
Masalah yang terjadi diantara Safir dan Divya jelas tidak bisa ditutupi begitu saja. Apalagi dengan orang tua Reina. Yusuf dan Nissa sampai terkejut dengan kabar tersebut. Lebih terkejut lagi saat mengetahui penyebab Safir menceraikan Divya.
Tidak menuntut kemungkinan kalau Queen juga pasti akan tahu kalau Safir dan Divya sudah bercerai. Membuat Reina memberikan pesan pada semua orang untuk tidak memberitahukan kenapa perceraian tersebut terjadi. Cukup Queen tahu saja bahwa sekarang Divya dan Safir telah bercerai. Karena Reina tidak sampai hati jika Queen tahu kalau selama ini Divya memiliki dendam pribadi terhadap Queen.
"Dulu Vian, sekarang Divya. Apa aku salah membantu membesarkan cucu-cucu kita, Ayy?" tanya Nissa. Tubuh Nissa sampai terasa lemas rasanya. Terlebih lagi apa yang Divya lakukan sudah melebihi kegilaan Vian dulu.
"Mungkin sebagian hal yang sudah terjadi adalah kesalahan kita atau anak-anak kita. Tapi kisah cinta mereka terjadi itu disaat mereka sudah remaja menuju dewasa. Orang yang sudah merasa tersakiti karena tidak bisa mendapatkan sesuatu, akan menganggap semuanya serba salah. Bukan aku tidak mau disalahkan. Tapi posisi mereka saat itu sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk . Apalagi masalah Divya itu sebenarnya sepele. Setiap orang punya kendali untuk mengontrol hati dan pikirannya. Mau ke arah mana membawa raga itu sendiri. Yang terpenting sekarang, Queen jangan sampai tahu ini semua. Dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri."
Nissa menghela nafasnya yang terasa menyiksa raga. Rasanya sungguh menyesakkan saat harus mengetahui semua ini.
"Aku harap, Vian bisa meluluhkan hati Divya untuk melakukan pemeriksaan, Ayy. Aku benar-benar takut kejiwaan Di terganggu. Ya Allah, aku masih bisa paham kejadian Vian dan Zen dulu. Yang aku tidak paham, kenapa bisa Divya pada Queen. Sampai mempermainkan pernikahan seperti itu," ucap Nissa kemudian mengusap wajahnya kasar.
*
__ADS_1
Sejak tadi Queen duduk seorang diri di teras samping rumah. Gadis tersebut sepertinya sibuk dengan ponselnya sendiri.
"Kenapa?" tanya Ruby yang baru saja menghampiri Queen.
"Sejak tadi aku berusaha hubungi Kak Vian. Bilangnya Kak Vian mau mengantaran Kak Di berobat. Aku khawatir sekali Mai dengan Kak Di," tuturnya dengan air muka yang nampak panik. "Kak Di pasti terpukul sekali karena sudah di ceraikan seperti ini. Sampai hati Safir ceraikan Kak Di dengan talak 3. Memangnya apa kesalahan Kak Di sampai Safir setega itu. Maaf ya Mai, sekalipun Safir adik kamu, tapi aku ingin sekali mengungkap isi hatiku sekarang. Kak Di sakit apa ya. Mama, Papa bilang yang mengurus Kak Di itu Kak Vian."
Ruby hanya tersenyum kecil. Tatapannya sendu melihat Queen yang kebingungan sendiri. Entah akan seperti apa keadaan Queen sekarang kalau sampai mengetahui masalah sebenarnya.
Queen seketika terdiam. mengingat hubungan Safir dan Divya selama disini. Keduanya memang tidak terlihat harmonis. Terlihat seperti sedang memaksakan sesuatu yang tidak begitu perlu untuk di tunjukkan. Membuat kedua mata Queen sayu karena apa yang dikatakan Ruby ada benarnya juga. Divya memang Kakaknya, tapi dirinya juga tidak bisa berpikir kalau Safir yang bersalah dalam hal ini.
Ruby tersenyum kemudian menepuk punggung Queen hingga beberapa kali. "Mas Zen sedang berbalas pesan dengan Kak Vian. Kita tunggu saja kabar dari Mas Zen, ya."
*
__ADS_1
"Lusa Safir mau ke Jakarta dengan Pak Yusman, Bun!" ucapnya memberitahu Zantisya yang sejak tadi sedang sibuk di dapur.
"Ada keperluan apa kamu ke Jakarta, Fir?"
"Ada undangan pernikahan dari rekan kerja di Jakarta, Bun. Beliau mantu."
Awalnya Safir tidak ingin datang dan membiarkan Yusman yang pergi ke Jakarta seorang diri. Tapi selama ini Safir selalu berusaha datang setiap kali mendapatkan undangan acara dari rekan kerja. Maka sekarang Safir jadi tidak enak hati kalau mau tidak datang. Apalagi dirinya dan pengusaha Bakso tersebut baru bekerja sama selama beberapa bulan.
"Kalau Bunda mau buatin trio S kue, buatkan saja. Nanti Safir akan meminta Kak By ambil kiriman makanan Bunda ke hotel yang sudah Safir reservasi," ucap Safir.
Secara tidak langsung Safir memberitahu Zantisya kalau Safir tidak akan bertamu di kediaman besannya disana.
"Safir bantu apa ini?" tanyanya sambil menaikkan lengan baju kemeja panjangnya.
__ADS_1