
Ruang rapat yang tadinya dipenuhi oleh orang-orang, sekarang hanya menyisakan empat pria dengan usia yang berbeda sedang duduk untuk membicarakan permasalahan yang telah terjadi empat tahun yang lalu. Daddy Joaquin duduk di samping Rouge berhadapan dengan Galen yang duduk di samping Claude. Keempat orang ini masih diam, belum ada pembahasan sama sekali.
Hingga Galen pun mengawali pembicaraan yang pastinya akan menguras emosi ini.., " Kau ingin mengatakan sesuatu pada ku, Rouge.. Mari kita selesaikan semuanya hari ini... " diam sejenak sebelum Galen kembali berucap.
" Kau membenci ku karena memisahkan mu dengan Gege kan. Tapi sayang aku harus mengecewakan mu, karena sesungguhnya yang memaksa pergi adalah Geya. Jika kau tidak percaya, tanya Geya atau kau boleh tanya Claude karena dia tahu cerita yang sebenarnya... " Galen menunjuk Claude dengan dagunya.
Rouge menatap Claude dan Galen bergantian, raut wajahnya didominasi dengan ekspresi penuh dengan tanya. Ingin bertanya, namun ragu akan mendapatkan jawaban yang memuaskan rasa keingintahuannya. Tapi rasa penasaran Rouge dengan alasan kepergian Geya begitu kuat sehingga dia lebih memilih bertanya meski nantinya jawaban mereka tidak akan sesuai dengan harapannya.
" My baby, memutuskan pergi karena dia telah kalah dalam pertaruhan hidupnya. Ehm... Tidak ada sangkut pautnya dengan istri mu, dan disini perlu aku jelaskan agar nantinya hubungan mu dengan istri mu tidak akan retak karena masalah ini... Alasannya pergi karena dia kalah dalam pertarungan yang dia buat sendiri...... "
Claude menjelaskan bahwa dulunya Geya meminta para Rouge untuk menerima Marisha sebagai sekretarisnya karena dirinya ingin bertaruh dengan alasan yang Rouge buat sehingga hubungannya dengan pria itu tidak ada kemajuan bahkan sudah sepuluh tahun lamanya. Karena itu Geya bertaruh, jika benar Rouge tidak mencintai Geya, maka pasti Marisha akan bisa mengambil hatinya, begitu pula sebaliknya, jika Rouge mencintai Geya maka pasti pria itu tidak akan terpengaruh pada kehadiran Marisha.
Geya tidak bodoh ketika melihat bagaimana raut wajah Marisha ketika bisa menjadi sekretaris Rouge. Geya tahu bahwa sahabat baiknya itu begitu mencintai Rouge sampai rela Geya manfaatkan untuk mencari tahu tentang masalah yang Rouge alami. Hanya saja, satu kesalahan Geya, hingga akhirnya dia kalah dalam pertaruhan hidupnya. Tidak ada kucing yang akan melepaskan kesempatan begitu saja jika diberi ikan, perumpamaan yang cocok dengan situasi Geya saat itu.
__ADS_1
" Begitu lah kiranya alasan Geya pergi... Bertemu dengan ku waktu itu Geya dalam kondisi patah hati yang begitu mendalam. Karena itu kami dekat dan akhirnya Geya hamil anak ku, kemudian kami menikah setelahnya... " terang Claude diakhir cerita.
" Jadi maksud mu, si kembar itu adalah anak mu... Bukan anak ku, karena saat itu aku dan Gege sempat melakukan.... " ucapan Rouge terpotong begitu saja oleh sanggahan Claude.
" Tentu saja mereka anak ku.. Apa kau yakin pernah melakukan itu bersama Geya? Karena jika kau yakin jelas pasti kau akan berjuang untuk memilikinya sejak lama.. Namun karena ingatan mu kabur, sehingga kau tidak yakin akan hal itu.. " Claude berucap.
Rouge membenarkan ucapan Claude, karena jika dia ingat pernah melakukan bersama Geya sudah pasti saat itu juga dia akan memperjuangkan Geya. Rouge pria yang penuh dengan tanggung jawab sehingga tidak akan pernah lari dari tanggung jawabnya. Buktinya Marisha dia nikahi meski hatinya selamanya milik Geya.
Galen tersenyum tipis melihat kebimbangan dalam diri Rouge. Merasa salut pada saudara iparnya yang mampu memanipulasi keadaan sehingga Rouge pun bingung dibuatnya. Tidak salah Geya memilih Claude sebagai pendamping hidupnya karena jelas adik kembar perempuan satu-satunya itu akan bahagia.
Hati ayah mana yang tidak sakit saat anak gadisnya disakiti bahkan sampai kehilangan mahkota yang dijaga selama ini. Namun bagi daddy Joaquin kepedihan Geya waktu itu adalah jalan Geya mendapatkan pria atau jodoh yang lebih baik dan pantas untuk Geya, dan orang itu adalah Claude.
" Apa Rouge masih ada yang ingin ditanyakan lagi? " tanya daddy Joaquin karena jika tidak maka pembicaraan ini akan dihentikan sampai disini dan tidak akan dibahas kedepannya.
__ADS_1
" Bagaimana Rouge,, apa kau masih ada yang ingin ditanyakan? " Claude juga ikut bertanya.
Rouge masih diam mencoba berpikir adakah yang masih mengganggu pikirannya. Hari ini semua tanda tanya yang dia pikirkan selama empat tahun ini harus dia tanyakan dan selesaikan hari ini juga. Rouge punya masalah yang lebih penting dari masa lalu, dan dia sadar akan hal itu. Namun ingatan dan kenangan tentang Geya sangat membekas dipikirannya. Jadi sebisa mungkin dia harus mengakhiri semuanya di sini.
" Apa Geya bahagia bersama mu? " tanya Rouge menatap Claude. Membuat senyum Claude langsung mengembang..
" Jika itu kau bisa tanyakan pada Geya.. Karena tentang bahagia atau tidak hanya dia yang bisa menjawab. Tapi yang jelas bisa aku katakan adalah, aku ingin selalu berupaya membuat dia bahagia.. "
Cemburu, karena ada laki-laki lain yang mencintai wanitanya sedalam itu. Tapi tidak ada yang bisa Rouge lakukan saat ini. Geya bahagia dan dia juga sudah menikah. Sama seperti apa yang Geya katakan waktu itu, bahwa pertanggungjawaban seperti apa yang bisa Rouge lakukan jika memang Geya pernah dipaksa Rouge untuk melayaninya ataupun si kembar anak Rouge. Karena tidak akan bisa Rouge bertanggung jawab, apalagi sekarang ini dia memiliki anak yang special.
Pembicaraan ini diakhiri, Galen dan Claude mendesah nafas lega ketika Rouge sudah meninggalkanmu ruangan itu. Jujur saja Claude merasa tidak enak karena telah membohongi Rouge karena terus terang saja Rouge berhak untuk tahu tentang si kembar. Namun Claude takut untuk jujur, selain karena janjinya pada Geya juga karena kondisi Jade. Bisa gawat jika Claude mengabaikan Jade hanya karena kehadiran si kembar.
" Ini yang terbaik untuk semua orang, Claude. Yakinlah akan hal itu.. " daddy Joaquin menepuk pelan pundak Claude. Pria itu pun mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Ketiga pria ini pun akhirnya kembali berbincang meski berlainan topiknya. Sesungguhnya tanpa keduanya ketahui, seseorang telah menguping pembicaraan mereka. Diam-diam orang itu merekam pembicaraan yang tengah dibahas oleh Galen, Claude dan daddy Joaquin setelah Rouge pergi.
Meski tidak sempat membahas tentang ayah kandung di kembar. Tapi obrolan mereka selanjutnya membuat siapa saja pasti berpikir bahwa benar bukan Claude ayah kandung dari anak-anak Geya. Orang yang menguping pembicaraan ini begitu senang karena bisa memanfaatkan jackpot ini untuk menekan keluarga de Niels nantinya.