
Beberapa bulan telah berlalu, kini usia kandungan Geya sudah menginjak usia tujuh bulan. Banyak hal yang selama ini Geya lalui sampai bisa pada tahap ini, tapi yang membuatnya bahagia semua masalah dalam hidupnya bisa selesai dengan cara yang baik. Setidaknya Geya tidak perlu mengalami apa yang pernah generasi pertama keluarga de Niels alami.
Sejak dua bulan yang lalu, Geya dan Claude sudah kembali ke LA. Si kembar juga sudah mulia bersekolah ditemani oleh baby sitter mereka masing-masing. Semuanya berjalan dengan baik dan Geya serta keluarga kecilnya sudah berada di tahap yang menurutnya sudah sempurna. Namun di dunia ini tidak akan ada yang sempurna. Karena sempurna hanya milik Tuhan.
Jalanan kota Los Angeles di sisi sebelah timur kini sudah di penuhi oleh mobil-mobil yang terbalik dan kerumunan orang-orang. Salah satu mobil yang terbalik itu adalah mobil yang dikendarai oleh supir Geya. Dan naasnya Geya pun berada di dalam mobil itu dalam perjalanan menuju ke sekolah twins Q untuk menjemput. Mengetahui ada wanita hamil yang terjebak dalam kecelakaan beruntun ini, semua warga yang memenuhi tempat itu langsung membantu.
Geya dibawa pertama kali sebagai korban kecelakaan ke rumah sakit karena dianggap paling membutuhkan pertolongan medis segera. Bagian pangkal paha Geya sudah mengeluarkan banyak darah, dan entah bagaimana kondisi janin Geya karena si ibu hamil tidak sadarkan diri saat ini.
" Cepat... Cepat... Siapkan ruang operasi, kondisi pasien harus segera ditangani.. Hubungi juga pihak keluarga..! " titah dokter jaga IGD.
Brankar yang membawa tubuh Geya lekas masuk ke ruang operasi untuk segera ditangani. Dua nyawa sedang dipertaruhkan disini sehingga para dokter dan suster kalang kabut. Ruang operasi menjadi tegang karena semua di dalam sana harap-harap cemas.
Claude yang mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit tentang kecelakaan yang dialami Geya langsung bergegas menuju ke rumah sakit. Jantung Claude mencelos ketika tenaga medis yang meneleponnya mengatakan kondisi Geya sekarang ini begitu parah karena darah terus keluar dari pangkal paha Geya dan kepala.
Rasanya tubuh Claude begitu lemas dan kemungkinan-kemungkinan telah memenuhi pikirannya. Namun satu yang pasti, Claude berucap pada tenaga medis yang menghubunginya tadi bahwa yang paling utama adalah nyawa Geya. Tidak pernah terbayangkan bagi Claude, menjalani hidup tanpa Geya disisinya.
" Suster,, pasien kecelakaan dalam kondisi mengandung bernama Geya Smith Harley.. Dimana posisinya? " tanya Claude pada bagian resepsionis.
__ADS_1
" Masih di ruang operasi tuan.. Jalan saja lurus nanti belokan kedua dari jalan utama ini anda bisa belok kanan. Ruangannya ada di ujung.. " resepsionis tadi memberi arahan pada Claude.
Kaki jenjang Claude melangkah dengan cepat, agar bisa sampai disana dengan cepat. Semoga saja, semoga saja Tuhan mendengar doa nya, agar sang istri baik-baik saja. Saat Claude sampai di depan ruang operasi yang resepsionis maksud tadi, pintu masih tertutup dan lampu ruang operasi masih menyala. Berarti operasi belum berakhir.
Claude duduk menunggu proses operasi selesai dengan terus berdoa untuk yang terbaik bagi istri dan anak yang dikandung oleh Geya. Claude tidak lagi peduli pada sekitar, bahkan saat asistennya datang begitu juga dengan mantan istri serta suaminya juga datang untuk memastikan kondisi Geya.
Hampir dua jam, pada akhirnya lampu ruang operasi mati, dan Claude langsung berdiri di depan pintu menunggu dokter yang menangani Geya keluar. Ketika dokter itu keluar, Claude langsung memberondong dokter itu dengan banyak pertanyaan. Namun, tidak satupun dari jawaban dokter itu yang membuat Claude bisa bernafas lega.
" Kondisi ibu dan bayinya sama-sama mengkhawatirkan. Kesempatan bayi itu untuk bertahan sangatlah tipis. Hanya sebuah keajaiban yang nantinya akan membuat bayi itu bertahan. Sedangkan ibu dari bayi tersebut, bisa saya katakan beliau sudah lewat masa kritis, tapi karena banyaknya pendarahan selama kejadian sampai saat ini. Suplai oksigen ke otak tidak bisa berjalan dengan lancar dan bisa saya katakan bahwa kini pasien dalam kondisi koma. " penjelasan dari dokter.
Tubuh Claude luruh ke lantai, dunianya runtuh seketika mendengar vonis dokter bahwa istrinya telah koma. Dan kapan istrinya akan bangun, dokter pun tidak bisa memberikan jawaban yang pasti akan hal itu. Claude berulang kali memukul dadanya karena sesak yang tidak tertahankan. Rasanya Claude ingin menggores atau menusuk tubuhnya dengan pisau dan menyusul Geya. Dia sungguh tidak akan sanggup jika harus melihat istrinya seperti ini. Egoiskah dia?.
Dengan langkah berat, dokter menghampiri Claude. Raut wajahnya sama sekali tidak terbaca, hanya saja matanya nampak menatap Claude dengan iba.
" Tuan... Sungguh maafkan saya harus kembali menyampaikan berita yang mungkin tidak akan bisa anda Terima.. Tapi sebagai dokter saya perlu menyampaikan ini pada pasien.. Bayi anda.... dinyatakan meninggal, beberapa menit yang lalu.. Maafkan saya tuan, kami sudah berusaha untuk menyelamatkan bayi anda, namun Tuhan lebih menyayangi bayi anda. "
" Ya Tuhan... Ya Tuhan... Apa yang harus aku lakukan..? Baby... Baby... anak kita,,, aaaaarrrggghhhhhhh..... " Claude berteriak kencang di lorong rumah sakit. Tidak ada yang berani menegurnya karena semua yang ada disana tahu sehancur apa pria itu sekarang.
__ADS_1
Tak jauh dari Claude, terlihat dua orang pria berdiri menyaksikan Claude yang begitu terpuruk dengan kabar duka yang baru saja didengarnya. Kedua orang ini pun tidak kalah sedih dengan berita tentang Geya dan bayinya. Rasanya pasti sakit, disaat yang sama dua orang terpenting dalam hidupnya harus mengalami kejadian seperti ini.
" Tuan.. Kami sudah mendapatkannya.. Semua sudah kami lakukan seperti yang anda katakan tuan.. " seseorang pria dengan pakaian serba hitam memberikan laporan.
" Segera bawa ke tempat penelitian kita, aku akan menyusul setelah memastikan sesuatu.. Jika sampai hal buruk terjadi padanya, aku pastikan kalian hanya akan tinggal nama saja.. " titah pria itu terlihat sangat mengerikan.
Pria itu kembali menatap Claude setelah orangnya pergi setelah memberikan laporan padanya. " Maaf,, ini yang terbaik.. Kau gagal menjaga mereka, maka aku akan menggantikan mu menjaganya... " batin pria itu menatap Claude.
...*********...
Hai semua... Sedikit nih aku mau ngomong sesuatu...
Kenapa kok nggak selesai-selesai masalah Geya ya,,? Sini aku bantu jelasin ya..
Ini masalah terakhir Geya dan bentar lagi memang mau aku bikin tamat.. Mengapa kok aku bikin ada masalah di ending, karena ini nanti masalah akan diteruskan ke kisah ketiga anak Geya dan Claude. Biar nanti nggak aneh ya kalau aku langsung bikin cerita tapi masalahnya nggak tahu apa😁😁😁😁😁
Jadi selamat menikmati beberapa kisah Geya yang sebentar lagi akan selesai ya...
__ADS_1
Terima kasih semua ya,, aku menyayangi kalian dan support kalian sangat membantu ku selama ini.