
"Andrew?"
"Tika?" ucap Andrew dan Tika bersamaan.
Mata hitam mereka saling menatap satu sama lain. Andrew benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang telah membuat dirinya nyaman, dan telah merubah hidupnya jadi lebih baik.
Ada rasa senang di hati Andrew, ketika kembali bertemu dengan wanita yang sangat dikaguminya.
"Ehmz ... maaf Mbak, baik-baik saja kan?" tanya seorang pelayan.
"Eh iya, saya baik-baik saja kok." jawab Tika, dengan gugup lalu berdiri dari tangan Andrew yang menahan tubuhnya.
"Syukurlah kalau begitu. Maaf ya Mbak, saya benar-benar tidak sengaja tadi," ucap Ito, sambil menundukan kepalanya.
"Iya tidak apa-apa kok." Tika sambil menatap Ito.
"Makanya kalau jalan tuh hati-hati, jangan terburu-buru," ucap Andrew, terhadap Ito.
"Iya maaf pak bos, saya tidak akan ulangi lagi, janji." ucap Ito, sambil menatap Andrew.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kamu boleh kembali lagi kerja." perintah Andrew, terhadap karyawannya.
"Baik pak bos." Ito, sambil berlalu dari hadapan Andrew, dan berjalan untuk kembali bekerja.
"Kamu baik-baik saja kan, Tik? Oya, apa kabar Tik?" tanya Andrew terhadap Tika.
"Saya baik-baik saja kok pak. Kabarku baik kok pak." jawab Tika, sambil tersenyum kepada Andrew.
"Syukurlah kalau begitu. Maaf ya Tik, karyawanku tadi sangat ceroboh, hampir membuatmu terjatuh." Andrew merasa tidak enak hati.
"Iya tidak apa-apa kok pak Andrew. Lagi pula, dia tidak sengaja kok. Eh, tunggu dulu! Pak Andrew bilang, dia karyawanmu? Berarti rumah makan ini milik pak Andrew?" tanya Tika, untuk memastikan.
"Iya Tik, emangnya kenapa?" tanya balik Andrew.
"Tentu saja tidak boleh, kamu harus bayar dulu satu juta," jawab Andrew.
"Iss, apa-apaan pak Andrew ini. Saya sangat menyesal telah bertanya," gerutu Tika, sambil menatap kesal Andrew.
"Hahaha .... " tawa Andrew.
__ADS_1
"Kenapa pak Andrew malah tertawa? Emangnya ada yang lucu apa? Orang lagi kesal nih." ucap Tika, sambil menatap sinis Andrew.
"Sorry ... habisnya saya gemes banget lihat kamu. Lagi pula, saya cuma bercanda kok." ucap Andrew sambil tersenyum.
"Enggak lucu tahu bercanda nya. Masa iya sih, orang kaya tapi minta malak, apa kata dunia? Enggak banget deh." Tika, sambil menyunggingkan bibirnya ke atas.
Ya ampun ini wanita benar-benar buatku gemas nih. Tuhan, jadikanlah dia mililku. Aku tidak sanggup harus kehilangan dia lagi. Wanita ini, yang selalu aku tunggu selama ini, setelah dia keluar kerja dari perusahaanku batin Andrew sambil menatap gemas Tika.
"Oya pak Andrew, selamat ya sekarang pak Andrew telah sukses menjadi pembisnis muda terhebat di negeri ini." ucap Tika, memberikan selamat.
"Iya, terima kasih Tik." jawab Andrew sambil tersenyum terhadap Tika.
"Iya pak Andrew." Tika, membalas senyuman Andrew.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya pak, mau ngambil ponsel ketinggalan di dalam mobil."
"Iya silahkan Tika."
Tika punĀ dengan segera pergi menuju keluar untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di dalam mobil.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang begitu sakit hati melihat kedekatan mereka. Ada rasa ingin untuk menyingkirkan Tika dan andrew agar menjauh satu sam lain, dan ingin memiliki Tika kembali.
Bersambung ...