DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Beginilah rasanya ditinggalkan


__ADS_3

Keluarga inti de Niels kini berada di kamar rawat inap dari daddy Joaquin. Kepala keluarga de Niels ini mengalami serangan jantung karena beberapa masalah yang menyerang JN Group. Karena kelelahan dan juga pikiran yang berat, jantung daddy Joaquin tidak mampu menahan itu semua. Jadilah daddy Joaquin pingsan ketika sedang memimpin rapat di JN Group membahas tentang penyerangan terhadap semua perusahaan miliknya itu.


Galen pun langsung menghubungi Claude dan mengatakan agar Geya kembali ke Milan untuk beberapa bulan. Kalau bisa Geya diminta melahirkan di Milan saja, agar menjadi motivasi daddy Joaquin untuk sembuh. Dan hari ini, Galen mengumpulkan keluarga utama untuk mengatakan perihal kabar baik yang dia bawa.


" Semuanya sudah kumpul kan? " Galen melihat masing-masing saudaranya yang mengangguk.


" Daddy,, aku bawa good news untuk daddy. Jadi aku harap daddy lekas sembuh agar bisa menyambut good news yang akan aku sampaikan ini... " ucap Galen misterius.


" Ck... cepatlah... Jangan bertele-tele kau!! " Gafar geram.


" Geya nanti siang akak mendarat di Milan, dan rencananya yang dibuat Geya dan Claude, bahwa mereka akan melahirkan anak kedua mereka Di Milan. Mereka akan tinggal di Milan selama beberapa bulan ke depan, bisa jadi beberapa tahun ke depan... " Galen berucap sangat cepat.


Semua mata di ruangan itu mengerjap tidak percaya, seseorang yang tiga tahun lalu memilih pergi membawa luka, akan segera kembali dan akan tinggal dalam waktu yang lumayan lama. Semuanya tidak tahu harus bagaimana karena terlampau terkejut, terutama daddy Joaquin yang langsung melompat turun dari ranjang.


" DADDY... " pekik anak-anak daddy Joaquin bersamaan.


" Tenang,, kalian tidak perlu se histeris begitu melihat ku turun dari ranjang. Aku ini sedang senang, sangat senang sampai rasanya aku tidak lagi sakit. Putri ku, my little princess akan pulang.. Lalu haruskah kita membuat pesta yang sangat meriah untuknya... " daddy Joaquin terlihat sangat bersemangat.


" Pesta apanya dad, kan daddy masih sakit, kok pakai pesta segala... " mommy Noura menggoda suaminya.


" Harus ada pesta dong sweety,, ini princess nya daddy lho yang pulang. Masa disambut biasa aja, nanti Gege kecewa dan malah nggak mau tinggal disini lama... " daddy Joaquin merajuk seperti anak kecil, membuat semua yang ada di kamar rawat inap nya tertawa.


" Kalau begitu aku dan Ghadi saja yang jemput di bandara. Lainnya tinggal disini aja jaga daddy... " Gafar pun pamit pergi bersama Ghadi.


Ruangan rawat inap daddy Joaquin kembali diramaikan oleh celotehan, bukan anak-anaknya, tapi cucu cantiknya, Quella. Gadis kecil ini bercerita tentang pengalamannya selama berada di udara dalam kurun waktu lebih dari sepuluh jam. Semuanya terlihat begitu senang mendengar putri kecil Geya dan Claude ini tengah bercerita.

__ADS_1


Jika semua fokus menatap Quella, maka lain dengan Gafar yang lebih fokus melihat Quon yang diam bahkan satu kata pun belum pria kecil itu ucapkan sejak tadi.


" Kak... anak ku yang satu itu lagi sariawan ya? " tanya Gafar pada Claude. Tentu saja pertanyaan Gafar itu membuat Claude terbahak. Lucu, begitulah pikirnya Claude.


" Dia memang irit kalau ngomong, Far. Nggak akan lebih dari satu paragraf dalam satu hari anak itu ngomong. Jadi bukan karena sariawan ya.... Hahahahaha.... " Claude masih juga tertawa.


" Ish... siapa yang diturun kalau begitu? " gumam Gafar kurang jelas.


Galen membuka sebentar ponselnya, kemudian saling pandang dengan saudara laki-lakinya. Galen mengangguk, kemudian pergi begitu saja diikuti semua saudaranya kecuali Geya. Tentu saja hal itu menjadi pertanyaan bagi anak bungsu daddy Joaquin dan mommy Noura ini. Apalagi kemudian mommy Noura juga ikut pamit pergi menyusul.


" Itu pada kemana sih dad? Aku datang malah mereka pergi begitu aja... " tanya Geya protes pada sang daddy.


" Mereka jenguk Marisha sama anak Rouge... " jawab daddy Joaquin singkat.


" Eh.... Memangnya sakit? " Geya sedikit kepo karena memang dia tidak pernah ingin lagi menerima kabar dari keluarga kecil Rouge setelah Marisha melahirkan dua bulan setelah Geya melahirkan. Kalau Geya tidak salah ingat, anak Rouge dan Marisha bernama Marelyn, anak perempuan cantik yang mewarisi wajah daddy nya.


Daddy Joaquin tertawa pelan melihat wajah putrinya yang menurut daddy Joaquin adalah pesona dari sang putri. Terlihat menggemaskan ketika Geya dalam mimik wajah melongo.


" Jadi sekarang sudah mau dengar cerita keluarga Rouge? Bener sudah mau? " Geya masuk perangkap... Kesal juga rasanya ketika daddy Joaquin mengatakan hal ini, tapi jujur Geya dibuat penasaran dengan kata-kata daddy Joaquin yang menurutnya membingungkan itu.


" Sudah tahu kan Rouge dan Marisha tiga tahun lalu punya anak perempuan dengan nama Marelyn Savera de Niels? " Geya mengangguk, " Sekarang ini lahir anak kedua, tepatnya semalam.. Anak kedua mereka laki-laki, tapi..... "


Cerita daddy Joaquin mengalir begitu saja tentang bagaimana Rouge dan Marisha hidup bersama selama tiga tahun belakangan ini. Dibilang keluarga bahagia, pun bisa dibilang bahagia tapi juga bisa dibilang tidak bahagia.


Di depan semua orang dan semua keluarga, keduanya selalu menunjukkan cinta yang begitu besar, namun ketika hanya berdua, mereka seperti kutub Selatan dan kutub utara, jauh namun membawa dingin dihati. Keduanya seperti memiliki jurang yang begitu besar di antara mereka. Meski berulang kali pun mereka tutupi tapi tetap saja sangat kentara.

__ADS_1


Pernah satu kali daddy Joaquin bertanya, tentang makna pernikahan bagi Rouge, tapi jawaban dari anak papa Matheo ini membuat daddy Joaquin bungkam.


" Makan pernikahan bagi ku sudah pergi dari hidup ku tiga tahun yang lalu daddy.. Aku kehilangan dunia ku, kehilangan arti hidup ku dan juga kehilangan jati diri ku ketika dia pergi meninggalkan ku.... Apakah daddy masih ingin bertanya makna pernikahan bagiku? "


Tentu saja daddy Joaquin bungkam saat itu karena misteri kepergian Geya dan kenapa Rouge meminta Geya pergi juga hanya Rouge yang tahu. Geya hanya mengatakan dia pergi karena dia telah kalah dengan pendirian Rouge. Dan Geya tidak lagi memusingkan hal itu, dan sudah hidup bahagia bersama dengan keluarga barunya.


" Dia bertanya pada ku apakah seperti ini rasanya ditinggalkan orang yang kita cintai.. Karena dia mengatakan bahwa rasanya begitu sakit dan sesak didadanya ketika tahu bahwa dunianya meninggalkannya... " ujar daddy Joaquin mengingat Kata-kata Rouge saat itu.


Geya menghela nafas, memang sakit jika kita tidak bisa melepas masa lalu. Beruntung Claude adalah seorang pria mampu mengalihkan dunianya sehingga dia bisa terlepas dari masa lalu, dan menata kembali masa depan bersama Claude dan twins Q.


" Eh... Bukannya tadi daddy bercerita tentang anak kedua Rouge dan Marisha,, Memangnya anaknya kenapa? " tanya Geya masih penasaran.


Daddy Joaquin hanya menghela nafas saja, ingin bercerita tapi entah rasanya sangat tidak nyaman menceritakan kekurangan seseorang apalagi ini adalah kekurangan dari cucu keponakannya sendiri.


" Anak ku,, anak kedua ku,, cacar Ge... Sekarang kau puas... "


...*********...


...Halo,,,, readers.... ...


...kemarin ada yang komen kenapa Geya lahir duluan padahal kan Marisha yang hamil duluan. ...


...Karena kehamilan kembar itu ada yang bisa lahir sebelum tepat 9 bulan 10 hari ya... ...


...Itu normal,, dan karena aku pengen mengaburkan identitas di kembar jadi aku bikin si kembar lahir duluan..... ...

__ADS_1


...Ayo ya... aku tunggu komen kalian semua dan like nya... pengen bisa semangat nulis karena komen positif dari kalian.. ...


__ADS_2