Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
100. Flacsh back On


__ADS_3

Ternyata dia, anak dari keturunan konglomerat ya. Kenapa aku baru tahu ya, kalau dia anak dari pak efendy dan bu Lily?


Andai saja, aku tahu dari dulu kalau dia anaknya konglomerat, mungkin sudah aku setujui si Reza dengan wanita janda itu batin bu Mira, sambil menatap Tika.


Semoga saja kejadian waktu bulan yang lalu dia bisa lupa denganku, dan aku bisa menyetujui hubungan mereka, bukan mereka saling mencintai ya? Akhirnya, impianku untuk mendapatkan menantu kaya raya, tercapai juga.


Tidak apa-apa seorang janda juga, yang penting hartanya banyak, gumam bu Mira, sambil tersenyum menyeringai.


Flack Back On.


Satu bulan yang lalu.


Hari ini, hari dimana Tika libur kerja. Pastinya, sebagai pekerja hal yang sangat di inginkan ketika libur yaitu merebahkan tubunya, di atas kasur, serta bermanja diri dengan shooping.


Saat Tika akan merebahkan tubuhnya di atas kasur, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lalu dengan segera Tika mengambil ponselnya yang di simpen di atas nakas lemari kecantikan.


'Reza? Mau ngapain dia menelponku? Ini orang, ganggu saja. Dia tidak mengerti apa, ini hari libur kerja, saatnya aku bermanja-manjaan di atas ranjang,' gumam Tika, sambil menatap ponselnya.


Tika pun tidak memperdulikan panggilan masuk yang terus berbunyi di ponselnya. Karena ponselnya terus berbunyi tanpa berhenti, dengan terpaksa Tika mengangkat panggilan masuk, karena merasa risih, ponselnya terus berbunyi tiada henti-hentinya.


'Dasar menyebalkan sekali ini orang. Rupanya dia pantang menyerah, sebelum aku mengangkat panggilan dari dia. Lagi pula, mau ngapain sih ini orang' gumam Tika, bergurutu pada diri sendiri, lalu mengangkat panggilan masuk.


"Selamat siang, maaf ganggu ya?" ucap Reza, di sebrang sana.


"Tentu saja, kamu itu ganggu waktu santaiku. Lagi pula, mau ngapain sih kamu menelponku?" tanya Tika.


"Sorry Tik. Habisnya aku butuh bantunmu," ucap Reza disebrang.


"Whatt, kamu butuh bantuanku? Emangnya butuh bantuan apa sih?" Tika, sambil merebahkan tubuhnya di atas.


"Tapi kamu serius ya, harus bantu." ucap Reza.


"Ih ini orang maksa banget sih. Emang butuh bantuan apa sih?" tanya Tika.


"Tapi kamu harus janji dulu dong, kamu bakal bantuin aku." Reza meski kekeuh.


"Iss ... maksa! Ok, baiklah aku akan bantu. Emangnya kamu butuh bantuan apa sih?" tanya Tika, merasa kesal.


"Oke, aku katakan sekarang! Aku butuh bantuan kamu untuk jadi kekasih bohonganku. gimana mau kan?" tanya Reza di sebrang sana.


"What, kekasih bohonganmu? Yang benar saja. Kamu benar-benar gila ya." tanya balik Tika, benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reza.


"Emang iya, aku ini gila karena Ibuku." Reza, dengan meninggikan nada suaranya.


"Iss, kenapa kamu berkata seperti itu kepada orangtuamu, kualat loh." ucap Tika.

__ADS_1


"Sudahlah jangan banyak nanya deh. Sekarang kamu bantu aku ya?" ucap Reza, kepada Tika di sebrang sana.


"Maaf enggak bisa deh." tolak Tika.


"Kamu tadi sudah berjanji akan membantuku. Tempatilah janjimu, jangan kau ingkari." gerutu Reza.


"Oke baiklah, aku bantu kamu deh." ucap Tika.


"Nah gitu dong. Aku nanti jemput kamu ya. Sekarang kamu siap-siap dulu, mandi sana, mau acem, dan dandan yang cantik ya."


"So tahu kamu. Enggak usah jemput sampai rumah, kita ketemuan saja deh." Protes Tika.


"Jangan banyak protes! Pokoknya nanti aku jemput ke rumahmu. Ya sudah, sampai ketemu nanti, bye." Reza dengan segera mematikan ponselnya.


'Iss, maksa banget jadi orang! Malah nyuruh pura-pura menjadi kekasihnya. Hadeh, dasar orang aneh,' gerutu Tika, pada diri sendiri.


Tika dengan segera menyimpan ponselnya diatas ranjang. Kemudian, memejamkan matanya sebentar.


'Ihh ... menyebalkan deh. Tadi ngantuk banget, kenapa sekarang jadi tidak mau merem sih? Arggh ... ini semua gara-gara si pria aneh itu,' gumam Tika, merasa kesal.


Tika pun dengan segera bangun, kemudian beranjak dari atas ranjang.


'Lebih baik aku ke kamar mandi dulu untuk mandi, sebelum si Reza datang kesini.' Tika dengan segera berjalan menuju bathroom.


Suara klakson berbunyi begitu nyaring. Tika menitip di balik jendela, untuk memastikan orang yang telah membunyikan suara klakson mobil.


'Iss, itu orang tidak ada kerjaan menyembunyikan suara mobil begitu nyaring.' gumam Tika, sambil menatap mobil yang tidak asing lagi diluar.


Ponsel Tika tiba-tiba berbunyi, pertanda ada pesan masuk. Tika pun dengan segera mengambil ponselnya yang di simpan di atas lemari.


"Aku sudah ada diluar, di dalam mobil. Sekarang, keluarlah." Pesan yang di terima oleh Reza.


'Dasar pemaksa! Menyebalkan sekali' gumam Tika, sambil mengambil tasnya dari ranjang, yang sebelumnya sudah di siapkan.


Tika dengan segera pergi meninggalkan kamarnya, dan pergi menemui Reza yang sudah menunggunya di luar.


**


"Ayo masuk ke dalam mobil." ajak Reza, terhadap Tika saat sudah ada di depannya.


"Oke, baiklah." jawab Tika, dengan segera masuk ke dalam mobil.


"Makasih ya, kamu sudah mau membantuku." ucap Reza, sambil menatap Tika yang kini sudah berada di dalam mobil.


"Terpaksa tau, karena kamu memaksaku terus," gerutu Tika, sambil menatap kesal Reza.

__ADS_1


"Sorry Tika, karena ini sangat mendadak. Jadi aku butuh banget kamu," ucap Reza, yang kini sedang menyetir mobilnya.


"Emangnya ada apaan sih, kenapa kamu malah memintaku untuk pura-pura jadi kekasihmu?" tanya Tika, sambil menatap tajam Reza.


"Oke, aku akan jelasin sama kamu ya. Jadi gini ceritanya, dua minggu yang lalu mamih, aku akan menjodohkan aku dengan wanita yang sama sekali aku tidak kenal, dan pastinya tidak cinta." jawab Reza.


"Emangnya kenapa kalau kamu di jodohkan? Bukannya bagus tuh, biasanya pilihan ortu tua, ingin memilih calon yang terbaik untuk anaknya." ucap Tika.


"Tapi aku tidak kenal sama sekali sama dia, dan juga apa jadinya bila seandainya aku menikah dengan wanita yang tidak aku cintai, bakal seperti apa nasibku ketika berumah tangga." Reza, sekils menatap Tika, lalu kembali menatap ke depan.


"Tapi seiringnya berjalannya waktu, kamu harus yakin, cinta pasti akan tumbuh kok antara kamu, dan wanita tersebut." ucap Tika.


"Tapi aku tetap saja enggak mau. Aku pinginnya menikah sama orang yang aku sangat cintai, dan sayangi. Jika kamu berada di posisiku, kamu pasti merasakannya." ucap Reza.


"Iya pastinya sih," ucap Tika, sambil cengengesan.


"Pasti kamu pernah merasakan ya? " tanya Reza terhadap Tika.


"Emang pernah," jawab Tika dengan jujur, dan tanpa ada perasaan malu.


"Iss dasar, tadi bilang memang yang terbaik pilihan orangtua. Nah, kamu sendiri pasti tidak mau kan, menikah tanpa ada rasa cinta dan sayang."


Tika hanya tersenyum kaku terhadap Reza.


"Terus alasan kamu apa, sampai aku harus berpura-pura untuk menjadi kekasihmu?" tanya Tika, sambil menatap Reza.


"Kalau hari ini juga aku belum menemukan jodoh, maka orangtuaku akan tetap menjodohkanku dengan wanita pilihan Mamih. Makanya aku butuh bantuanmu," jawb Reza.


"Oh, jadi gitu alasannya. Walaupun kita pura-pura berbohong, pasangan kekasih. Lambat laun juga bakal ketahuan Za." ucap Tika.


"Enggak masalah deh, yang penting untuk hari ini aku enggak mau di jodohin sama Mamih."


"Emmzz ... kenapa kamu, tidak cari lagi wanita yang bisa membuatmu nyaman, dan kamu cintai." tanya Tika.


"Tidak Tik, sebenarnya aku trauma dengan wanita yang pernah singgah di kehidupanku, dia selingkuh di belakangku. Padahal saat itu, aku saat sayang-sayangnya sama wanita itu. Makanya aku takut untuk membuka hatiku untuk wanita lain." ucap Reza, dengan penuh perasaan kecewa saat mengingat masa lalunya dengan mantan kekasihnya.


"Oh jadi begitu ya. Yang sabar ya, semoga kamu nanti kelak mendapatkan seseorang yang membuatmu nyaman, setia dan menerima apa adanya," ucap Tika, sambil menatap Reza.


"Aamiin Tik, semoga saja." ucap Reza, tersenyum terhadap Tika.


"Heem." jawab Tika.


Entahlah Tik, sebenarnya aku merasa nyaman saat bersamamu. Andai kamu tahu, aku sangat meinginkanmu batin Reza, sambil menatap Tika.


*Mobil yang di tumpangi Tika pun sudah sampai di kediaman orang tua Reza. Dengan segera Tika dan Reza keluar dari mobil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2