Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)

Izinkan Aku Pergi(Aku Lelah)
77.Aku siap Mengantikan Ayah


__ADS_3

'Apes banget hari ini. Bukannya berubah, tapi prilaku dan sifatnya semakin melunjak. Benar-benar tidak waras tuh mereka.' gerutu Tika pada diri sendiri saat mengingat kejadian tadi di pengadilan, lalu melemparkan tas miliknya ke dalam ranjang, dan kemudian Tika menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


'Kejadian tadi membuatku semakin stres, dan greget banget pingin aku kubur mereka hidup-hidup tuh. Andai saja ayah tahu tentang kejadian tadi,  pasti ayah akan nekat melakukan itu. Karena aku tahu betul, ayah seperti apa. '


'Ayah tidak akan diam saja saat putri semata wayangnya di sakiti oleh siapa pun. Aargh ... kesal aku tuh, sudahlah jangan dipikirin Tika, yang penting aku tidak punya salah dan tidak punya urusan sama mereka.' gerutu Tika menangkan diri sendiri.


Kantuk pun mulai menyerang Tika, dengan segera Tika pun memejamkan matanya. Tapi sayangnya kantuknya mulai menghilang, saat putrinya masuk ke dalam kamar dan memanggil dirinya.


"Ibu ...," panggil Chika sambil berjalan menghampiri Ibunya.


"Eh anak Ibu, sudah pulang ya sekolahnya," ucap Tika kemudian bangun dan duduk di atas ranjang.


"Iya sudah Bu. Oya Ibu lagi apa tadi?" tanya Chika terhadap Ibunya.


"Tadi Ibu lagi mau tidur sayang. Oya Nenek mana?" tanya Tika terhadap putrinya.


"Oh ... Nenek tadi ke toilet dulu, katanya kebelet pingin pipis Bu." ucap Chika.


"Oh gitu ya sayang. Gimana sekolahnya, menyenangkan sayang?" tanya Tika.


"Tentu saja Bu, sangat menyenangkan. Apalagi banyak teman-teman Chika disana. Temannya juga pada baik semuanya sama Chika Bu." ucap Chika sambil tersenyum terhadap Ibunya.


"Syukurlah kalau begitu." Jawab Chika sambil mengusap lembut rambut putrinya.


"Gimana Tik, lancar sidang perceraiannya?" tanya bu Lily tiba-tiba datang masuk ke dalam kamar Tika.


"Alhamdulilah lancar kok Bu," jawab Tika sambil menatap Ibunya.


"Syukurlah kalau begitu. Maafin Ibu ya Nak," bu Lily kini sudah berada di samping Tika.

__ADS_1


"Maaf karena apa Bu? Perasaan Ibu tidak punya salah sama Tika deh." ucap Tika merasa bingung.


"Iya maaf karena Ibu tidak bisa membantumu mempertahakan rumah tangga kalian. Juga maaf Ibu dulu menyesal telah merestui hubungan kalian, kalau jadinya akan seperti ini Nak," ucap bu Lily sambil menatap sendu putrinya, kemudian menatap cucunya yang sedang asyik main game di ponsel Ibunya.


"Ibu kenapa berkata seperti itu? Lagi pula, itu sudah suratan takdir Tika harus seperti ini. Mungkin tuhan sudah memberikan jawaban kalau sebenarnya Chandra bukanlah pasangan yang baik buat Tika, buktinya si Chandra malah berselingkuh selama ini di belakang Tika, Bu. Sudahlah Bu, jangan menyalahin diri sendiri. Ini sudah suratan takdir Tika dari sang maha kuasa," ucap Tika sambil tersenyum terhadap Ibunya.


Bu Lily pun langsung memeluk putrinya, ada perasaan sedih kini putrinya berstatus Janda.


"Ibu doakan ya Nak, semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik, menyayangimu, serta setia dan tanggung jawab." ucap bu Lily kemudian menguraikan pelukannya.


"Aamiin Bu. Bukan sama Tika saja Bu, tapi sama Chika,  Ibu dan sama Ayah."


"Pastinya Nak. Seorang pria yang tulus dan bisa menerima kekuranganmu, pasti dia kan sayang sama seluruh keluarganya." ucap bu Lily


"Iyakah Bu? Sudahlah Bu, sekarang Tika tidak ingin memikirkan tentang pasangan. Sekarang Tika akan fokus mengurus Chika, serta Tika akan bekerja mengantikan Ayah." ucap Tika sambil menatap Ibunya.


"Baguslah kalau begitu. Lagi pula, ini emang sudah saatnya kamu mengantikan ayahmu. Kasihan Ayahmu, di masa tua harusnya sudah pensiun dan hanya menikmati saja hasilnya." ucap bu Lily


"Sudahlah Nak, jangan merasa bersalah begitu. Lagi pula ini belum terlambat kok, emang saatnya sekarang kamu mengantikan Ayahmu sebagai presdir."


"Iya Bu, tapi sebelumnya Tika mau memberikan surat pengunduran dulu kepada PT.Cahya dimana Tika kerja disana selama ini."


"Oke, baiklah kalau begitu." ucap bu Lily


"Iya Bu."


"Ibu ini ponselnya," ucap Chika sambil memberikan ponsel milik Ibunya.


"Sudah main game nya?" tanya Tika.

__ADS_1


"Sudah Bu. Lagi pula kata Ibu guru katanya jangan terlalu lama main ponsel, tidak baik buat kesehatan mata." Jawab Chika.


"Pintar sekali anak Ibu." Tika sambil mengusap lembut rambut putrinya.


"Oya, kita jalan-jalan ke mall yuk?" ucap bu Lily sambil menatap cucunya.


"Mall? Wah, boleh tuh Nek. Ya sudah ayo kita jalan-jalan ke mall Nek." ucap Chika terhadap bu Lily


"Boleh, ya sudah ayo kita ke mall." Ajak bu Lily.


"Hore asyik, Ibu mau ikut?" tanya Chika.


"Enggak ah, Ibu ngantuk banget pingin tidur. Chika berdua saja sama nenek jalan-jalannya, gimana?"


"Ya sudah, tidak apa-apa kok Bu. Kalau Ibu mau tidur, ya sudah tidurlah Bu." ucap Tika.


"Iya sayang." Jawab Tika.


"Ya sudah kalau begitu Ibu sama Chika mau ke mall dulu ya," ucap bu Lily sambil menatap putrinya.


"Iya silahkan Bu." Jawab Tika.


Bu Lily dan Chika pun  segera pergi meninggalkan Tika dikamar sendirian. Dan Tika pun langsung memejamkan matanya karena merasa sangat ngantuk. Dengan perlahan-lahan Tika pun tertidur, dan kini berada di alam bawah sadarnya.


Bersambung ....


****


mampir dan kepoin yuk karya dari temanku ini, di jamin bikin baper nih...

__ADS_1



__ADS_2