
Di daerah kawasan Milan pinggiran, terdapat sebuah rumah yang bisa dibilang cukup besar. Di rumah ini tidak pernah dikunjungi pemiliknya, hanya sesekali saja ada beberapa orang yang bekerja membersihkan rumah ini.
Para tetangga juga belum pernah melihat siapapun datang ke rumah itu selain orang-orang yang membersihkan rumah itu setiap seminggu satu kali. Dulu sekali, pernah tinggal di rumah ini seorang pemuda yang sering membawa serta kekasih hatinya untuk menginap. Keduanya juga sangat sopan dan hangat pada tetangga disini, namun sekitar lima tahunan ini tidak pernah lagi terlihat pemuda ataupun kekasihnya itu datang.
Tapi malam ini, sebuah mobil mewah terlihat berhenti di depan rumah itu. Nampak seorang pria berusia 30an tahun dan juga seorang pria lagi yang sudah cukup tua, sepertinya adalah supir pria yang lebih muda itu. Keduanya memasuki rumah itu dengan masing-masing menggendong anak kecil namun tidak terlihat wajahnya.
Beberapa tetangga melihat itu menyapa sekilas, pria muda itu juga menyapa seolah tidak terjadi hal yang buruk. Pria berusia 30an itu terlihat mirip dengan pemuda yang dulu sering tinggal di rumah ini.
" Apakah anda, tuan muda? " tanya seorang perempuan tua yang dulu sering berkunjung ke rumah ini menemani kekasih pemilik rumah.
" Benar nyonya,, ini saya.. Lama tidak berjumpa. " sapa pria yang dipanggil tuan muda itu.
" Kemana saja anda selama ini, kenapa tidak pernah lagi terlihat berkunjung kemari? Kami semua merindukan anda... " perempuan itu mendekat hendak memeluk tapi tuan muda itu menghindar.
" Maaf nyonya, kita bisa berbincang lain kali. Sekarang ini aku harus segera menidurkan buah hati ku.. Mereka kelelahan bermain sepanjang hari... "
" Ah... ya.. Maafkan aku... Mata tua tidak bisa melihat dengan jelas.... Maafkan aku,, kalau begitu selamat malam dan selamat beristirahat... " nyonya tua itu pergi meninggalkan halaman rumah milik pria yang dipanggil tuan muda itu.
" Jangan sampai ada orang yang curiga. Buat penjagaan yang sekiranya aman tapi tidak mencurigakan... " titah tuan muda itu pada sopirnya tadi.
" Baik tuan... "
Keduanya kemudian masuk ke rumah itu, dan segera menuju ke lantai dua dimana sudah dipersiapkan kamar untuk anak-anak yang tengah mereka gendong. Keduanya meletakan dua anak kecil itu ke dalam dua ranjang yang berbeda. Satu ranjang bernuansa princess satu ranjang lagi bernuansa cakrawala.
__ADS_1
" Good night boy,, good night girl... daddy really love you... " tuan muda tadi mencium kening kedua anaknya kemudian pergi meninggalkan kamar itu. Tidak lupa menguncinya agar tidak sampai kedua anak itu kabur.
...*********...
Di tempat lain, tepatnya di mansion utama keluarga de Niels, terlihat seorang daddy yang lain tengah berkeliling halaman mansion untuk menemukan kedua buah hatinya. Sejak tadi di pertengahan acara hingga acara berakhir, daddy yang satu ini tidak melihat keberadaan kedua buah hatinya. Karena itu perasaan yang tidak mengenakan ini, membuat dia mencari keberadaan anaknya.
" Kalian lihat twins? " tanya Claude pada penjaga yang sedang bertugas.
" Maaf tuan... Kami tidak melihat tuan dan nona kecil sejak tadi. Apa perlu kami bantu mencari tuan? " seorang pengawal menawarkan bantuan.
" Boleh... Tolong bantu aku mencari mereka.. " Claude pun meninggalkan pos penjagaan tadi dan berlalu ke arah lain untuk menemukan kedua buah hatinya.
Seluruh bagian halaman baik depan dan belakang sudah Claude putri tapi tidak menemukan keberadaan anak-anaknya. Claude pun mencoba masuk ke mansion siapa tahu buah hatinya ada di dalam. Sejak tadi memang dia tidak mencari di mansion karena belum mendapatkan laporan bahwa buah hatinya memasuki mansion. Biasanya setiap gerak gerik twins akan dilaporkan oleh pengasuhnya ini saja pengasuhnya juga ikut menghilang membuat Claude pusing tujuh keliling.
" Eh... Bukankah mereka bersama daddy? Aku memanggil mereka masuk saat aku menyusui baby Alrescha, tapi mereka tak kunjung masuk jadi aku pikir mereka bersama daddy... " jawab Geya memang berpikir seperti itu.
" Mereka tidak bersama ku... Bahkan pengasuhnya saja menghilang... " Claude langsung memijat pangkal hidungnya. Kedua anaknya memang sangat senang diajak main petak umpet tapi ini rasanya tidak seperti permainan yang biasa mereka lakukan Ada sesuatu yang tidak beres disini, hanya harapannya feelingnya tidak tepat kali ini.
" Coba tanyakan saudara ku yang lain dad.. Siapa tahu memang sedang bersama dengan mereka... " saran dari Geya.
Belum juga Claude melangkah memasuki mansion lebih ke dalam, tiba-tiba saja beberapa orang berbondong-bondong masuk ke mansion. Mereka adalah para penjaga yang menawarkan bantuan mencari twins Q tadi pada Claude.
" Tuan,, kami menemukan pengasuh tuan dan nona kecil pingsan di taman samping. Dia disembunyikan di semak-semak tuan... " lapor seorang penjaga.
__ADS_1
Degh....
Jantung Geya dan Claude mencelos seketika. Naka mereka hilang, anak mereka tidak berada di tempat seharusnya mereka berada. Saking terkejutnya Geya sampai pingsan, beruntung ada Gafar di belakang Geya yang menangkap tubuh saudara kembarnya itu.
" Ada apa? " tanya Galen langsung maju. Dia mendengar ribut-ribut di depan langsung keluar diikuti oleh lainnya.
" Twins menghilang, bisa jadi twins... diculik... " Claude menatap mata Galen seperti tengah saling berbicara melalui mata mereka.
" Cepat lihat CCTV yang ada di seluruh mansion ini. Aku mau dalam waktu sepuluh menit kita sudah mendapatkan rekaman keberadaan keponakan ku!! " titah Galen menggelagar membuat semua penjaga berhamburan menuju ke pos mereka masing-masing.
Claude dan Galen terdiam, tidak ada yang bicara, karena keduanya sedang mencoba mencari tahu apa yang terjadi kali ini. Mereka mulai merangkai berbagai peristiwa sebelum dan sesudah twins menghilang. Terakhir dilihat dimana kedua anak Geya dan Claude berada.
Sepuluh menit dalam diam, Claude dan Galen mendapatkan salinan CCTV yang menunjukkan keberadaan twins terakhir kali. Keduanya melihat dengan seksama yang ada di sekitar kedua anak Geya itu. Dan ketika pengasuh dan twins Q berada di titik buta CCTV mereka tidak lagi muncul di menit berikutnya.
Claude tidak kurang akal, merasa tidak menemukan keberadaan anaknya setelah melewati titik itu, Claude mencari di titik lainnya yang pasti bisa menyorot titik buta dari CCTV yang dilihatnya barusan. Claude mengepalkan tangannya kuat saat menyadari kecurigaannya benar adanya.
" Dimana Rouge? Katakan pada ku dimana Rouge? " tanya Claude langsung to the point sama sekali tidak peduli jika akan mendapatkan kecaman dari kedua keluarga.
" Kenapa kau mencari Rouge? Dia mengantarkan istri dan anaknya pulang tadi... " papa Theo yang menjawab.
Claude tidak mau ambil pusing menjelaskan langsung memberikan ponselnya yang memang menunjukkan bahwa Rouge lah yang membawa kedua buah hatinya keluar dari mansion.
" Ini tidak mungkin... untuk apa Rouge melakukannya? " tanya papa Theo tidak percaya.
__ADS_1
" Karena Rouge mengira bahwa twins adalah putranya... " papa Theo langsung menetap pria yang tengah berbicara itu.