Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
39.ketemu mantan suami.


__ADS_3

'Apakah dia, Tika? Cantik banget sekarang. Sejak kapan si Tika jadi suka berdandan seperti ini? Ya ampun rasanya aku jadi ingin memiliki dia lagi,' batin Chandra sambil menatap Tika kagum, dan sekaligus merasa terhipnotis dengan kecantikan wajah mantan istrinya.


Tika pun dengan segera memalingkan wajahnya, saat Chandra terus menatap dirinya.


"Sayang," panggil Vika terhadap Chandra yang baru saja selesai dari toilet, dan berjalan menghampirinya.


"Eh, iya. Kenapa, Sayang?" ucap Chandra dengan gugup, karena merasa kaget tiba-tiba Vika datang menghampirinya.


"Kamu kenapa sih? Dari tadi diam saja. Memangnya kamu lagi merhatiin siapa?" ucap Vika penasaran. Netranya menatap sekilas pada perempuan cantik yang duduk tidak jauh dari Chandra.


"Enggak kenapa-napa kok, siapa lagi yang melamun? Kamu bilang aku sedang merhatiin seseorang? Enggak kok, aku enggak merhatiin siapa-siapa." Jawab Chandra sambil menatap Vika yang kini sudah resmi jadi istrinya.


Vika pun sejenak menatap Chandra, karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan, lalu menatap wanita cantik yang tidak jauh tempat duduknya dengan dirinya. Vika merasa kenal dengan wanita tersebut, dan merasa pernah melihat wanita tersebut.


'Kayaknya aku pernah lihat wanita itu, tapi dimana ya? Tapi ini orang cantik banget,' batin Vika matanya menatap kepada wanita yang kini duduk tidak jauh dari samping Chandra.


"Sayang ...." ucap Chandra terhadap istrinya, tangannya menepuk lembut pundak istrinya.


"Kamu lagi menatap siapa sih?" tanya Chandra pura-pura tidak tahu. Padahal di dalam hatinya tahu kalau Vika sedang menatap wanita yang kini ada di tempat duduk yang tidak jauh dengannya, siapa lagi kalau bukan Tika.

__ADS_1


"Aku lagi menatap seorang wanita yang ada di pinggirmu, kayaknya aku pernah lihat wanita tersebut deh." ucap Vika terhadap suaminya.


"Oya? Kalau misalnya kamu mengetahui wanita tersebut, emangnya kamu mau ngapain?" tanya Chandra kepada Vika.


"Ya enggak mau ngapa-ngapain sih. Syukur-syukur kalau aku memang kenal wanita tersebut. Kamu kenal tidak siapa wanita itu?" tanya Vika terhadap suaminya.


"Te-tentu saja aku kenal." Jawab Chandra dengan keceplosan.


"Jadi kamu kenal wanita itu siapa?" tanya Vika.


'Ya ampun, bagaimana bisa bibir aku nih keceplosan bilang kalau aku kenal dia,' batin Chandra merutuki diri sendiri, tangannya tidak tinggal diam sesekali menepuk-nepuk mulutnya.


"Emangnya siapa wanita tersebut? Ayo katakanlah dengan jujur!" tanya Vika sambil menatap Chandra.


"Apa Ti- Tika?" Vika merasa terkejut mendengar ucapan Chandra.


"Heem." Jawab Chandra,"kamu pasti tidak akan percaya kalau dia itu Tika. Aku saja tidak percaya kalau kini Tika berubah menjadi wanita sangat cantik," ceplos Chandra tangannya lagi-lagi menepuk-nepuk mulutnya karena merasa bodoh. Bagaimana bisa dirinya berbicara begitu terhadap istrinya.


"Ck, dulu kamu hina mantan istrimu. Sekarang kamu puji dia. Ada apa dengan otakmu, sampai bisa berpikir seperti itu," Vika sambil menatap sinis Chandra, dan ada rasa cemburu dihatinya saat suaminya memuji mantan istrinya.

__ADS_1


"Maaf sayang, enggak tahu kenapa ini mulutku kenapa bisa sampai berbicara begitu? Dan asal kamu tahu ya, memang kamulah yang paling cantik, dari pada si janda gatal itu," ucap Chandra sambil menatap istrinya, kemudian mencium punggung tangan Vika.


"Oya? Tentu saja aku ini wanita paling cantik, dari pada si janda itu," ucap Vika sekilas menatap Tika yang kini sedang asyik menikmati makan siangnya bersama Stella dan Tika.


Selintas Vika pun punya ide untuk mengerjai Tika, dan ingin mempermalukan Tika di depan umum. Vika dengan sekeras mungkin berdehem. Tika, Andrew dan Stella pun langsung menatap Ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Tika, ternyata ada Vika juga, dan Andrew pun sama terkejutnya saat mengetahui ada mantan suami Tika dan istrinya.


"Hei Mba Tika, apa kabar?" tanya Vika sambil menatap Tika yang kini masih asyik makan,"Oya awas Mbak cantik, hati-hati nanti pacarnya di ambil sama janda yang tidak tahu diri itu tuh." Vika mencoba memanas-manasi Stella. Vika berpikiran kalau Stella dan Andrew pacaran.


Tika pun memilih diam tanpa membalas ucapan Vika. Karena Tika malas mencari keributan, apalagi di ruangan umum pasti sangat memalukan.


"Kenapa Mba Tika tidak membalas ucapku Mas? Apakah dia sudah tuli? Atau jangan-jangan memang iya dia tidak bisa mendengar lagi," ucap Vika sambil menatap sinis Tika.


"Sayang, kamu ini bicara apaan sih. Jangan bikin keributan disini." bisik Chandra kepada istrinya.


"Sudahlah kamu tenang saja Mas, si Tika mana mau bakal cari keributan disini." ucap Vika terhadap suaminya.


Karena memang istrinya keras kepala, Chandra pun membiarkan Vika terus berceloteh menyindir Tika. Begitu pun dengan Tika, karena merasa harga dirinya sudah di rendahkan bahkan di bilang kalau dirinya wanita murahan yang bisa dinikmati oleh para pria. Dengan segera Tika pun beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menghampiri Vika dan mengebrak meja makan Vika. Semua orang merasa terkejut dan kaget apa yang dilakukan oleh Tika.


"Maksud kamu apa berbicara begitu?!" Tika sambil menatap tajam Vika.

__ADS_1


Suasana pun semakin mencengkram saat dua wanita cantik saling menatap tajam.


bersambung ....


__ADS_2