Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
81.bukan anakmu.


__ADS_3

"Vika, jawab pertanyaanku. Kenapa kamu malah diam saja," ucap Chandra dengan kesal, karena Vika belum menjawab pertanyaannya.


"Kamu itu susah banget ya dibilangin. Emang iya, itu anakku." Rey ikut menimpali.


"Aku tidak bertanya padamu, brengsek!" bentak Chandra terhadap Rey.


Rey pun hanya tersenyum sinis melihat Chandra.


"Vika, aku bilang-" ucapanĀ  Chandra terputus, saat Vika menyela pembicaraan suaminya.


"Oke, baiklah. Aku akan mengatakan yang sebenarnya." ucap Vika, menatap suaminya. Lalu Vika berjalan menghampiri suaminya dan memeluk Chandra.


"Sebelumnya, aku minta maaf yang sebesar-besarnya Mas." ucap Vika, lalu menguraikan pelukannya.


"Minta maaf? untuk apa Vik?" tanya Chandra, merasa tidak mengerti.


"Jujur saja Mas. Sebelum aku berhubungan denganmu, aku sudah menjalin hubungan dengan Rey." ucap Vika dengan hati-hati.


"A-apa?" tanya Chandra dengan gugup, merasa tidak percaya.


"Iya Mas. Aku benar-benar minta maaf Mas. Aku baru jujur sekarang. Sebenarnya, anak yang ada di dalam kandunganku, bukanlah anakmu. Tapi anakknya Rey." ucap Vika dengan hati-hati.


Deg. Detak jantung Chandra merasa berhenti tiba-tiba begitu saja. Dada nya mendadak begitu sesak. Sangat sakit mendengar apa yang di ucapkan oleh Vika, bagaikan belati tajam menusuk hatinya.


"Apa yang kamu katakan tadi, bohongkan Vik? Kamu sedang main-mainkan denganku?" tanya Chandra, merasa tidak percaya.


Vika pun bingung, harus gimana lagi cara menyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Kalau memang benar, anak yang ada di kandungmu anak si pria brengsek itu, mana buktinya?" tantang Chandra.


"Sudahlah sayang, kasih bukti surat tes DNA yang kemarin kita periksa ke rumah sakit." ucap Rey sambil menatap Vika.


"Baiklah." jawab Vika, lalu mengambil selembar kertas dari tasnya. Kemudian memberikannya kepada Chandra.


Chandra langsung mengambil kertas tersebut dari tangan Vika, lalu membukakan kertas tersebut. Chandra merasa terkejut, dan tidak percaya apa yang dilihatnya.


"Bajing*an kalian semua. Dasar sampah!" bentak Chandra sambil menatap tajam Vika dan Rey bergiliran.


Chandra langsung meraih dagu Vika, dan mencengkramnya sehingga membuat Vika kesakitan.


"Maksud kamu apaan, melakukan semua ini? Kenapa dulu bilang, kalau anak yang ada di perutmu, anakku. Maksudnya apa hem? Dasar wanita sampah!" Chandra langsung melepaskan cengkramannya, lalu mendorong Vika. Membuat Vika hampir terjatuh. Tapi Vika masih beruntung, karena Rey langsung menahan tubuh Vika.


"Kamu itu, benar-benar gila ya Chandra. Vika sedang hamil, kalau terjadi sesuatu terhadap dia, mau kamu tanggung jawab?!" Rey merasa emosi, karena Vika hampir terjatuh.


"Aku tidak peduli, dasar manusia sampah! Mau kalian apa sih? Kenapa kalian tega melakukan hal ini terhadapku!" Chandra benar-benar emosi. Matanya, menatap tajam Vika dan Rey.


"Kamu harus tenang sayang, jangan takut gitu. Ada aku disini kok," ucap Rey menenangkan Vika.


"Sebelumnya aku benar-benar minta maaf sama kamu. Awalnya aku juga tidak tahu, kalau Vika mengandung anakku. Aku pun memastikan untuk tes DNA, dan ternyata benar kalau dia anakku. Aku ucapkan terima kasih padamu, telah menjaga Vika dengan baik."


Chandra pun mengepalkan kedua tangannya, benar-benar emosi dan sangat kecewa. Lalu berjalan menghampiri Rey.


"Kamu pikir, dengan kalian meminta maaf kepadaku, aku akan memaafkanmu? Tidak! Enak banget ya kamu bilang terima kasih kepadaku, karena aku sudah menjaga wanita sampah itu!" Chandra mencengkram kerah Rey, dan menatap tajam Rey.


"A-aku hanya bisa berkata terima kasih saja sama kamu." ucap Rey dengan gugup.

__ADS_1


"Brengse*k lho!" Chandra memukul kembali bibir Rey. Membuat Rey meringis kesakitan karena luka nya semakin lebar dan parah, lalu tubuhnya tersungkur ke bawah.


"Asal kamu tahu ya, aku rela berpisah dengan istri dan anakku demi Vika. Kalau saja, aku mengetahui semua ini dari dulu mungkin ini tidak akan terjadi!" Chandra menatap kecewa Vika.


"A-apa? Kamu pernah nikah sebelumnya?" ucap Rey dengan gugup, karena merasa tidak percaya kalau Chandra pernah menikah sebelumnya. Lalu Rey berdiri sambil menahan sakit di bibirnya.


"Iya, aku ini sudah menikah dengan Tika, istri pertamaku. Asal kamu tahu ya, awalnya juga aku tidak percaya kalau anak yang ada di perut wanita sampah ini anakku. Tapi aku ingat kembali, kalau aku pernah melakukn kesalahan besar dua kali terhadap Vika. Aku pikir, anak yang ada di kandungangmu, anakku. Tapi ternyata, anak pria bajinga*n!" geram Chandra menatap tajam Vika dan Rey.


"Maafkan aku. lagi pula, aku terpaksa melakukan ini," ucap Vika sambil menatap Chandra.


"Kamu bilang, terpaksa? Terpaksa karena apa? Oh, aku baru sadar sekarang. Kalau kamu pura-pura tulus mencintaiku, dan mengaku anakku karena dulu pingin mengincar hartaku kan? Dan sekarang kamu jujur kepadaku, saat aku dalam keadaan miskin. Sungguh wanita tidak punya hati!" bentak Chandra terhadap Vika, dan mengangkat satu tangannya, untuk menampar Vika.


"Chandra! Kamu kasar banget sama dia. Kamu lupa ya, dia lagi hamil." ucap Rey, sambil menahan tangan Chandra sehingga gagal menampar Vika.


"Aku tidak peduli. Dia harus membayar semuanya, karena telah membuatku kehilangan orang yang sangat aku sayangi, termasuk Ibuku." ucap Chandra sambil menatap istrinya.


Ibu dan adiknya Chandra, dulu memang satu rumah dengannya. Tapi Ibu Lena dan Lisa, harus rela tinggal terpisah dan mengontrak di tempat lain, karena Vika mengusirnya. Vika bilang, kalau ada Ibu sama Lisa, rumahnya terasa gerah dan bawaannya pingin marah terus, karena bawaan sang bayi yang ada dikandungannya. Sungguh tidak masuk akal bukan? Tapi mereka harus mengalah pergi dari rumah yang di tempati Vika dan Chandra.


"Vika, kenapa kamu tega sekali melakukan ini? Kenapa kamu tega, merebut seorang pria yang sudah beristri? Bagaimana, jika itu terjadi padamu? Pasti sangat sakit bukan? Aku kecewa sama kamu Vika, sejahat inikah kamu? Sehingga kamu membuat dia, dan istrinya berpisah. Begitu juga dengan Ibunya," ucap Rey merasa kecewa terhadap Vika.


"Aku kan, sudah bilang. Aku terpaksa Rey melakukan ini. Karena aku takut, jika dulu kasih tahu kamu bahwa aku hamil anakmu, takut kamu tidak mau menerima anak yang ada di janinku Rey." ucap Vika sambil berjalan menghampiri Rey.


"Alah, omong kosong kamu Vika!" bentak Chandra, menatap tajam istrinya dan tersenyum sinis.


"Diam kamu. Aku tidak bicara padamu!" Bentak Vika terhadap suaminya."Rey, kamu pasti ngertiin aku kan?" Vika sambil menatap sendu Rey.


Rey hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Vika. Lalu Rey, menatap Vika dengan tatapan yang susah di artikan.

__ADS_1


Bersambung dulu ah ...


*jangan lupa tinggalkan jejak ya kak, like sama komen, biar tambah semangat.


__ADS_2