
Tak ada lagi kumpulan pada pemburu berita setelah Claude mengatakan bahwa dia akan berbicara resmi nantinya diwaktu yang akan dia umumkan sebelum hari H nya terjadi. Hal ini diterima baik oleh semua pemburu berita, bahkan mereka membuat berita resmi dengan banyak judul yang mengatakan bahwa Claude nanti akan memperkenalkan istrinya pada semua orang yang memang begitu penasaran dengan wanita yang berhasil membuat hot duda ini melepas masa dudanya.
Geya yang melihat acara berita yang paling banyak memberitakan tentang dirinya dan suami, hanya bisa tersenyum saja dan menggelengkan kepalanya. Setenar itukah sang suami sampai semuanya ingin tahu tentang kehidupan Claude.
" Pak Nam... Kenapa semuanya begitu ingin tahu tentang kehidupan pribadi daddy? " tanya Geya.
" Tentu saja karena tidak ada satu pun berita tentang tuan yang dekat dengan wanita selama ini nyonya. Semua tahu status tuan adalah duda, tapi tidak mereka lihat satu kalinya tuan terlihat memiliki kekasih. Jelas pasti anda paham kenapa bisa semua orang seingin tahu itu... " terang pak Nam.
" Hm.... Track record daddy benar-benar bersih selama lima belas tahun dia menduda... Jadi aku ini adalah wanita yang beruntung kan Pak Nam? " ucap Geya menyombongkan diri.
" Tentu saja anda yang terhebat nyonya... " keduanya pun tertawa ruang karena candaan mereka yang garing itu.
Pak Nam sendiri sekarang ini memiliki tugas untuk menemani Geya dimana pun Geya berada di mansion ini selama Claude bekerja. Pak Nam baru boleh meninggalkan Geya ketika Geya masuk kamar pribadinya ataupun ketika Claude sudah pulang. Dan kenapa pak Nam, bukan maid perempuan lainnya atau Thalita,,, jawabannya karena pak Nam berpengalaman bila menyangkut ibu hamil.
Semua pasti menanyakan dimana keberadaan Thalita yang sama sekali tidak disebut akhir-akhir ini, dan jawabannya Thalita kembali ke Milan, Italia seminggu sebelum Geya menikah karena harus membantu asisten pribadi Geya mengurus perusahaan.
Gafar yang adalah seorang pengacara, angkat tangan ketika dirinya harus menggantikan posisi Geya sebagai CEO di JN Entertaiment, perusahaan milik JN Group yang bergerak di bidang hiburan. Akhirnya Thalita harus ditarik pulang kembali ke Milan untuk menjadi CEO sementara sampai Galem menemukan orang yang cocok menjadi CEO di perusahaan milik Geya itu.
Kembali lagi pada Geya dan Pak Nam,,, keduanya dikejutkan ketika mendengar suara pria yang berat dan serak milik Claude yang baru saja pulang tapi tidak ada yang menyambutnya. Ternyata istri dan kepala pelayan mansion nya ini tengah asyik tertawa sehingga tidak tahu kedatangannya.
__ADS_1
" Lagi ngomongin apa sampai aku pulang nggak tahu? " tanya Claude setelah melepaskan ciumannya pada Geya.
" Maaf ya dad... Kami asyik menggosipkan diri mu sehingga tidak melihat kedatangan mu... " ucap Geya menjawab pertanyaan Claude tadi.
" Menggosipkan ku? Kenapa memangnya? " beo Claude.
" Kami sedang membicarakan bahwa tuan memiliki track record yang bersih selama ini. Dan nyonya adalah wanita beruntung mendapatkan anda... " Pak Nam yang menjawab.
" Hahahahahaha... Kami bisa aja baby... Iya, selain kamu yang beruntung, aku juga sangat beruntung... " Claude kembali mencium bibir Geya, bahkan kini tidak hanya sekedar mencium, tapi juga ******* bibir Geya. Tanpa nafsu, hanya ingin menyalurkan rasa rindu nya tidak bertemu sang istri dari setengah hari ini.
Pak Nam segera berlalu dari tempat itu sebelum keberadaannya disadari oleh tuan dan nyonyanya. Karena akan sangat canggung sekali suasana diantara mereka nantinya. Pak Nam berlalu ke dapur untuk melihat sejauh apa persiapan untuk makan malam nanti. Dimana Geya ngidam ingin makan sate ayam dengan lontong..
Entah bagaimana ceritanya karena Geya sudah lama sekali tidak tinggal di Indonesia. Tapi sejak mengandung dan menikah, ngidam Geya banyak sekali menyangkut masakan dari Indonesia yang terkenal dengan cita rasanya itu. Claude saja yang awalnya tidak pernah tahu masakan sambal goreng,, sekarang begitu suka bila koki mansion nya memasakkan makanan itu.
" Dad... Coba deh... Ini enak sekali dad... " Geya memberikan sate ayam, sate kambing dan sate daging pada Claude.
" Masak sih? " Claude sangsi.
" Hmm.... Sambal kacangnya ini yang bikin lidah kota meleleh saking sedapnya.. Coba deh.. " paksa Geya. Akhirnya Claude mencoba satu per satu dari jenis sate yang Geya sodorkan..
__ADS_1
" Hmmm... Ini enak lho baby.... Ini koo bisa enak begini gimana cara bikinnya? " Claude heboh bertanya karena baru merasakan yang namanya makan senikmat ini.
" Daddy nanya begitu emangnya daddy bisa masak? " cibir Geya.
" Kami menghinanya baby... Kita lihat aja besok aku bakal masakin buat kamu... Request gih, pingin. makan sama apa twinsnya daddy... " ujar Claude sombong sekali.
" Besok aja aku requestnya dad, sekarang aku belum kepingin apa-apa... Eh maksudnya anak kita belum kepingin apa-apa... " Claude tergelak ketika Geya meralat ucapannya.
Claude sejujurnya tahu tidak semua request Geya adalah hasil dari ngidamnya. Tidak sedikit juga yang memang itu keinginannya pribadi, tapi mengatakan itu adalah keinginan bayinya. Claude sendiri tidak masalah dengan itu semua, karena baginya dia memiliki segala sesuatu yang memang harus digunakan oleh Geya dan anak-anak mereka kelak.
Puluhan tusuk sate saat ini sudah tergeletak di piring kotor. Geya dan Claude sudah menyelesaikan makan malam mereka yang nikmat penuh cita rasa ini. Claude dan Geya bersyukur mereka masih diberikan segala macam fasilitas oleh Tuhan sehingga mereka bisa menikmati makanan mereka tadi. Begitulah kegiatan sepasang suami istri ini ketika mereka telah menyelesaikan makan mereka. Bersyukur pada Tuhan.
Geya dan Claude kini tengah melakukan pillow talk, kegiatan yang wajib mereka lakukan sebelum mereka menyelami alam mimpi. Geya berada di dalam pelukan Claude yang sedang bertelanjang dada. Geya memainkan bulu-buli harus yang menghiasi dada bidang suaminya ini. Menambah kesan macho yang selalu menurut Geya gagal. fokus jika melihatnya.
Claude sendiri menikmati apa yang dilakukan oleh Geya. Baginya hal tersebut adalah bentuk Geya bisa menerima dirinya dalam hidup Geya. Karena tidak mungkin Geya bisa nyaman padanya jika Geya tidak bisa menerima kehadiran Claude di dalam hidupnya.
" Baby... Besok kita akan melakukan Konferensi untuk memenuhi semua keingintahuan dari masyarakat tentang siapa kamu... Apa kamu siap? " tanya Claude.
" Siap dad,,,, tapi aku punya satu permintaan dan satu syarat sebelum konferensi pers besok digelar... " pinta Geya.
__ADS_1
Claude langsung sedikit menunduk untuk melihat dan bertemu mata dengan Geya. Berusaha menyelami apa yang saat ini tengah dirasakan oleh sang istri. Apa yang membuat sang istri tidak nyaman, dan bagaimana nantinya istrinya akan bisa nyaman dalam melakukan konferensi pers besok. Claude tersenyum saat dia bisa membaca keinginan Geya saat ini. Claude pun mengangguk dan mencium kening Geya.
" Good night,.... baby "