Duka Pernikahan

Duka Pernikahan
BAB 110 Perhatian Kecil yang Sama


__ADS_3

Bertemu lagi dengan Queen, ternyata membuat Fahmi merasa senang sendiri. Tidak bisa di pungkiri karena Queen adalah cinta pertama untuk Fahmi. Cinta yang belum selesai Fahmi urus karena sampai detik ini Fahmi belum mengutarakan perasaannya.


Tapi bukan berarti Fahmi ingin mengulang cinta itu lagi. Karena perasaan yang Fahmi punya hanya ada di masa lalu saja, Sedangkan sekarang, Fahmi sudah punya perempuan yang memang seharusnya Fahmi jaga perasaannya.


Semenjak selesai sekolah, Fahmi tetap kuliah di salah satu Universitas yang ada di kota Malang. Karena keberuntungan yang berpihak pada Fahmi, lelaki tersebut menjadi salah satu mahasiwa yang masuk dalam daftar penukaran mahasiwa ke luar negeri. Setelah lulus kuliah, Fahmi hanya sebentar pulang ke Malang. Karena setelah itu, Fahmi pergi keluar kota untuk mencari pekerjaan sesuai bidangnya. Selain mencari pengalaman, Fahmi juga meminimalisir untuk tidak bertemu lagi dengan Divya.


Jujur, Fahma sakit hati dengan ancaman yang di berikan Divya kala itu. Bukan dirinya takut dengan Divya. Hanya saja, Fahmi tidak ingin jika Papanya sampai bermasalah di perusahaan, hanya karena urusan pribadinya. Bukannya apa-apa, Papanya Fahmi adalah salah satu orang penting di perusahaan.


Bahkan 2 tahun yang lalu saat Fahmi menikah, Fahmi meminta tolong pada Papanya untuk tidak memberitahukan pihak perusahaan kalau dirinya menikah. Selain itu, Fahmi dan sang istri tercinta hanya menikah sederhana saja. Yang terpenting adalah sah dan berkah.


Kini, Fahmi duduk sejajar dengan Queen. Di depan mereka ada Safir dan juga Divya. Jika Divya berada tepat di depan Fahmi, Safir berada tepat di depan Queen. Tidak bisa dipungkiri kalau terdapat kecanggungan yang terjadi di antara mereka berempat.


'Apa dia datang untuk mendekati Queen lagi?' gumam hati Divya. 'Kalau sampai itu terjadi awas saja,' Divya bahkan sampai mengepalkan tangannya. Tidak bisa Divya pungkiri, perasaan sakit hatinya beberapa tahun yang lalu kembali mendera hati Divya. Tapi tidak bisa di pungkiri juga kalau ada hati yang lega karena kini Divya kembali bertemu dengan Fahmi setelah sekian lama. Rasanya sangat campur aduk. Karena kini yang mendominasi adalah rasa was-was karena Divya tidak mau kalau Queen kembali di dekati oleh Fahmi. Akan jadi mimpi buruk untuk Divya kalau sampai Fahmi menjadi adik iparnya.

__ADS_1


"Sudah lama kalian menikah?" setelah memesan beberapa minuman dan juga makanan yang bisa mereka cemil, kini Fahmi memulai lebih dulu pembicaraan di antara mereka.


"Baru 3 bulanan. Kemana saja kamu selama ini? Sepertinya kamu tidak ada di Malang ya?" tanya Divya yang jadi seolah sedang menyelidiki.


"Kemana-mana. Aku mencari tempat yang nyaman untuk bekerja saja."


"Disini?"


"Tidak. Aku kesini hanya untuk kepentingan saja," sambil berbicara dengan Divya, mata Fahmi melirik ke arah Queen. Gadis yang nampak bingung mau melakukan apa. Tidak berbeda jauh dengan Safir. Tapi anehnya, Fahmi beberapa kali mendapati Safir yang justru terus mencuri pandang ke arah Queen. 'Seperti ada yang aneh.'


"Eh."


"Hati-hati, Queen," ucap Fahmi karena terkejut mendengar suara sendok yang jatuh. "Permisi. Maaf ..." Fahmi membantu Queen untuk memanggil pelayan agar mengambilkan sendok yang baru.

__ADS_1


Saat Queen membungkuk untuk mengambil sendok. Spontan saja Safir mendekatkan tubuhnya pada meja dan tangan Safir menyusup di bawah meja guna menutupi ujung meja. Hal yang selalu Safir lakukan sejak duu setiap kali terjadi seperti ini. Queen memang cukup croboh, sangat cocok jika sudah bersanding dengan Ruby. Maka selalunya, Safir yang melindungi Queen dan Ruby saat terjadi seperti ini.


Dug


"Eh."


Sesuai dugaan Safir, kepala Queen akan membentur ujung meja andai tidak ada tangannya.


Deg!


Queen jelas terkejut. Safir masih melakukan hal kecil seperti ini. Namun, yang membuat Queen lebih terkejut adalah tangan Safir yang untuk sesaat mengusap puncak kepala Queen. Setelah menegakkan kembali tubunya, Fahmi dan Divya sedang saling berbicara. Sepertinya dua orang yang sedang reoni itu tidak menyadari apa yang terjadi barusan.


Sedangkan tatapan Queen dan Safir hanya sejenak saling bertemu, karena setelah itu, Safir memutus kaitan mata mereka dan memilih menyesap minumannya.

__ADS_1


'Apa maksudnya tadi?'


__ADS_2