Duka Pernikahan

Duka Pernikahan
BAB 173 Makan Sepiring Berdua


__ADS_3

Niat awal yang ingin langsung tancap gas saja, kini harus terhenti karena keduanya mendengar alarm adzan maghrib. Membuat rasa ingin mereka langsung tertahan dan membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.


Krucuk ... krucuk ... krucuk ...


Bukan hanya perut Queen saja yang berteriak. Tapi perut Safir juga. Karena hari ini keduanya sama-sama belum makan siang hingga sesore ini. Membuat keduanya semakin tertawa keras sampai perut mereka terasa sakit.


"Aku mandi dulu. Lalu kita solat, setelah itu kita cari makan malam."


"Sisa masakanku siang tadi masih ada kok, Mas. Nasi juga masih ada. Makan dirumah saja ya?" tawar Queen yang enggan membuang waktu mereka untuk diluaran sana.


"Ok! Setelah itu ..." ucapan Safir mengambang dan menatap Queen dengan binaran cinta. Safir tersenyum dan membuat Queen terpesona. Jarang sekali Safir tersenyum seperti ini.


"Apa?" bukannya tidak tahu apa yang sedang Safir pikirkan. Tapi Queen ingin mengusik Safir saja.


"Apa yang ada dipikiranku sudah ada dipikiranmu juga," ucap Safir sambil menarik hidung Queen dengan perasaan gemas. "Aku mandi dulu."


Bukan hanya Safir, tapi Queen juga segera mandi. Dua insan yang berada dikamar mandi yang berbeda itu terus menggosok tubuh mereka agar benar-benar bersih. Keduanya seolah ingin bau badan mereka hilang dan tidak merusak momen manis yang akan mereka lakukan nanti.


Malam ini, keduanya mulai sholat bersama lagi. Awal yang baik, karena setelah ini, mereka akan memulai semuanya dengan hal yang baik-baik pula.


Setelah urusan pribadi pada sang pencipta selesai, keduanya segera menuju ruang makan. Perut mereka sudah benar-benar butuh asupan energi.

__ADS_1


"Aku panaskan lauknya sebentar ya Mas."


"Nasinya panas kok ini. Sudah tidak perlu dihangatkan. Kita habiskan saja langsung," ucap Safir karena melihat sayuran dan lauk yang sepertinya cukup untuk makan mereka berdua. Menunggu dihangatkan hanya akan membuang waktu mereka.


"Ok!"


"Kita makan barengan saja ya?" ajak Safir sambil meletakkan satu piring yang sudah berisi banyak nasi.


"Heem," Queen hanya menggumam senang lalu memberikan senyuman manis pada Safir.


Ini memang bukan pertama kalinya untuk mereka menikmati sesuatu makanan dengan piring yang sama. Tapi ini adalah kenangan manis yang tidak akan pernah mereka lupakan. Karena malam ini, mereka makan bersama dengan perasaan cinta yang sudah saling mereka utarkan.


"Alhamdulillah, kenyaaanggg ..." ucap Queen dan Safir bersamaan.


Setelah Safir mencuci piring dan Queen selesai membereskan meja makan, kini keduaya menuju ruang televisi. Menonton acara yang ada dan berharap makanan mereka segera turun dan perut tidak terasa begah karena terlalu banyak makan.


Tidak ada pembicaraan yang mereka lakukan. Karena kedua mata mereka terarah pada layar televisi. Sedangkan pikiran mereka melayang kemana-mana. Sungguh hanya suara televisi yang mengusik diantara keduanya.


"Queen."


"Mas."

__ADS_1


Keduaya saling berhadapan dan menjadi terkekeh karena mereka bersamaan saling memanggil.


"Ada apa?" tanya Safir.


Queen menggeleng pelan karena bingung mau bicara apa. "Mas ingin apa, panggil aku?"


"Aku ingin buah."


"Owh, sebentar. Aku ambilkan," ucap Queen sambil beranjak. Berniat menuju dapur dengan pikirannya yang sudah oleng.


Sret


Setelah menggenggam tangan Queen, Safir menarik Queen agar duduk dipangkuannya.


"Mas!"


"Mau kemana?"


"Kedapur. Katanya Mas ingin buah," jawab Queen gugup.


"Kamu belum dengar buah apa yang aku inginkan."

__ADS_1


"Owh ya. Mas ingin buah apa? Dikulkas ada melon, anggur, apel, jeruk dan ..."


"Aku mau ini."


__ADS_2