
Keesokan harinya di mansion utama, semuanya beraktifitas seperti biasa tanpa terpengaruh sama sekali dengan kejadian yang terjadi semalam. Semuanya diam tidak ada yang membahas apapun tentang kejadian semalam itu. Semua ini atas perintah dari tuan besar sendiri, bahwa tidak ada kejadian apapun semalam.
Quon lagaknya lupa dengan kejadian semalam. Pagi ini dia bangun dengan sikap yang seperti biasanya. Tidak ada sedikit pun raut wajah ketakutan atau penasaran dengan kejadian semalam. Mungkin ini semua terjadi karena saat itu Claude berada di kamarnya, sehingga dia merasa itu adalah perbuatan sang daddy.
Meraba orang yang ada dibalik ini semua rasanya begitu sangat sulit. Bukan karena tidak mampu, tapi jika ini semua ada sangkut pautnya dengan dendam lama, maka akan sulit untuk mengetahui siapakah saat itu yang merasakan imbas dari pertarungan daddy Joaquin dengan pamannya. Bisa saja orang atau kelompok ini tidak terdeteksi dulu dan akhirnya membalas dendam sekarang.
Daddy Joaquin sudah menghubungi Daniel de Niels untuk menanyakan perihal tentang masalah ini. Mungkin saja Daniel mengetahui jika ada yang pernah dirugikan keluarga de Niels dahulu karena saat itu yang banyak berinteraksi di luar adalah Daniel yang merupakan Sekretaris daddy Joaquin saat itu.
Tapi meski sudah sampai melakukan itu pun, Daniel tetap juga tidak mengingat dengan jelas peristiwa yang terjadi tiga puluh tahun lalu itu. Semua orang jadi kembali membuka cerita lama, cerita yang pernah menjadi luka dan duka untuk semua anggota de Niels.
" Apakah mungkin, ada orang yang bukan target kalian melakukan tindakan yang merugikan kalian hingga kalian menindak lanjuti peristiwa itu? "tanya Claude. Entah sudah berapa kali dia bertanya seperti ini karena ini bukan kali pertamanya.
" Entahlah nak... Aku tidak mengingat dengan jelas saat itu. Tapi seharusnya tidak ada masalah seperto itu.. " jawab daddy Joaquin kurang yakin.
" Ini pasti perbuatan orang yang dirugikan saat itu. Orang yang terkena dampak pertarungan anda dengan musuh anda. Apa anda tidak mengingat berapa banyak keputusan yang anda buat untuk menyerang seseorang? " kembali Claude berusaha untuk meraba siapa kira-kira orang yang berada di balik ini semua.
__ADS_1
Daddy Joaquin berusaha keras memutar kembali ingatan yang sudah dia bekukan puluhan tahun yang lalu. Jujur ingatan ini menyakitinya, karena diingatan inilah awal semua kehancuran dan keberhasilannya. Namun sepertinya daddy Joaquin enggan untuk mengakui kehancurannya selama ini. Masa paling kelam, masa dimana dia berada di titik terendah tanpa dia tahu apa salah yang telah dia perbuat.
Daddy Joaquin menggeleng, karena dia memang tidak mengingat kejadian penting lainnya. Daddy Joaquin tidak memberi perintah untuk melakukan hal yang tidak berhubungan dengan dendamnya pada sang paman. Setidaknya itu yang dia ingat.
" Daddy,, ingat kejadian saat kita di serang karena Vinda di cafe Theo yang baru? " celetuk mommy Noura membuat semua fokus mereka tertuju pada wanita itu.
" Memangnya ada kejadian seperti itu? Aku tidak mengingatnya.. " ujar daddy Joaquin mencoba mengingat.
" Ada.. Saat itu aku yang cidera di kepala sampai harus koma selama beberapa waktu karena luka dilempar batu besar. Ini bekasnya masih ada... " mommy Noura meraba bekas jahitan di kepala bagian kanannya yang pernah terkena lemparan batu saat melindungi Vinda dari serangan wanita yang adalah istri sah dari sugar daddy Vinda.
" Dengan pemilik kantor tempat kamu bekerja itu bukan? " tanya daddy Joaquin.
Claude menatap kedua mertuanya bergantian, ingin mendengar lanjutannya namun sepertinya enggan keduanya untuk meneruskan ceritanya. Namun terlihat daddy Joaquin sedang mencoba kembali mengingat kejadian itu meski belum juga dia mengingatnya.
Claude pun mengirim pesan pada asistennya untuk mencari tahu tentang kejadian itu. Siapa tahu ini adalah petunjuk yang paling bisa mereka andalkan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa pelaku dari semua peristiwa ini. Akan lebih baik jika sebelum ketakutan Claude terjadi, mereka sudah tahu siapa pelakunya.
__ADS_1
...**********...
Di sebuah rumah sakit swasta di Milan, tapi bukan di rumah sakit keluarga de Niels. Seseorang pria yang selama ini menjadi tangan kanan dari pria misterius yang menjadi dalang dari peristiwa yang menimpa Geya dan Rouge, terlihat tengah berbaring di ruang ICU berusaha untuk melawan maut yang sedang mengincarnya.
Bukan karena apa dia bisa dirawat di rumah sakit ini, tapi karena tembakan yang dilesatkan Claude semalam justru telah mengenai bagian yang cukup mematikan. Bagian hati, pria ini tertembak, selain itu dia harus menahan banyaknya darah yang keluarga demi bisa lepas dari kejaran orang-orang de Niels.
Pria ini sampai di rumah sakit, satu jam setelah mengalami tembakan. Berakibat banyaknya darah yang keluar sehingga pasukan darah ke orang menipis membuat pria itu koma. Entah untuk berapa lamanya, yang jelas itu semua merupakan perjuangan pria ini untuk bisa mendapatkan sampel rambut dari anak Claude.
" Perjuangan mu tidak akan aku sia-siakan nak. Kau adalah orang ku yang paling loyal. Setelah semua selesai, semua harta ku akan menjadi milik mu... " ujar pria misterius itu menjenguk asisten pribadinya.
Semalam sebelum Toby tidak sadarkan diri, dia sudah menyerahkan sampel rambut twins kepada dokter yang dipercaya olehnya. Sekarang hanya tidak mendapatkan sampel rambut atau bagian dalam pipi dari Rouge untuk dijadikan perbandingan, dengan begitu mereka akan rabu siapa ayah biologis dari twins.
Untuk mendapatkan sampel itu, maka pria misterius ini akan memanfaatkan Marisha yang satu kamar dengan Rouge. Jelas itu akan mudah jika hanya mencuri satu helai rambut dari suaminya saja. Marisha di sana juga sudah menyanggupi hal itu, dan sekarang pihak pria misterius itu hanya perlu menunggu Marisha mendapatkan sampel dari Rouge.
" Setelah ini... Kita akan membuat ledakan yang begitu besar di kubu keluarga de Niels. Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi, darah dibalas darah. Seberapa banyak tetes darah mama, maka sebanyak itulah aku akan memerah tetesan darah kalian... " ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Pria misterius itu meninggalkan rumah sakit. Menyerahkan semua masalah di rumah sakit pada anak buahnya termasuk jika Marisha mengantarkan sampel rambut suaminya. Pria misterius ini harus menjalankan rencana lain lagi untuk mengaburkan siapa dirinya meski dia tahu pasti semua orang di keluarga de Niels telah membaca rencana akhirnya.
Tak masalah meski itu terjadi, mungkin dengan kejadian semalam juga pasti keluarga de Niels mengetahui apa yang musuh mereka kejar. Tapi semalam jati dirinya disimpan dengan baik, maka sepandai apapun keluarga de Niels, tetap tidak akan bisa menemukan penyebab dari semua peristiwa yang terjadi pada mereka.