Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
40.Perbedatan Tika dan Vika


__ADS_3

"Maksud kamu apa, bicara begitu?!" tanya Tika sambil menatap tajam Vika.


"Loh kenapa kamu jadi sewot? Atau jangan-jangan memang benar apa yang aku katakan tadi, kalau kamu memang wanita yang bisa dinikmati oleh pria mana saja?" Vika, sambil menatap sinis Tika.


Tika merasa sangat emosi. Lagi-lagi Tika, mengebrakkan meja makan yang di tempati Vika dan mantan suaminya. Semua orang pun semakin terkejut dan terus menatap dua wanita cantik yang saling berdebat, seolah para pengunjung sedang menonton akting film.


"Kamu berani sekali mengebrak mejaku hem? Kalau memang kamu benar, apa yang aku katakan tadi enggak usah marah kali! Akan tetapi kamu harus terima kenyataannya!" bentak Vika, kepada Tika.


"Mulutmu itu benar-benar enggak bisa dijaga ya, fitnah orang mulu. Kamu maunya apa sih? Apakah aku punya salah padamu? Perasaan aku enggak pernah mencari masalah denganmu!" Tika, sambil mengangkat jari tangannya dan menempelkan di dada Vika dengan menunjuk-nujuk, lalu dengan segera Vika pun menghempaskan tangan Tika dengan kasar.


"Kamu berani sekali sama aku sampai nunjuk-nunjuk gitu hem? Kenapa kamu tidak terima aku berbicara seperti itu? Karena takut orang tahu kenyataanmu seperti itu kan," ucap Vika sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Aku bukanlah orang seperti apa yang kamu katakan! Aku punya harga diri, aku tidak pernah menjual harga diriku seperti dirimu yang menyerahkan mahkotanya demi pria bajingan seperti dia!" ucap Tika, matanya menatap Chandra.


"Kamu tuh jangan bahas masa lalu aku, Tika! Lagi pula, ini bukan urasanmu," Chandra ikut membela diri, karena merasa tidak terima Tika membahas masa kelamnya.


"Iya nih orang so ikut campur lagi, masa lalu kita," Vika ikut menimpali.


"Kenapa emangnya kalau aku bahas masa lalu kalian hem? Lagi pula, apa yang aku bicarakan sesuai fakta kan, tidak seperti kalian yang suka memfitnah orang seenaknya! Oya, apa kabarnya dede bayi? Kasihan sekali ya dia jadi anak haram. Upps ... sorry astgafirulohaladzim, lagi pula enggak ada yang di namakan anak haram, yang ada kelakuan Ibu sama Ayahnya lah yang haram melakukan hubungan di luar nikah," sindir Tika dengan pedas.


"Kenapa kalian tidak terima dengan apa yang aku ucapkan? Sekarang aku tanya sama kalian, gimana rasanya saat seseorang menyindir dan mengumbar aib di hadapan umum tentangĀ  kelakuan kita yang sebenarnya kayak apa? sakit dan malu bukan? Apalagi kalian mengumbar tentang diriku yang tidak sesuai fakta!" Tika menatap tajam Vika dan Chandra bergantian.


"Kamu itu jadi orang benar-benar pintar dan licik banget ya, memputar balikan semua ini!" gerutu Vika merasa kesal dan masih emosi.

__ADS_1


"Sayang, sudahlah hentikan perdebatan kalian. Lihat malu semua orang melihat kita," Chandra mencoba menghentikan perdebatan antara Vika dan Tika.


"Tapi dia sudah kurang ajar, Mas! Perempuan se-" ucapan Vika tergantung saat Chandra menatap tajam dirinya dan Vika pun memilih diam.


Di dalam hati Chandra, memang mengakui semua apa yang dikatakan oleh Tika, memang benar dirinya dan Vika suka memfitnah Tika dan berkata seenaknya. Ada perasaan bersalah dari hati Chandra terhadap mantan istrinya tersebut.


"Dengar ya Chandra, kamu itu sebagai pemimpin rumah tangga. Seharusnya seorang suami itu mampu membimbing istrinya untuk tidak berbicara sembarang, apalagi sampai memfitnah orang seperti tadi! Miris sekali jika rumah tanggamu harus di dasari dengan memfitnah orang terus dan tidak pernah berintropeksi diri sendiri !" Tika, sambil sambil menatap sinis Vika dan Chandra.


"Kamu itu jangan banyak ceramahin kita! Ak-" ucapan Vika terpaksa harus terputus dan memilih diam saat Chandra menatap dirinya dengan tatapan susah di artikan.


"Kenapa tidak di lanjutkan lagi perkataanmu itu hem? Lagi pula, sudahlah aku tidak ada waktu lagi bila harus bicara lama dengan kalian, aku males meladeni kalian!" Tika, dengan segera mengambil tas miliknya dan segera pergi dari restoran tersebut dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


__ADS_2