Duka Pernikahan

Duka Pernikahan
BAB 139 Rencana Jual Mobil


__ADS_3

Sejak kemarin Zantisya menyibukkan diri membuat beberapa jenis makanan. Seperti yang sudah-sudah, Zantisya akan membuatkan kue kering untuk ketiga cucunya dan juga makanan lainnya yang sudah pasti di sukai Ruby dan Zen. Bahkan saat pagi-pagi seperti ini, Zantisya sudah disibukkan dengan pekerjaan dapur. Karena Zantisya tidak ingin ada satu makanan yang ia kirimkan akan tertinggal.


Pagi ini, Safir memang sedang malas untuk olahraga. Ia keluar kamar sambil membawa kunci mobilnya. Mobil yang selama beberapa bulan terakhir ini Safir biarkan begitu saja didalam garasi, bahkan hingga saat ini.


"Apa aku jual saja ya, mobilnya?" gumam Safir saat melihat mobil kesayangannya tersebut.


Mobil yang selalu membuat Safir bangga akan kendaraan tersebut. Yang safir pikirkan, untuk memulai semuanya dengan diri yang baru, Safir pikir dirinya harus menyingkirkan sesuatu hal yang membuat pikirannya kembali pada seseorang. Namun, ini bukan hanya berkaitan dengan mobil saja. Karena banyak tempat yang meninggalkan banyak kenangan.


Luka hati yang Safir alami, membuat Safir tidak percaya diri lagi untuk terpikir kembali menjalin hubungan yang serius. Hingga kedepannya, Safir sudah janji tidak akan kembai menikah lagi. Safir benar-benar takut membuat sedih perempuan lagi. Safir juga tidak ingin mendapatkan cemoohan dari orang lain lagi.


"Pak, ini kunci mobil saya yang lama. Setiap hari, tolong Bapak panaskan mobilnya ya. Atau Bapak gunakan untuk keliling jalanan perumahan ini. Tolong diurus saja. Jangan di cuci ya Pak. Biarkan saja mobilnya seperti itu."


"Baik, Mas. Tapi kalau saya lap kacanya ndak apa-apa kan Mas?"


Safir mengangguk pelan. "Tidak apa-apa, Pak." Baru saja Safir hendak meninggalkan sopirnya Arfan, ia kembali balik badan karena teringat sesuatu. "Satu lagi Pak. Jangan pindahkan barang apapun yang ada di dalam mobil ya Pak," pinta Safir memberikan pesan.


Safir pikir, setelah dirinya sudah yakin 100%, maka Safir akan benar-benar menjual mobil tersebut.


Hingga kini, Safir dan Yusman sudah berangkat ke Jakarta dengan mengendarai mobil, sejak sore tadi. Sepanjang jalan, Safir yang lebih banyak mengemudikan mobil. Yusman sendiri jadi tidak enak hati karena justru Bosnya yang mengendalikan mobil. Tapi mau bagaimana lagi jika memang itu maunya Safir.


Hingga sampailah dua orang beda usia itu sampai pada hotel tujuan. Hotel yang akan mereka gunakan untuk bermalam saat di Jakarta. Rencananya, Safir dan Yusman akan di Jakarta selama 3 harian. Karena Safir dan Yusman juga sudah membuat janji dengan kenalan mereka yang lainnya.


*


"Loh, ini kok sudah pada ganteng-ganteng dan cantik begini," puji Queen saat melihat trio S. "Loh, mau kemana Mai?" tanya Queen penasaran. Queen pikir, karena baru selesai mandi, membuat ketiga saudara sepupunya itu menjadi wangi. Tapi kini Queen terkejut karena Ruby juga sudah nampak cantik dan rapih."

__ADS_1


"Ikut Papanya kerja," ucap Ruby sengaja berbohong. Tidak lama kemudian, Zen juga ikutan datang menyusul istri dan anak-anaknya.


"Emmm, bohong ya? Mau kemana sih? Ikut dong aku. Mumpung libur kuliah ini," ucap Queen mulai merayu.


"Maaf ya Tantenya trio S. Kali ini kami tidak berminat mengajak Tante. Assalamualaikum," ucap salam Ruby berpamitan.


"Waalaikum salam," jawab Queen dengan air muka yang nampak cemberut karena kini dirinya bingung mau melakukan apa. "Kenapa baru kepikiran. Lebih baik sekarang aku menyiapkan baju untuk nanti malam. Biar enggak ribet sendiri saat mau pergi nanti," gumam Queen semangat dan segera memasuki rumah untuk menuju kamarnya.


*


Klek!


Hingga tiga kali Ruby mengetuk pintu hotel kamar Safir, baru kini Safir membukakan pintu untuk mereka.


"Ngantuk Kak. Semalam aku baru sampai jam setengah 3," jawab Safir sambil berjabat tangan dengan Ruby. "Mas."


"Kalau tahu masih mengantuk, kenapa minta aku dan anak-anak datang pagi-pagi sekali?" protesnya karena tidak ingin kalau adiknya itu menjadi kurang tidur.


"Ingin main sama si kembar lah. Apalagi?" ucapnya santai.


"Sudah jangan ajak Safir bertengkar, Yang. Oh ya Fir, aku tinggal ngantor ya. Selamat bersenang-senang dengan anak-anak."


"Iya mas. Terima kasih sudah anterin trio S kesini."


"Sama-sama."

__ADS_1


"Aku enggak kamu sebut?" protes Ruby sambil menunjuk dirinya sendiri.


""Sudahlah, ayo masuk Kak," ucap Safir sambil menarik Ruby yang menjinjing rantang. Sedangkan Zen hanya terkekeh saja melihat interaksi keduanya.


"Selamat pagi keponakaaannn ..."


"Pagi Ooommm ..."


"Apa kalian tidak ingin peluk Om dulu?" tanya Safir sambil merentangkan tangannya.


Sedangkan Ruby, jadi merasa aneh sendiri dengan tingkah adiknya tersebut. Tidak biasanya dia sok asik begini dengan anak-anak. Dimata Ruby , akan lebih baik jika Safir bersikap dingin seperti biasanya. 'Dia enggak lagi kesurupan kan?'


"Enggak mau," jawab trio S kompak sambil menggelengkan kepala mereka.


"Loh, kenapa? Memangnya tidak rindu dengan Om?"


"Karena Om belum mandi, jadi Om masih bau. Kata Mama kalau belum mandi itu kan bau, Om."


Ruby yang ada di belakang Safir jelas tersenyum bangga pada ketiga anaknya. Ia sampai mengacungkan jempolnya untuk ketiga anaknya itu.


"Baiklah, kalau tidak ada yang mau peluk Om berarti kue yang dikirim Oma Tisya tidak akan Om berikan," ancam Safir.


"Mau Oooommm ..."


karena tgl 31 abis ngereog update, jadi sekarang slow up dulu ya. Tunggu saja pasti aku akan up 2-3x lagi seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2