DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Pagi penentuan


__ADS_3

Pagi hari ini mansion milik Lucas Theodore dibuat heboh karena pemiliknya tengah mengamuk, memecahkan segala barang yang ada di dekatnya, ruang kerja miliknya sudah seperti terkena gempa dan tsunami. Tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan Luca mengamuk, karena satu-satunya yang bisa melakukan itu justru menjadi alasan Lucas marah di pagi hari ini.


" AAAAARRRRRGGGGGHHHHHHH..... " teriak Lucas melampiaskan semua emosinya di dada.


Nafasnya naik turun, dengan wajah merah padam, rahangnya mengeras, tangan Lucas pun sudah siap untuk menggapai guci mahal yang ada di depannya ini karena hanya itu yang tersisa dari amukannya. Tapi kemudian dia mendengar ponselnya berbunyi, segera saja Lucas menghampiri ponselnya yang ada di lantai dan mengangkat telepon nya.


" Jangan kau sentuh dia atau aku bisa berbuat yang lebih buruk dari ini... Kau tahu bahwa selama ini aku tidak mengeluarkan kemampuan ku yang sesungguhnya kan... " sentak Lucas bahkan sebelum pihak yang meneleponnya mengucapkan salam.


" Gedung tua di jalan X.... Kami tunggu kau di sana.... " setelah mengatakan itu, sambungan telepon diputus sepihak oleh pihak sana.


" Siapkan mobil !!! " teriak Lucas entah perintah itu ditujukan pada siapa.


Dengan langkah tegas sambil kedua tangannya memperbaiki tatanan pakaiannya yang berantakan, Luca Theodore pergi untuk menghadapi para musuh dan menyelamatkan seseorang yang musuh sandra.


...*********...


Di tempat lain, tepatnya di sebuah gedung tua di jalan X kota Milan. Seseorang berapa di ruangan dengan tangan terikat. Tidak aja jejak luka atau penganiayaan di sana, bahkan makanan untuk orang yang dia tahan ini terlewat mewah untuk seorang tahanan. Awalnya orang ini sudah berpikir bahwa dia akan disiksa karena dilumpuhkan sebelum bisa melarikan diri. Nyatanya sudah dua hari tapi tidak ada sesuatu yang terjadi.


Ceklek....

__ADS_1


Pintu dibuka dari luar, masuk seorang pria yang memiliki wajah tegas, tampan meski usianya tidak muda lagi, bulu-bulu tipis di rahangnya dengan mata coklat muda, menambahkan kesan sangar bagi siapa saja yang bisa melihatnya. Tapi anehnya pria itu malah justru tersenyum pada orang yang ditahan.


" Maaf ya.. Harus menempatkan mu dalam situasi seperti ini.. Tapi ini harus aku dan keluarga kami lakukan karena dengan begitu tuan mu akan bisa mendapatkan pencerahan... " ujar pria yang baru saja masuk itu melepas ikatan tangan dari tahanan.


" Ini.... ini... apa.. maksudnya? Apa kalian,, akan... membunuh ku...? " terlontar, apa yang ada di pikiran tahanan ini akhirnya bisa dia keluarkan.


" Hahahahahaha.... Tentu saja tidak, kenapa kami harus membunuh mu.. Keberadaan mu disini hanya untuk membuat pria itu keluar dari sarangnya dan juga untuk memudahkan kami melakukan pembicaraan dengan nya... Dan lagi, bukankah ingin tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh tuan mu sehingga selalu menempatkan mu disisi Nya? " ujar pria bermata coklat muda itu.


Degh... Degh...


Jantung pria yang menjadi tawanan itu benar-benar berdetak kencang karena lawan sudah mengetahui apa yang dia cari tahu selama ini. Bagaimana bisa hal yang dia sembunyikan justru bisa dengan mudah lawan ungkap padahal selama ini lawan bahkan tidak bisa menebak siapa dalang di balik semua peristiwa yang ada.


" Aku bantu kau untuk membuatnya mengatakan alasan dari pertanyaan mu selama ini.. Kau hanya perlu membantu ku saja, untuk tetap berada di sini dan bersikaplah dengan baik. Jangan mencoba kabur karena satu jam dari sekarang, Lucas akan datang... " setelah mengatakan itu pria bermata coklat tua itu pergi dari ruangan itu. Menyisakan tawanan dengan tangan yang tidak terikat.


Akhirnya pria ini langsung menyambar pinggan yang berisi makanan lezat itu dan memakannya. Sudah dua hari sejak dia ditangkap dan ini adalah makanan pertama yang dia santap. Pria ini cukup terkejut karena rasa dari masakan itu sangatlah enak sekali.


" Biarlah jika setelah ini aku mati karena keracunan.. Makanan ini sungguh lezat dan nikmat... " gumam pria yang menjadi tawanan itu.


Di luar ruangan tempat tawanan di kurung, sudah ada beberapa orang yang akan menjadi orang-orang yang melihat sebuah pertunjukan opera yang akan dilaksanakan satu jam dari sekarang. Meski begitu hanya akan ada dua orang saja yang menemui tamu undangan spesial mereka sedangkan lainnya akan melihat dari ruangan lain yang sudah di lengkapi layar besar yang akan memperlihatkan jalannya opera.

__ADS_1


" Aku dan Galen yang akan menemuinya... Yang lain cukup diam disini saja.. Oke.. " ujar Claude. Ya, pria bermata coklat muda itu adalah Claude Smith Harley, kali ini dia adalah ketua dari jalannya operasi terakhir misi mereka.


" Hm... Tapi daddy harus berjanji tidak akan mendapatkan luka ya... Usia daddy sudah tidak muda lagi, aku takut daddy kenapa-napa.. " Geya bangkit dari duduknya langsung memeluk tubuh suaminya itu.


" Baby stop it... Kau membuat ku terlihat seusia dengan daddy Joaquin... " protes Claude di iringi suara tawa orang-orang yang ada di ruangan itu.


" Tenang, Ge... Ada aku yang akan melindungi suami mu. Jadi jangan khawatir.. " Galen ikut meledek iparnya.


" Hoho... Kau juga ikut-ikutan.. Apa aku perlu melakukan operasi plastik agar terlihat seperti wajah oppa oppa Korea, baby? " canda Claude langsung mendapatkan geplakan maut penuh cinta dari Geya.


" Nope... Aku nggak suka.. Daddy lebih kelihatan hot dan macho dengan wajah seperti ini... " puji Geya.


Obrolan mereka semua terhenti ketika penjaga yang didepan sana memberikan laporan bahwa orang yang ditunggu sudah tiba.


" Tuan... Target sudah datang,, dan bisa dipastikan orang itu hanya seorang tanpa membawa bala bantuan.. " lapor anak buah Galen.


" Apa dia berniat mati disini? " tanya Galen lebih pada dirinya sendiri.


" Kita temui saja langsung dan mendapatkan jawabannya langsung.. Semoga ini menjadi akhir dari kemalangan nya dan bisa membuat Lucas melepaskan dendamnya... " harapan Claude.

__ADS_1


" Ayo Galen... Kita sadarkan pria itu dari dendam yang meliputi hati dan pikirannya.. " Claude langsung mengajak Galen keluar ke ruangan lain yang sudah di lengkapi dengan puluhan CCTV di segala sudut.


Pagi ini, semuanya akan jelas ke arah mana keluarga de Niels akan melangkah. Mereka melakukan semua rencana ini bukan untuk melakukan perlawanan. Melainkan mereka ingin menyadarkan lawan mereka dari dendam. Tidak akan akhir jika kejahatan selalu dilawan dengan kejahatan. Karena disini, Keluarga de Niels juga ikut andil dalam derita seorang Lucas Theodore, sebab itulah semua kesalahpahaman harus diluruskan.


__ADS_2