
Di tempat lain.
Di sebuah ruangan minimalis dengan desain modern, kini Tika sedang duduk di kursi kekuasaannya. Tika sibuk membukakan berkas-berkas laporan dari asisten pribadinya, dan menandatangani berkas-berkas tersebut.
Setelah Tika mengundurkan diri bekerja di PT. CAHYA yang di pimpin oleh Andrew, keesokan harinya Tika langsung bekerja di PT. Antana, perusahaan milik ayahnya sendiri.
Sudah satu bulan Tika mempimpin perusahaan ayahnya, dan hasilnya sangat mengejutkan. Tika mampu membuat perusahaan ayahnya berkembang pesat, dan maju.
Bahkan Tika membangun cabang-cabang dikota tertentu. Terutama Tika membangun perusahaan yang memproduksi di bidang pakaian, celana, dan perhiasaan. Sungguh hebat bukan? Perusahaan tersebut di beri nama PT.Berlian chik.
Walaupun baru dua minggu di buka perusahaan tersebut, tapi sukses bisa langsung terkenal dimana-mana. Tapi itu juga terkenal, karena para pengusaha sudah mengetahui siapa anak dari perusahaan PT.Berlian tersebut. Juga pastinya karena sudah ada jejak dari sang ayah dari dulu.
Semua orang pasti sudah tahu, siapa Efedny Mahardhika? Seorang pengusaha no satu yang sukses di bidang bisnisnya di negara tersebut. Bahkan terkenal di luar negeri.
****
"Ibu ...," panggil Chika, lalu berjalan menghampiri Ibunya.
"Iya kenapa sayang? Gimana sudah puas kan, jalan-jalanya melihat seluruh ruangan kantor ini?" tanya Tika, sekilas menatap putrinya, lalu kembali memeriksa berkasnya.
__ADS_1
"Belum Bu. Baru saja nyampai tiga lantai, Chika langsung naik lagi ke atas." jawab Chika, sambil menatap Ibunya kemudian duduk di kursi depan.
"Lho kenapa? Apakah karena cape, dan enggak kuat lagi berjalan ke bawah?" tanya Tika.
"Enggak mungkin cape lah Bu, kan naik lift Bu. Cuma berjalan kaki enggak jauh-jauh amet kok Bu." jawab Tika.
"Terus, kenapa dong?" tanya Tika, sambil menatap putrinya dengan intens.
"Chika lapar Bu. Makanya Chika balik lagi deh," ucap Chika, sambil tersenyum.
Tika mengelengkan kepalanya saat mendengar putrinya, lalu menatap jam tangan menunjukan pukul jam 12 siang.
"Ya sudah, karena kebetulan waktunya jam istirahat, ayo kita makan di luar," ajak Tika terhadap putrinya.
Tika pun dengan segera beranjak dari kursinya kerja.
"Ayo sayang." ajak kepada putrinya.
"Baik Bu." Jawab Chika.
__ADS_1
Tika dan Chika pun pergi dari ruangan tersebut, dan berjalan menuju keluar.
"Sayang hati-hati jalannya, jangan lari-lari nanti jatuh," ucap Tika, sambil menatap putrinya yang sedang berlari.
Chika pun tidak menanggapi perkataan Ibunya. Chika malah terus berlari, sehingga menabrak seseorang yang membuat Chika terjatuh.
"Chika ...." teriak Tika, memanggil putrinya yang terjatuh.
Seseorang yang tidak sengaja bertabrakan dengan Chika, langsung menolongnya.
"Kamu baik-baik saja kan, sayang?" tanya seseorang tersebut sambil membangungkan Chika yang terjatuh.
"Saya baik-baik saja Om," jawab Chika, kemudian menatap seseorang tersebut.
Betapa terkejutnya Chika, saat mengetahui siapa yang menolongnya. Seseorang yang selama ini sangat Chika rindukan.
"A-ayah?" tanya Chika dengan gugup, karena merasa terkejut terhadap ayahnya, seseorang yang selalu di tunggu kehadirannya selama ini.
"Chi-Chika? Apa kabar sayang?" tanya Chandra terhadap putrinya, lalu memeluk putrinya tersebut.
__ADS_1
Tika pun merasa terkejut, saat menyadari kalau seseorang yang menolong Chika adalah mantan suaminya. Bagaimana bisa, mantan suaminya ada di perusahaan miliknya. Kemudian menatap baju yang di pakai Chandra, baju yang di pakainya tidak begitu asing. Bajunya sama persis dengan para pegawai office boy.
Bersambung ...