
'Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang? Semoga saja Andrew tidak apa-apa. Lagian, kenapa bisa sih ada musibah menimpa saat pernikahan akan dilaksanakan sebentar lagi?' Tika merasa tidak mengerti, dan hatinya kini merasa menjadi gelisah.
"Pak, bisa cepatin tidak jalanin mobilnya?" tanya Tika, kepada Pak Zaki.
"Maaf tidak bisa Non. Lagian, Non sendiri bisa lihat, kalau jalanan lagi macet," ucap Pak Zaki.
Shitt ... Tika merasa kesal.
'Kapan sampainya dong, dari tadi mobil tidak bergerak jalan? Aku jadi tidak tenang ini. Semoga saja, Andrew tidak kenapa-napa,' gumam Tika, penuh harap.
"Oya pak, sebenarnya ada apa ya macet?" tanya Tika, kepada pak Zaki.
"Enggak tahu Non, kayaknya ada kecelakaan deh," jawab Pak Zaki.
"Kecelakaan? Yang benar saja pak?"
"Saya juga kurang tahu pasti Non. Padahal tadi saya jalan lewat sini, lancar-lancar saja kok Non," ucap pak Zaki.
"Oh." jawab Tika.
'Ya tuhan, semoga tidak terjadi sesuatu yang aneh-aneh kepada Andrew.' Kini Tika merasa panik.
'Kamu enggak usah panik Tika, doakan saja supaya Andrew baik-baik saja,' Tika mencoba menenangkan dirinya sendiri.
'Pak Zaki bilang, ada kecelakaan? Jangan bilang, kalau Andrew kecelakaan disini?' gumam Tika menerawang.
"Non, sudah mulai jalan nih," ucap pak Zaki dengan segera menjalankan mobilnya.
"Syukurlah kalau begitu pak." Tika merasa lega.
__ADS_1
*****
Tika kini sudah sampai dirumah sakit. Kemudian Tika keluar dari mobil tersebut.
"Terima kasih ya pak, sudah nganterin saya kesini," ucap Tika kepada Pak Zaki.
"Ya sama-sama Non." jawab Pak Zaki.
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Tika dengan segera pergi , dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit tersebut.
Karena berjalan terburu-buru, Tika sampai bertabrakan dengan seseorang.
"Maaf, saya tidak sengaja." ucap Tika.
"Makanya, kalau jalan tuh lihat pakai mata," gerutu seseorang tersebut.
"Iya aku benar-benar minta maaf. Sorry, aku harus pergi dari sini." Tika sambil berjalan kembali, dan pergi meninggalkan pria tersebut.
"Enak sekali ya, kamu main pergi gitu saja," ucap pria tersebut.
"Apa-apaan sih kamu itu hem?! Lagian, tadi aku sudah minta maaf sama kamu!" Tika merasa geram, melihat sikap pria tersebut, lalu Tika menghempaskan kasar tangan pria tersebut.
"Kamu tidak bisa lihat apa, lihatlah bajuku, ada gambar yang menjinjikan di bajuku," gerutu pria tersebut, sambil menatap kesal Tika.
Tika pun merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana tidak, ternyata di baju pria tersebut ada lukisan bib*irnya dengan liptin berwarna pink.
"Oke, aku akan membayar bajumu itu," ucap Tika dengan mengambil uang dari tas miliknya, lalu memberikannya kepada pria tersebut.
"Aku tidak butuh uang!" tolak pria tersebut, saat Tika memberikan uangnya.
__ADS_1
"Mau kamu apa sih? Aku ganti bajumu dengan uangku," Tika dengan meraih tangan pria tersebut, lalu meletakannya uang tersebut ke tangannya.
Pria tersebut, langsung memberikan kembali uangnya ke tangan Tika.
"Aku sudah bilang, aku tidak butuh uang! Aku mau kamu gantiin baju saya yang menjijikan ini!" ucap Pria tersebut dengan tegas.
"Kenapa enggak beli saja sendiri!" Tika merasa emosi.
"Jangan banyak protes! Ini ambil kartu alamat saya, nanti bajunya bisa langsung kamu antarkan ke kantorku. Ingat, aku tunggu!" ucap pria tersebut
"Tapi-"
"Sudahlah, aku tidak ada waktu lama lagi disini! Ingat, jangan berani membantah!" potong Pria tersebut sambil menatap tajam Tika, lalu pergi dari hadapan Tika, dan berjalan menuju mobil miliknya.
'Ck, dia pikir siapa? Berani sekali mengancamku! Lagian, kenapa bisa lagi ada lukisan bibi*rku di bajunya? Ahh ... sial!' Tika merasa geram.
'Sudahlah Tika, jangan dipikirin! Sekarang kamu harus segera pergi keruangan Andrew.' Tika kembali melangkahkan kakinya.
Tika pun kini sudah berada di ruangan, dimana Andrew di rawat. Tika masih menunggu dokter yang kini sedang memeriksa Andrew.
Dokter yang memeriksa Andrew pun kini sudah keluar dari ruangannya. Tika pun dengan segera berjalan menghampiri dokter tersebut.
"Dokter, gimana keadaan Andrew?" Tanya Tika
Dokter pun tidak membalas perkataan Tika, justru dokter hanya menatap Tika dengan tatapan susah di artikan.
Bersambung ....
Promosi lagi nih, yuk kepoin dan mampir di jamin bikin baper nih,
__ADS_1