DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
posisi yang tidak nyaman


__ADS_3

Bersalah ataupun tidak namun jika ini menyangkut keluarganya jelas sebagai kepala keluarga Galen akan mengambil tanggung jawab atas masalah yang terjadi. Disinilah dia sekarang, duduk di depan kedua polisi yang masih terus memberinya pertanyaan yang sebenarnya belum bisa dia jawab karena Galen belum mencari tahu masalah ini terlebih dahulu karena keburu dibawa ke kantor polisi.


Bukan tidak bersikap kooperatif, tapi sungguh jika dirinya diberi waktu barang satu jam saja maka dia yakin bisa menjawab pertanyaan pihak polisi tentang bocornya rahasia yang selama ini keluarga de Niels dan pemerintah sembunyikan rapat-rapat. Beruntung Gafar datang membawa informasi yang sangat Galen butuhkan saat ini. Dan dirinya sudah tidak kaget jika pelaku penyebaran rahasia ke media itu adalah Marisha. Namun satu nama lagi, sungguh tidak pernah dia sangka dan perkirakan.


" Ternyata ada srigala di tengah kawanan domba.." ucap Galen ketika mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Gafar.


" Ehm.. Aku sama terkejutnya dengan mu..." sahut Gafar. Dia mengetahui informasi ini dari Romero yang mengiriminya pesan singkat.


" Tentang Marisha apa yang akan kau lakukan ,Len?" tanya Gafar. DIa sangat penasaran langkah apa yang akan Galen ambil karena perbuatan Marisha bisa dikatakan sebagai pengkhianatan.


" Itu bagian Rouge untuk mengurusnya. Istrinya yang berbuat ulah tentu suaminya yang akan bertanggung jawab.." jawab Galen santai dengan mata menatap jendela yang mengarah ke jalanan kota Milan.


Gafar hanya mengangguk saja sebagai respon. Dia percaya setiap keputusan yang diambil Galen adalah untuk kepentingan bersama. Gafar juga tahu bahwa saudara sulungnya ini tidak akan mengambil sikap gegabah karena taruhannya adalah nama keluarga mereka.


Gafar pun akhirnya menemani Galen untuk ikut masuk ke ruangan interogasi sebagai pengacara Galen. Awalnya pihak polisi menolak karena bagaimana pun Galen dan Gafar adalah saudara. Tapi setelah Gafar menunjukan bahwa dia memang pengacara keluarga de Niels, polisi pun akhirnya mengalah begitu saja.


Interogasi berjalan hampir empat jam, pantat Gafar terasa begitu panas setelah keluar dari ruangan interogasi itu. Berkali-kali dia menghela nafas lega karena semuanya berjalan lancar tanpa hambatan. Terlebih Galen diizinkan pulang dengan syarat jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penyelidikan , maka Galen akan berkenan hadir tanpa perlu dilakukan pemaksaan.

__ADS_1


" Sekarang aku baru tahu kenapa kursi di ruang interogasi disebut kursi panas.. Karena memang sampai membuat bokong ku panas selama empat jam duduk di sana..." gerutu Gafar konyol. Galen terkekeh pelan, tingkah konyol Gafar inilah yang selama ini menjadi penghiburannya.


" Kau benar... jadi jangan sampai kita masuk ke dalam sana lagi ya..." canda Galen dihadiahi geplakan penuh cinta dari Gafar.


Keduanya segera bertolak kembali ke mansion karena ada hal penting yang harus mereka bahas lagi setelah dua fakta yang mereka dapatkan. Gafar mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sampai terkadang mendapatkan sumpah serapah dari pengendara lain.


Waktu mereka tidak banyak karena pria itu bisa kabur dan malah akan menjadi masalah bagi keluarga mereka ke depannya. Masalah marisha yang belum diketahui keberadaannya akan diserahkan pada Rouge, sedangkan lainnya fokus menangkap pria yang berada di balik semua peristiwa yang terjadi.


Lima belas menit dengan kecepatan mirip seorang pembalap, mobil yang Gafar kendarai sudah terparkir cantik di depan teras mansion utama. Gafar dan Galen segera turun dan langsung disambut anggora keluarga lainnya. Semua sudah menunggu Galen untuk mendengar keputusan yang akan disampaikan Galen.


" maaf melibatkan kalian semua dan menempatkan kalian di posisi seperti ini... Tapi kali ini aku tidak bisa tinggal diam dan berniat menuntaskan masalah ini agar tidak berakar di generasi kita selanjutnya.." jeda Galen.


" Aku mengerti..." Rouge menyanggupi.


" Untuk masalah Lucas Theodore, kita harus membuat pria itu tidak akan pernah menganggu keluarga kita lagi. Karena itu aku harap kalian membantu ku mencari tahu rahasia paling dijaganya selama ini.. Cari kelemahannya !!" ujar Galen lebih mirip perintah.


" maaf menyela tapi aku sudah mendapatkan posisi bajingan itu sekarang ini.. Anak buahku juga sudah mengintai dan berjaga di sana.." Claude menyela sebentar.

__ADS_1


" Good... Sesuatu yang selalu kau usahakan dengan baik dan cepat. Aku tidak pernah meragukan insting dan ketangkasan mu.." puji Galen.


Melihat seseorang seperti Galen memuji orang lain adalah hal yang langka. Apalagi pujian itu berupa pujian kerja keras yang sudah orang itu lakukan. Berarti apa yang sudah dilakukan orang itu memang hebat menurut Galen. Jelas disini Rouge menjadi iri pada Claude karena mendapatkan pengakuan dari seorang Galen.


" Bisa kau bantu aku mencari kelemahan pria itu.. Aku yakin kau bisa melakukannya.." pinta Galen menatap Claude. Dan suami geya itu pun mengangguk menyanggupi.


Rapat keluarga selesai sudah, kesepakatan bersama akan dijalankan sesuai kata-kata Galen tadi. Mereka hanya perlu menunggu hasil dari penyelidikan jika ingin langsung menyerang markas musuh karena tanpa persiapan hanya akan membawa mereka pada musibah yang lebih dari ini.


Claude menatap datar Rouge yang ada di depannya, adalah kata yang pantas diberikan pada Rouge selain benci. Jika ada maka Claude akan memilih kata lain selain benci itu. Semua berantakan karena pria plin plan yang ada di depannya ini. Andai pria ini bisa lebih tegas pada diri sendiri maka semua peristiwa yang pada akhirnya menyakiti Geya tidak akan terjadi.


" Kenapa lihat aku seperti itu? " tanya Rouge yang merasakan risih karena terus dipandangi oleh Claude.


" Ck... Kok baik banget si Galen cuma nyuruh kamu mengurusi Marisha. Kalau aku jadi Galen, aku tendang kau ke luar dari tempat ini... " kesal Claude merajuk seperti perempuan dan meninggalkan Rouge yang menatap aneh suami Geya.


" Kepribadian ganda... " beonya acuh. Kemudian segera menghubungi orang-orang yang berada di bawah komandonya untuk segera mencari keberadaan Marisha.


" Pinter banget kamu kalau hanya seorang wanita lemah dan miskin.. Kamu benar-benar menempatkan ku pada posisi yang sulit, Sha... " gumam Rouge menatap kosong jendela mansion utama.

__ADS_1


Ucapan Gafar terus terngiang-ngiang di telinganya. Karena memang Galen adalah seorang pria yang penuh tanggung jawab bukan pada keluarga inti saja, tapi seluruh anggota yang memiliki nama de Niels di belakang nama mereka. Dulu juga Galen mati-matian mendukung hubungan Rouge dan Geya,. Hanya saja karena kebodohannya, dia tidak bisa melihat maksud dari ucapan Galen yang selalu mengatakan semuanya akan baik-baik saja.


Kini menyesal pun dia sudah berjalan terlalu jauh dan akan sulit untuk kembali lagi. Terlalu tidak tahu diri jika dia masih berharap akan diterima lagi di sini maupun di sana.


__ADS_2