Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
82.Aku Kecewa.


__ADS_3

"Rey, kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Jawablah pertanyaanku," ucap Vika, sambil menatap Rey.


"Aku sangat kecewa sama kamu. Kenapa kamu berbohong padaku? Kamu bilang, kalau kamu menikah dengan pria yang masih lajang. Tapi kenyataannya, kamu menikah dengan pria yang sudah beristri." Rey menatap kecewa Vika.


"Tadi aku sudah bilang sama kamu berkali-kali. Kalau aku ngelakuin itu karena terpaksa. Jangan bilang, kalau kamu ragu jadikan aku sebagai istrimu." Vika, menatap intens Rey.


"Ya memang benar apa yang kamu katakan. Aku kira kamu, wanita baik-baik yang tidak pernah menghancurkan rumah tangga orang. Tapi kenyataannya kamu itu pelakor!" Rey menatap tidak suka Vika.


"Kamu bilang barusan apa hem? Aku pelakor?!" Vika menatap tajam Rey.


"Iya emang benar, kamu itu pelakor!"


"Tapi itu semua, gara- gara kamu juga Rey yang menyebabkan aku menjadi seperti ini."


"Kenapa kamu menyalahkan aku? Emangnya aku sudah melakukan apa terhadapmu?" Rey, menatap Vika tidak mengerti.


"Apakah kamu lupa ya? Waktu kita tidur bersama, keesokan harinya kamu malah menghilang tanpa memberikan kabar padaku. Cuma kamu meninggalkan beberapa sejumlah uang untukku. Setelah itu, berbulan-bulan kamu mengilang tanpa ada kabar. Sakit, hati ini." ucap Vika, sambil menatap Rey.


Rey pun terdiam tanpa membalas perkataan Vika. Karena, apa yang dikatakan oleh Vika memang benar.


"Tapi kamu tidak seharusnya, merebut pria yang sudah beristri," ucap Rey, sambil menatap Vika.


"Lagi pula, hanya Chandra lah yang mencintai aku dengan tulus, dan selalu ada untukku. Dia rela melakukan apa pun demi aku." ucap Vika.

__ADS_1


"Dia mencintaimu dengan tulus? Lalu bagaimana dengan istrinya yang terdahulu? Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kalian lakukan." ucap Rey, merasa tidak mengerti.


"Sudahlah Rey, jangan bahas tentang wanita itu. Yang sekarang aku mau, kamu menjadi suamiku sekaligus menjadi ayah dari anak yang ada dikandunganku." ucap Vika sambil mengalungkan tangannya ke lengan Rey.


"Lalu, bagaimana dengan Chandra?" tanya Rey, sambil menatap Chandra yang kini sedang duduk sambil menyilangkan kakinya.


"Aku akan menceraikan dia." jawab Vika.


Chandra pun mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras, dan emosinya kembali memuncak. Chandra langsung berjalan menghampiri Vika.


"Kamu bilang, kamu akan menceraikanku? Enak saja, kalau bicara," ucap Chandra sambil menatap sinis Vika.


"Tapi anak yang ada dikandunganku, bukanlah anakmu. Tapi anaknya Rey." ucap Vika, sambil menatap Chandra.


"Tapi aku tidak bisa Chandra! Jujur saja, sebenarnya di dalam hati orang yang sangat aku cintai dan sayangi adalah Rey." ucap Vika.


Deg. Sakit hati Chandra, begitu sangat-sangat sakit. Bagaikan ribuan pisau menusuk jantungnya. Bagaimana tidak, dulu Vika selalu berkata kalau orang yang sangat dicintainya adalah dirinya.


"Kenapa kamu membohongiku selama ini Vika?!" ucap Chandra merasa geram.


"Karena aku terpaksa. Aku kesepian selama ini, Rey dulu pergi tanpa ada kabar. Makanya ini alasanku, kenapa aku menjadi pelakor, dan membohongimu!" ucap Vika dengan tegas.


"Oh, jadi kamu hanya menganggap aku sebagai pelampiasan, iya? Dasar wanita sampah!" Chandra kemudian mendorong tubuh Vika dengan kasar, sehingga membuat Vika terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Aww  ...." ringis Vika merasa kesakitan.


"Vika ...," panggil Rey, sambil berjalan menghampiri Vika.


"Rey, sakit perut ku." Ringis Vika, merasa kesakitan.


Rey pun menatap tajam Chandra, dengan emosi yang kini sudah memuncak.


"Kamu benar-benar gila ya Chandra. Kenapa kamu lakulan ini kepada Vika?" Rey menatap tajam Chandra. Lalu Rey berdiri, dan hendak menghampiri Chandra. Tapi sayangya, Vika menahan tangan Rey.


"Jangan Rey. Mending kamu bawa aku ke rumah sakit. Lihatlah Rey, aku pendarahan," ucap Vika sambil menatap darah yang megallir ke pahanya.


Rey pun terkejut, saat melihat darah yang mengalir ke pahanya Vika.


"Ya sudah, ayo kita ke rumah sakit." ucap Rey kepada Vika, karena sangat khawatir.


"Chandra! Jika terjadi sesuatu terhadap Vika, maka kamu harus tanggung jawab!" ucap Rey dengan tegas.


Chandra pun merasa terkejut, dan tidak percaya. Bagaimana bisa, dirinya melakukan tindakan bodoh yang membuat Vika sampai mengalami pendarahan.


'Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?' gumam Chandra, sambil menatap Rey, yang kini sedang memangku Vika menuju mobil milik Rey


Chandra pun merasa bingung, apa yang harus dilakukannya. Hanya Chandra punya rencana, untuk pergi dari rumah, dan pergi sejauh-jauhnya untuk menghindari tanggung jawabnya.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2