Duka Pernikahan

Duka Pernikahan
BAB 163 KDRT ala Queen


__ADS_3

Setelah solat subuh, Safir memilih keluar dari kamar setelah membereskan alat solat dan juga alat tidurnya.


Seperti biasanya selama saat ikut tinggal di rumah ini, maka Safir akan memilih untuk olahraga. Niat Safir yang ingin mencari keringat dengan menggerakkan tubuh, kini beralih untuk membantu para pekerja yang sedang membereskan halaman rumah. Sudah dapat dipastikan kalau hari ini atau beberapa hari kedepan, Reina dan Hendri masih akan kedatangan tamu yang ingin bela sungkawa.


Meskipun Safir tahu kalau biasanya Queen bangun saat pagi-pagi sekali, tapi Safir enggan membangunkan Queen. Safir rasa, saat ini Queen butuh istirahat yang cukup atas semua yang sudah terjadi. Lagi pula saat ini Queen sedang terkena tamu bulanan.


Sampai pada akhirnya, Safir sudah kembali memasuki kamar. Sepertinya keputusan Safir untuk tidak mengusik Queen sangatlah benar. Karena sekarang Safir masih melihat Queen yang tertidur lelap.


Tubuh Safir sudah terasa gerah dan juga lengket, maka sekarang Safir memilih untuk segera membersihkan diri.


Sampai pada akhirnya, Safir dibuat terkejut saat baru saja dirinya menggunakan handuk, dan Queen memasuki kamar mandi secara tiba-tiba.


'Apa dia enggak lihat aku?' gumam hati Safir.


Safir sampai tercengang karena sekarang dirinya melihat Queen yang menurunkan celananya dan langsung duduk di closet untuk membuang air kecil.


Safir langsung balik badan saat perasaan hatinya jadi merasa aneh. Safir sampai menarik nafasnya dalam-dalam. Melihat perempuan yang setengah badan hampir terbuka, membuat degup jantung Safir terasa menyiksa.


'Apa yang terjadi sama kamu, Fir?' gumamnya untuk menyadarkan diri.


Safir sampai menyalahkan diri sendiri karena pikirannya jadi berkelana karena rasa yang tiba-tiba bangkit tanpa bisa dicegah.


Safir bahkan menahan tawa dengan pikiran yang melayang saat mendengar air seni yang sedang Queen keluarkan. Sampai beberapa saat kemudian, Safir masih tidak menyangka kalau Queen sungguh-sungguh tidak melihat keberadaan dirinya di dalam ruangan shower.


'Dari dulu memang sesekali kamu suka ceroboh saat melakukan sesuatu. Apa aku ini benar-benar transparan?'

__ADS_1


Begitu Queen keluar dari kamar mandi, Safir kembali melepas handuk yang ia gunakan. Tubuhnya terasa panas karena melihat Queen, walau hanya sebentar.


'Sok banget tegang seperti ini. Giliran dicoba melakukan hal yang benar malah meleyot," ejeknya pada senjatanya sendiri.


Setelah merasa diri dan pikiran Safir sudah menjadi dingin, Safir segera menyudahi adegan mandinya. Setelah ini Safir segera berganti baju.


Merasa cukup lama dirinya berada didalam kamar mandi dan mengira kalau Queen juga sudah keluar dari kamar, Safir memilih keluar. Namun, sepertinya perkiraan Safir melenceng karena kini Safir justru mendapati Queen yang masih membereskan kamar.


"Ka-kamu sejak tadi ada di kamar mandi Fir?" pekik Queen yang tidak percaya. Sungguh, Queen berharap ini mimpi. Tapi sepertinya tidak mungkin.


"Iya," jawab Safir pelan.


Untuk sesaat, Queen terdiam. Mengingat lagi apa yang telah ia lakukan. Wajah Queen merah padam. Andai saja dirinya bisa mengurung diri di sebuah goa untuk menyendiri, sudah pasti akan Queen lakukan. Rasanya Queen ingin menangis sekuat-kuatnya saat ini juga. Apalagi saat dirinya ingat kalau tadi Queen melepas pakaian bawahnya karena mau mengganti pakaian dalam dan juga pembalut. Dan yang lebih memalukan lagi saat Queen buang air kecil, dirinya juga buang angin yang membuat perut Queen merasa lega. Entah seperti apa wajahnya saat ini.


"Aaa ..." Teriak Queen hingga suaranya membengung didalam kamar ini.


"Jadi kamu lihat apa yang aku lakukan tadi Fir?"


Pertanyaan macam apa ini? Tanpa perlu Safir jawab juga, Queen sudah tahu jawabannya. Sedangkan kini, Safir hanya tersenyum canggung, seolah memberikan jawaban pada Queen.


"Kyaaa ..."


Bug!


Bug!

__ADS_1


Bug!


Queen kembali berteriak dan lari mendekati Safir untuk memberikan pukulan pada lelaki tersebut.


"Eh, ini kenapa tiba-tiba jadi KDRT begini?" tanya Safir tapi dirinya tidak menolak saat Queen terus memukuli lengan tangannya.


"Kalau kamu didalam kamar mandi, kenapa enggak bilang dan malah diam saja. Itu sangat memalukan Fiiirr ..."


"Bagaimana aku mau bilang, kalau tiba-tiba kamu masuk dan langsung Hemmmppp..."


Dengan cepat Queen membekap kuat mulut Safir agar tidak menjelaskan semuanya karena Queen benar-benar malu.


Brug


"Agh," pekik Queen terkejut, karena kini dirinya menindih Safir yang ambruk di atas sofa.


Safir dan Queen sama-sama tidak menyangka dengan pose apa yang sedang terjadi diantara mereka.  Apalagi sekarang, wajah mereka sangat dekat saat saling berbalas pandang.


Tangan Safir yang kini berada di pinggang Queen, rasanya ingin Safir eratkan belitan tangannya. Tapi kenapa sekarang Safir tidak bisa fokus karena dirinya sendiri yang sedang berusaha membuat jarak dengan Queen. Mengingatkan diri bahwa dirinya memiliki kekurangan.


'Perasaan ini tiba-tiba jadi ingin sekali memiliki kamu,' gumam hati Safir.


Sebagai lelaki yang sedang berduaan dengan perempuan yang Safir cintai, jelas sekarang Safir tertarik dengan Queen.


Queen menurunkan tangannya agar menyingkir dari mulut Safir. Tapi dengan jelas Queen bisa merasakan telapak tangannya yang seolah sedang mengusap bibir lelaki tersebut. Membuat mereka sama-sama bisa saling merasakan degup jantung.

__ADS_1


"Maaf," ucap keduanya secara bersamaan.


__ADS_2