Duka Pernikahan

Duka Pernikahan
BAB 177 Tidur Saja Ganteng


__ADS_3

"Aku keluar duluan," ucap Safir setelah mengsucikan diri.


Begitu Safir meninggalkan kamar mandi, Queen juga segera mengsucikan diri. Mengingat mereka berdua memang belum sholat isya'. Namun, bukanya segera keluar, Queen justru menatap pantulan tubuhnya di cermin. Ia tersenyum saat mengingat lagi apa yang sudah dirinya dan Safir lakukan hingga dua kali.


"Kalau dipikir ulang, di mana letak kalau Safir punya masalah ranjang?" gumam Queen yang kembali penasaran. "Apa jangan-jangan Maira bohong? Tapi mana mungkin. Apalagi itu soal masalah seperti ini. Dan semalam juga Safir akan mengakui masalah ini kan?"


Queen kembali memperhatikan pantulan raganya. Melihat lehernaya yang terdapat beberapa jejak perbuatan Safir. Tidak hanya itu, karena Queen sedikit membuka bathrobe untuk melihat dadanya. Di sana juga terdapat jejak Safir. Jika diingat lagi, perbuatan Safir yang kedua kalinya memang terasa lebih berani.


Klek!


Lamunan Queen langsung lebur dan spontan tangannya menutupi dadanya saat mendengar suara pintu terbuka. Ia melihat Safir yang sudah siap untuk mengajaknya ibadah. Bisa-bisanya sekarang Queen terpesona padahalĀ  Safir hanya menggunakan sarung dan kaos oblon. Belum lagi peci hitam yang ada dikepala Safir.


"Ck ck," kode Safir sambil berusaha menyadarkan Queen dari lamunan.


"Eh, iya. Kenapa Mas?" tanya Queen sampai gelagapan.

__ADS_1


"Ayo solat, sudah mau jam 3 ini. Aku tungguin dari tadi kok kamu belum keluar juga."


"Owh iya. Ayo," ucap Queen sambil meraih tangan Safir.


Keduanya keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang belum sadar. Namun, saat Safir menunduk, betapa terkejutnya Safir karena mereka saling bergandengan.


"Sayaaanggg ..."


"Kenapa?" tanya Queen bingung karena Safir seperti orang terkejut.


"Kyaaa ... Mas ngapain gandeng-gandeng aku?" protesnya sambil menarik tangan.


"Perasaan yang gandeng aku tadi kamu duluan loh. Enggak mau jauh dari aku yaaa?"


"Mas kali yang engak mau jauh dari aku."

__ADS_1


Bukannya segera kembali masuk ke kamar mandi untuk mengsucikan diri lagi, sepasang suami istri itu justru terus saling membela diri karena tidak ada yang mau mengakui diri kalau diantara mereka sama-sama saling tidak ingin berjarak jauh lagi.


Hingga kini, keduanya sudah merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Setelah ibadah shola isya, keduanya memilih terjaga hingga menunggu waktu subuh.


"Kita tidur saja," ajak Safir sambil memeluk Queen.


"Heem, ngantuk banget aku, Mas."


Tidak butuh waktu lama, keduanya langsung lelap begitu memejamkan kedua mata. Rasa lelah setelah bekerja cukup keras benar-benar bisa mengantarkan keduanya menuju mimpi indah.


Dan kini, jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Queen sudah terjaga lebih dulu. Ia melihat Safir yang masih tidur miring ke arahnya. Queen membenarkan posisi kepalanya dan menumpuk kedua tangannya untuk ia jadikan bantal.


'Tidur saja ganteng,' gumam hati Queen yang kagum dengan wajah Safir. Bagaimana tidak, jika wajah yang biasanya terlihat dingin, kini seperti bayi yang lelap dengan mimpi indah. Belum lagi kedua alis Safir yang cukup tebal. Bulu mata yang cukup lebat. Hidung cukup mancung dan bibir yang nampak seksi.


'Bagaimana aku bisa berpaling, kalau sejak dulu kamu yang selalu aku kagumi,' gumam hati Queen sambil menyentuh wajah Safir secara perlahan.

__ADS_1


Puas menatap Safir, kini Queen memilih untuk beranjak dan akan menuju dapur . Memasak dengan bahan seadanya untuk mereka sarapan nanti.


__ADS_2