DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Lebih baik seperti ini


__ADS_3

Marisha menatap tidak percaya bahwa wanita yang ada di hadapannya ini bisa mengatakan hal itu. Sungguhkah bagi Geya, posisi Rouge sudah tergantikan. Apakah dengan begini, Marisha tidak kan kehilangan suaminya, pria yang dicintainya hingga dia rela berbuat jahat pada wanita yang merupakan sahabatnya. Semua itu memenuhi pikiran Marisha, tapi tidak dirinya katakan karena takut jika Geya justru membuat dirinya dan Rouge berpisah.


Meski dikatakan berulang kali bahwa si kembar adalah anak dari suami Geya, namun sungguh Marisha masih meragukan hal itu. Pasalnya bentuk mata si kembar hampir mirip dengan bentuk mata Marellyn. Tapi tidak bisa Marisha berbohong bahwa memang dia berharap itu sesuai dengan yang Geya katakan.


" Kau dengar,, aku katakan sekali lagi bahwa anak ku itu adalah buah cinta ku dengan suami ku.. Jadi jangan pernah pertanyakan lagi alasan keberadaan mereka karena jelas mereka ada karena aku dan suami ku saling mencintai... " setelah mengatakan itu, Geya keluar dari ruangan itu. Namun bukannya kembali ke dapur, Geya memilih untuk bergabung dengan keluarganya di ruang keluarga. Sudah malas untuk melanjutkan acara makan strawberry cake nya.


Claude melihat wajah Geya yang sedikit suram, membuatnya tahu bahwa tadi ketika Geya menghilang dari dapur, pasti ada sesuatu yang terjadi. Tapi daripada bertanya ada masalah apa, Claude memilih untuk mengajak Geya bercerita halal seru dengan sepupu Geya lainnya.


" Sejak kapan kalian datang? " tanya Geya terkejut melihat adik sepupunya berkumpul bersama suaminya.


" Sejak kau menghilang dari dapur, dan membiarkan strawberry cake mu kami yang makan.. " jawab playboy cap kadal, Romero.


Geya berdecak malas menanggapi ucapan tidak berbobot dari adik Rouge itu. Melihat Romero ada kemiripan dengan Rouge, membuat Geya semakin kesal saja, dan memilih untuk pergi. Namun celetukan dari seseorang yang dia harap tidak menyapanya kali ini, justru membuat telinganya sakit.


" Kenapa anak kalian ada sedikit kemiripan dengan ku? Jangan-jangan itu adalah anak ku, Gege... " Rouge yang bersuara. Claude tentu saja terbahak mendengar kesimpulan yang Rouge buat. Geya geleng kepala melihat suaminya menertawakan hal yang menurutnya sudah lelah dia jelaskan.

__ADS_1


" Bagaimana bisa mereka anak mu, jika kau saja tidak ada di samping Geya selama ini. Ketika Geya mengandung, akulah yang disampingnya, bahkan si kembar lahir saja aku yang menjadi dokternya.. Jika mereka anak mu sudah pasti kau kan yang ada di posisi ku... Jangan bicara seperti itu atau nantinya anak ku akan salah paham... " Claude bicara dengan nada santai dan senyum yang merekah di bibirnya, namun setiap kata diucapkannya penuh penekanan. Dengan begini Rouge akan berpikir ribuan kali untuk mendebat siapa daddy twins Q.


Semuanya yang ikut berkumpul dengan Claude dan Geya mulai penasaran dengan cerita Claude tentang menjadi dokter ketika anak-anaknya lahir. Sungguh benarkah hal itu atau hanya bohong belakang, Claude pun akhirnya bercerita dirinya yang menjadi dokter dalam kurun waktu enam jam.


Semuanya tentu saja terkejut, karena membantu persalinan itu bukan pekara mudah, dan suami Geya ini telah melakoni nya. Apalagi Claude bercerita dengan begitu bangganya bahwa dia telah berhasil menjadi daddy sekaligus dokter disaat yang bersamaan.


" Ish daddy ngomong seperti itu seolah lupa saja apa yang terjadi setelah Quella lahir... " protes Geya yang mendengar cerita super hero Claude.


" Eh.... Kalau itu nggak usah diomongin dong baby,,, kan itu bentuk dari perasaan lega.. " Claude nyengir kuda.


Melihat beberapa hidangan habis, Geya memiliki inisiatif untuk mengambilnya di dapur. Seolah tahu, Claude langsung melarang Geya dan mengatakan bahwa dia yang akan menggantikan Geya mengambilkan beberapa hidangan untuk mereka semua..


" Biar aku saja dad.. Dokter sudah mengatakan pada ku untuk lebih banyak bergerak... Tentu tidak sampai kelelahan... " Geya menambahkan ketika melihat suaminya akan menyanggahnya.


" Oke... be carefull... " Geya mengangguk.

__ADS_1


Jarak dari ruang keluarga ke dapur hanya dibatasi dengan tembok yang memisahkan kedua ruangan itu. Sehingga apa yang terjadi di dapur, tidak akan sampai terlihat di ruang keluarga, begitu pula sebaliknya. Hal ini tentunya tidak mau disia-siakan orang yang sejak tadi sudah mencari-cari waktu yang tepat untuk bisa berbincang dengan Geya.


Sebuah tangan menarik Geya dengan kasar, membawanya ke ruangan rahasia yang berada di bawah tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 1.Geya hendak berteriak, namun dia urungkan ketika melihat bahwa yang menariknya adalah Rouge. Meski bisa bernafas lega, jelas Geya tahu bahwa perbincangan mereka kali ini pasti tidak akan mudah.


" Kau meninggalkan ku demi pria tua yang duda itu... " sarkas Rouge.. Kalimat pertama yang keluar dari mulut pria ini, membuat alis Geya berkerut.


" Kau cantik, muda dan memiliki semua yang diinginkan pria, kenapa harus seputus asa itu sampai menerima pria tua menjadi suami mu... Ada banyak pria muda di dunia ini yang rela menjatuhkan harga dirinya di depan mu, tapi kenapa kau memilih pria tua... " sentak Rouge.. Geya mengepalkan kedua tangannya erat saat Rouge terus menghina suaminya.


Melihat respon Geya yang hanya diam, Rouge justru bukannya berhenti, malah semakin menghina Claude dengan segala macam hinaan yang membuat telinga Geya panas. Yang paling parah adalah mengatakan bahwa suaminya itu hanya pria tua yang tidak akan lama lagi akan mati. Yang awalnya Geya hanya diam, namun kali ini dirasa sudah sangat keterlaluan. Menyumpahi suaminya akan segera mati, adalah hal yang tidak bisa Geya tolerir lagi.


Plak...


" Jaga ucapmu... Jangan sekali-kali kau menghina suami ku karena kau tidak lebih baik dari ujung kakinya saja.. Benar dia memang sudah memiliki usia yang lebih tua dari ku, tapi yang terpenting dia tidak kekanak-kanakan dan pengecut seperti mu... Aku bersyukur kau menyakitiku hingga aku pergi, namun berakhir menemukan jodoh yang dengan rela memberikan semua dunianya pada ku ketika aku justru kehilangan dunia ku... " Geya marah dan meninggalkan Rouge setelah menampar pria itu.


Geya keluar dari ruangan rahasia, dikejutkan dengan suaminya yang sudah berdiri tepat di depan pintu ruang rahasia itu. Mata Claude menatap Geya teduh, langsung membawa wanitanya itu masuk ke dalam pelukannya. Claude mendengar semuanya, hinaan yang dilontarkan oleh Rouge dan pembelaan istrinya terhadapnya. Itu adalah yang paling indah menurut Claude dibandingkan apapun yang dia dapatkan dengan perjuangan selama ini.

__ADS_1


Claude mencium kening, mata, hidung, pipi, dan mendarat di bibir Geya yang selalu membuatnya candu. Claude tidak akan membiarkan siapapun merampas istri yang dia cintai dalam hidupnya ini. Claude akan bertindak, menekan Rouge dan Marisha agar tidak menekan Geya dan berhenti mengganggu rumah tangga mereka. Karena itu Claude butuh rencana...


__ADS_2