihat sang istri seperti ini.


" Baiklah.. Aku juga akan bawakan makanan untuk mommy.. Aku pulang dulu.. " pamit Quon yang mengajak Alrescha ikut serta dengannya. Tujuan mereka sebelum pulang adalah menemukan Quella.


Keduanya memberikan waktu untuk mommy dan daddy mereka berbicara dari hati ke hati. Kedua putra daddy Claude dan mommy Geya ini seolah bisa membaca tatapan mata keduanya yang menyiratkan begitu dalam rasa sedih dan sakit di hati mereka. Apa tujuan daddy Claude merahasiakan ini semua. Apa dia menyerah pada hidupnya setelah kejadian saat itu.

__ADS_1


**********


Tokyo, Jepang..


Brakkk..


" Tuan... "


" Hei kau asisten laknat.. Tidak bisa kau mengetik pintu dulu.. " seorang pria terlihat hendak menurunkan celananya ketika asisten pribadinya menerobos masuk kamar pribadinya.


" Maaf tuan, ini penting... Bahkan lebih penting dengan urusan anda dan celana anda itu.. " ucap sang asisten membuat pria yang tengah bertelanjang dada ini geram dan ingin melempar asistennya ini ke kandang buaya.


" Katakan... Sumpah Demi nama ku, jika berita ini tidak penting... Maka kau benar-benar akan berkunjung ke tempat Debora.. " ucap pria itu yang sekarang kembali mengancingkan celananya.


" Ayah Anda.. Ayah Anda masuk rumah sakit tuan.."


Braaakkk...


" Tuan... " teriak asisten itu memanggil tuannya yang langsung melesat secepat kilat melewatinya. Padahal tuannya masih bertelanjang dada saat ori.


" Kenapa diam saja? SIAPKAN PESAWAT SEKARANG JUGA!!!!! " teriak pria itu langsung membuat asistennya kalang kabut melakukan perintah tuannya.

__ADS_1


__ADS_2